{
  "meta": {
    "id": "csf_academy_v2",
    "judul": "Cyber Security Fundamental — Academy Bank",
    "sekolah": "SMK Yasmida Ambarawa",
    "mapel": "Cyber Security Fundamental",
    "versi": "1.0.0",
    "format": "abdurrozak.academydb.v1",
    "linked_quiz_db": "quiz-db.json",
    "topik_kanonik": [
      "AAA & Non-Repudiation",
      "Analisis Risiko",
      "Ancaman & Serangan Siber",
      "Aset, Threat, Vulnerability, Risk",
      "Availability",
      "CIA Triad",
      "Caesar Cipher",
      "Cyber Security Sehari-hari",
      "Cyber Security vs Info Security",
      "DAD Triad",
      "Klasifikasi Informasi",
      "Kriptografi Dasar",
      "Pengenalan Cyber Security",
      "People, Process, Technology",
      "Perintah Linux",
      "ROT13",
      "Ruang Lingkup Cyber Security",
      "Security Mindset",
      "Tujuan Cyber Security (CIA)"
    ],
    "jumlah_soal": 25,
    "jumlah_essay": 5,
    "updated_at": "2026-09-13"
  },
  "questions": [
    {
      "id": "A01",
      "nomor": 1,
      "topik": "Pengenalan Cyber Security",
      "topik_sumber": "Pengenalan Cyber Security",
      "stimulus": "Sebuah sekolah menyimpan data siswa, nilai, akun guru, dan dokumen administrasi pada server yang terhubung ke internet. Kepala sekolah ingin menentukan prioritas utama dalam penerapan Cyber Security.",
      "pertanyaan": "Tindakan yang paling tepat adalah ....",
      "opsi": [
        "Membeli komputer dengan spesifikasi paling tinggi",
        "Menghapus seluruh data lama dari server",
        "Mengidentifikasi aset, ancaman, kerentanan, dan risiko sebelum menentukan kontrol keamanan",
        "Memblokir seluruh akses internet sekolah",
        "Mengganti semua akun pengguna setiap hari"
      ],
      "kunci_index": "C",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Spesifikasi tinggi hanya memengaruhi kecepatan kerja komputer, bukan keamanan. Perangkat mahal pun tetap rentan tanpa kontrol keamanan yang tepat.",
        "Data lama bisa jadi aset penting yang masih dibutuhkan. Menghapusnya justru menghilangkan informasi dan tidak menutup celah keamanan sama sekali.",
        "Penerapan Cyber Security yang tepat dimulai dengan pendekatan berbasis risiko: identifikasi aset - ancaman (threat) - kerentanan (vulnerability) - risiko, baru menentukan kontrol keamanan yang tepat sasaran dan efisien.",
        "Memblokir seluruh internet bersifat ekstrem dan tidak proporsional; justru menghambat pembelajaran serta kebutuhan administrasi sekolah.",
        "Tidak praktis, mengganggu operasional harian, dan tidak menyelesaikan akar masalah keamanan (password lemah, tidak ada backup, dll.)."
      ],
      "engine": {
        "n": 1,
        "t": "Pengenalan Cyber Security",
        "s": "Sebuah sekolah menyimpan data siswa, nilai, akun guru, dan dokumen administrasi pada server yang terhubung ke internet. Kepala sekolah ingin menentukan prioritas utama dalam penerapan Cyber Security.",
        "q": "Tindakan yang paling tepat adalah ....",
        "o": [
          "Membeli komputer dengan spesifikasi paling tinggi",
          "Menghapus seluruh data lama dari server",
          "Mengidentifikasi aset, ancaman, kerentanan, dan risiko sebelum menentukan kontrol keamanan",
          "Memblokir seluruh akses internet sekolah",
          "Mengganti semua akun pengguna setiap hari"
        ],
        "a": "C",
        "w": [
          "Spesifikasi tinggi hanya memengaruhi kecepatan kerja komputer, bukan keamanan. Perangkat mahal pun tetap rentan tanpa kontrol keamanan yang tepat.",
          "Data lama bisa jadi aset penting yang masih dibutuhkan. Menghapusnya justru menghilangkan informasi dan tidak menutup celah keamanan sama sekali.",
          "Penerapan Cyber Security yang tepat dimulai dengan pendekatan berbasis risiko: identifikasi aset - ancaman (threat) - kerentanan (vulnerability) - risiko, baru menentukan kontrol keamanan yang tepat sasaran dan efisien.",
          "Memblokir seluruh internet bersifat ekstrem dan tidak proporsional; justru menghambat pembelajaran serta kebutuhan administrasi sekolah.",
          "Tidak praktis, mengganggu operasional harian, dan tidak menyelesaikan akar masalah keamanan (password lemah, tidak ada backup, dll.)."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A02",
      "nomor": 2,
      "topik": "Tujuan Cyber Security (CIA)",
      "topik_sumber": "Tujuan Cyber Security",
      "stimulus": "Sebuah perusahaan mengalami serangan yang menyebabkan data pelanggan dicuri dan sebagian sistem tidak dapat digunakan selama beberapa hari.",
      "pertanyaan": "Berdasarkan kejadian tersebut, tujuan Cyber Security yang paling relevan untuk diperbaiki adalah ....",
      "opsi": [
        "Meningkatkan kapasitas monitor",
        "Menjaga kerahasiaan data dan ketersediaan sistem",
        "Mengurangi jumlah pengguna internet",
        "Mengganti seluruh perangkat dengan perangkat baru",
        "Menghapus akun pelanggan"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Kapasitas monitor berhubungan dengan tampilan, bukan keamanan data maupun ketersediaan sistem.",
        "Data pelanggan dicuri = pelanggaran kerahasiaan (Confidentiality), dan sistem lumpuh = pelanggaran ketersediaan (Availability). Dua tujuan CIA inilah yang paling relevan diperbaiki.",
        "Mengurangi pengguna internet bukan solusi keamanan dan tidak memperbaiki dampak serangan.",
        "Mengganti perangkat sangat mahal dan tidak menjamin aman - akar masalah (celah keamanan) tidak diperbaiki.",
        "Menghapus akun pelanggan justru merusak layanan dan kepercayaan; tidak berhubungan dengan pemulihan keamanan."
      ],
      "engine": {
        "n": 2,
        "t": "Tujuan Cyber Security (CIA)",
        "s": "Sebuah perusahaan mengalami serangan yang menyebabkan data pelanggan dicuri dan sebagian sistem tidak dapat digunakan selama beberapa hari.",
        "q": "Berdasarkan kejadian tersebut, tujuan Cyber Security yang paling relevan untuk diperbaiki adalah ....",
        "o": [
          "Meningkatkan kapasitas monitor",
          "Menjaga kerahasiaan data dan ketersediaan sistem",
          "Mengurangi jumlah pengguna internet",
          "Mengganti seluruh perangkat dengan perangkat baru",
          "Menghapus akun pelanggan"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "Kapasitas monitor berhubungan dengan tampilan, bukan keamanan data maupun ketersediaan sistem.",
          "Data pelanggan dicuri = pelanggaran kerahasiaan (Confidentiality), dan sistem lumpuh = pelanggaran ketersediaan (Availability). Dua tujuan CIA inilah yang paling relevan diperbaiki.",
          "Mengurangi pengguna internet bukan solusi keamanan dan tidak memperbaiki dampak serangan.",
          "Mengganti perangkat sangat mahal dan tidak menjamin aman - akar masalah (celah keamanan) tidak diperbaiki.",
          "Menghapus akun pelanggan justru merusak layanan dan kepercayaan; tidak berhubungan dengan pemulihan keamanan."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A03",
      "nomor": 3,
      "topik": "Ruang Lingkup Cyber Security",
      "topik_sumber": "Ruang Lingkup Cyber Security",
      "stimulus": "Sebuah organisasi telah memasang firewall yang kuat. Namun, seorang pegawai masih dapat menjadi korban phishing dan memberikan password kepada penyerang.",
      "pertanyaan": "Analisis yang tepat terhadap kondisi tersebut adalah ....",
      "opsi": [
        "Firewall tidak memiliki fungsi sama sekali",
        "Keamanan hanya membutuhkan teknologi jaringan",
        "Keamanan siber mencakup teknologi dan kesadaran pengguna",
        "Serangan phishing hanya dapat terjadi pada server",
        "Password tidak berhubungan dengan Cyber Security"
      ],
      "kunci_index": "C",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Firewall tetap berfungsi menyaring lalu lintas jaringan. Kasus ini menunjukkan keterbatasannya, bukan ketiadaan fungsi.",
        "Justru terbukti sebaliknya: teknologi jaringan saja tidak cukup tanpa kesadaran pengguna.",
        "Keamanan siber bersifat menyeluruh (holistik): mencakup teknologi (firewall) dan faktor manusia (kesadaran akan phishing). Manusia sering menjadi target termudah.",
        "Phishing menyerang manusia melalui email/pesan palsu, bukan hanya melalui server.",
        "Password adalah elemen inti autentikasi dan sangat berhubungan dengan Cyber Security."
      ],
      "engine": {
        "n": 3,
        "t": "Ruang Lingkup Cyber Security",
        "s": "Sebuah organisasi telah memasang firewall yang kuat. Namun, seorang pegawai masih dapat menjadi korban phishing dan memberikan password kepada penyerang.",
        "q": "Analisis yang tepat terhadap kondisi tersebut adalah ....",
        "o": [
          "Firewall tidak memiliki fungsi sama sekali",
          "Keamanan hanya membutuhkan teknologi jaringan",
          "Keamanan siber mencakup teknologi dan kesadaran pengguna",
          "Serangan phishing hanya dapat terjadi pada server",
          "Password tidak berhubungan dengan Cyber Security"
        ],
        "a": "C",
        "w": [
          "Firewall tetap berfungsi menyaring lalu lintas jaringan. Kasus ini menunjukkan keterbatasannya, bukan ketiadaan fungsi.",
          "Justru terbukti sebaliknya: teknologi jaringan saja tidak cukup tanpa kesadaran pengguna.",
          "Keamanan siber bersifat menyeluruh (holistik): mencakup teknologi (firewall) dan faktor manusia (kesadaran akan phishing). Manusia sering menjadi target termudah.",
          "Phishing menyerang manusia melalui email/pesan palsu, bukan hanya melalui server.",
          "Password adalah elemen inti autentikasi dan sangat berhubungan dengan Cyber Security."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A04",
      "nomor": 4,
      "topik": "Cyber Security Sehari-hari",
      "topik_sumber": "Cyber Security Sehari-hari",
      "stimulus": "Seorang siswa menggunakan satu password yang sama untuk email, media sosial, dan aplikasi perbankan.",
      "pertanyaan": "Risiko terbesar dari kebiasaan tersebut adalah ....",
      "opsi": [
        "Komputer menjadi lebih lambat",
        "Jika satu akun bocor, akun lain berpotensi ikut diambil alih",
        "Password menjadi lebih sulit diingat",
        "Kapasitas penyimpanan akan berkurang",
        "Koneksi internet menjadi tidak stabil"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Jumlah password tidak memengaruhi kecepatan komputer.",
        "Ini disebut efek domino / credential stuffing: jika satu akun bocor, penyerang mencoba kombinasi kredensial yang sama di layanan lain sehingga banyak akun bisa diambil alih sekaligus.",
        "Satu password justru lebih mudah diingat - itu memang alasannya, tetapi bukan risikonya.",
        "Penggunaan password tidak memengaruhi kapasitas penyimpanan.",
        "Tidak ada hubungan dengan stabilitas koneksi internet."
      ],
      "engine": {
        "n": 4,
        "t": "Cyber Security Sehari-hari",
        "s": "Seorang siswa menggunakan satu password yang sama untuk email, media sosial, dan aplikasi perbankan.",
        "q": "Risiko terbesar dari kebiasaan tersebut adalah ....",
        "o": [
          "Komputer menjadi lebih lambat",
          "Jika satu akun bocor, akun lain berpotensi ikut diambil alih",
          "Password menjadi lebih sulit diingat",
          "Kapasitas penyimpanan akan berkurang",
          "Koneksi internet menjadi tidak stabil"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "Jumlah password tidak memengaruhi kecepatan komputer.",
          "Ini disebut efek domino / credential stuffing: jika satu akun bocor, penyerang mencoba kombinasi kredensial yang sama di layanan lain sehingga banyak akun bisa diambil alih sekaligus.",
          "Satu password justru lebih mudah diingat - itu memang alasannya, tetapi bukan risikonya.",
          "Penggunaan password tidak memengaruhi kapasitas penyimpanan.",
          "Tidak ada hubungan dengan stabilitas koneksi internet."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A05",
      "nomor": 5,
      "topik": "Cyber Security vs Info Security",
      "topik_sumber": "Cyber Security vs Information Security",
      "stimulus": "Sebuah dokumen rahasia dicetak dan disimpan di lemari terkunci. Dokumen tersebut tidak pernah disimpan dalam komputer atau dikirim melalui internet.",
      "pertanyaan": "Berdasarkan kasus tersebut, pernyataan yang paling tepat adalah ....",
      "opsi": [
        "Dokumen tersebut tidak memerlukan keamanan",
        "Hanya Cyber Security yang dapat melindungi dokumen tersebut",
        "Information Security tetap diperlukan meskipun informasi tidak berbentuk digital",
        "Cyber Security dan Information Security memiliki arti yang sepenuhnya sama",
        "Dokumen fisik tidak dapat mengalami kebocoran informasi"
      ],
      "kunci_index": "C",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Semua informasi penting tetap memerlukan perlindungan, termasuk dokumen fisik.",
        "Cyber Security melindungi aset digital. Dokumen ini fisik, sehingga bukan ranah Cyber Security.",
        "Information Security mencakup perlindungan informasi dalam segala bentuk (fisik maupun digital), sedangkan Cyber Security hanya bagian yang menyangkut ranah siber/digital. Jadi InfoSec tetap berlaku untuk dokumen di lemari.",
        "Keduanya berbeda cakupan: InfoSec lebih luas (fisik + digital), Cyber Security adalah subset-nya.",
        "Dokumen fisik tetap bisa dicuri, disalin, atau difoto - kebocoran informasi tetap mungkin terjadi."
      ],
      "engine": {
        "n": 5,
        "t": "Cyber Security vs Info Security",
        "s": "Sebuah dokumen rahasia dicetak dan disimpan di lemari terkunci. Dokumen tersebut tidak pernah disimpan dalam komputer atau dikirim melalui internet.",
        "q": "Berdasarkan kasus tersebut, pernyataan yang paling tepat adalah ....",
        "o": [
          "Dokumen tersebut tidak memerlukan keamanan",
          "Hanya Cyber Security yang dapat melindungi dokumen tersebut",
          "Information Security tetap diperlukan meskipun informasi tidak berbentuk digital",
          "Cyber Security dan Information Security memiliki arti yang sepenuhnya sama",
          "Dokumen fisik tidak dapat mengalami kebocoran informasi"
        ],
        "a": "C",
        "w": [
          "Semua informasi penting tetap memerlukan perlindungan, termasuk dokumen fisik.",
          "Cyber Security melindungi aset digital. Dokumen ini fisik, sehingga bukan ranah Cyber Security.",
          "Information Security mencakup perlindungan informasi dalam segala bentuk (fisik maupun digital), sedangkan Cyber Security hanya bagian yang menyangkut ranah siber/digital. Jadi InfoSec tetap berlaku untuk dokumen di lemari.",
          "Keduanya berbeda cakupan: InfoSec lebih luas (fisik + digital), Cyber Security adalah subset-nya.",
          "Dokumen fisik tetap bisa dicuri, disalin, atau difoto - kebocoran informasi tetap mungkin terjadi."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A06",
      "nomor": 6,
      "topik": "Aset, Threat, Vulnerability, Risk",
      "topik_sumber": "Aset, Threat, Vulnerability, Risk",
      "stimulus": "Sebuah website sekolah memiliki akun administrator dengan password sederhana. Seorang penyerang mencoba menebak password tersebut untuk mendapatkan akses.",
      "pertanyaan": "Pasangan Threat dan Vulnerability yang tepat adalah ....",
      "opsi": [
        "Threat: Password sederhana; Vulnerability: Penyerang",
        "Threat: Website; Vulnerability: Administrator",
        "Threat: Penyerang; Vulnerability: Password sederhana",
        "Threat: Data; Vulnerability: Internet",
        "Threat: Risiko; Vulnerability: Aset"
      ],
      "kunci_index": "C",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Terbalik. Password sederhana adalah kelemahan sistem (vulnerability), sedangkan penyerang adalah aktor ancaman (threat).",
        "Website adalah aset yang dilindungi, bukan ancaman. Administrator bukan kerentanan.",
        "Threat = aktor/peristiwa yang berpotensi mengeksploitasi (penyerang). Vulnerability = celah/kelemahan yang dieksploitasi (password sederhana). Kombinasi keduanya membentuk risiko.",
        "Data adalah aset yang dilindungi, bukan ancaman. Internet bukan kerentanan spesifik pada kasus ini.",
        "Risiko adalah HASIL dari kombinasi threat + vulnerability, bukan jenis ancaman itu sendiri."
      ],
      "engine": {
        "n": 6,
        "t": "Aset, Threat, Vulnerability, Risk",
        "s": "Sebuah website sekolah memiliki akun administrator dengan password sederhana. Seorang penyerang mencoba menebak password tersebut untuk mendapatkan akses.",
        "q": "Pasangan Threat dan Vulnerability yang tepat adalah ....",
        "o": [
          "Threat: Password sederhana; Vulnerability: Penyerang",
          "Threat: Website; Vulnerability: Administrator",
          "Threat: Penyerang; Vulnerability: Password sederhana",
          "Threat: Data; Vulnerability: Internet",
          "Threat: Risiko; Vulnerability: Aset"
        ],
        "a": "C",
        "w": [
          "Terbalik. Password sederhana adalah kelemahan sistem (vulnerability), sedangkan penyerang adalah aktor ancaman (threat).",
          "Website adalah aset yang dilindungi, bukan ancaman. Administrator bukan kerentanan.",
          "Threat = aktor/peristiwa yang berpotensi mengeksploitasi (penyerang). Vulnerability = celah/kelemahan yang dieksploitasi (password sederhana). Kombinasi keduanya membentuk risiko.",
          "Data adalah aset yang dilindungi, bukan ancaman. Internet bukan kerentanan spesifik pada kasus ini.",
          "Risiko adalah HASIL dari kombinasi threat + vulnerability, bukan jenis ancaman itu sendiri."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A07",
      "nomor": 7,
      "topik": "Analisis Risiko",
      "topik_sumber": "Analisis Risiko",
      "stimulus": "Laboratorium komputer menyimpan data ujian pada satu komputer tanpa backup. Jika komputer mengalami kerusakan, data ujian dapat hilang.",
      "pertanyaan": "Risiko utama dari kondisi tersebut adalah ....",
      "opsi": [
        "Data menjadi lebih mudah dicetak",
        "Kehilangan data dan terganggunya proses ujian",
        "Kecepatan internet meningkat",
        "Komputer menjadi lebih aman",
        "Password menjadi lebih kuat"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Backup tidak berpengaruh pada kemudahan pencetakan data.",
        "Risiko utamanya bersifat ganda: kehilangan data ujian secara permanen (tidak ada salinan) dan terganggunya pelaksanaan ujian.",
        "Tidak ada hubungan dengan kecepatan internet.",
        "Kondisi tanpa backup justru meningkatkan risiko, bukan membuat sistem lebih aman.",
        "Tidak ada hubungan dengan kekuatan password."
      ],
      "engine": {
        "n": 7,
        "t": "Analisis Risiko",
        "s": "Laboratorium komputer menyimpan data ujian pada satu komputer tanpa backup. Jika komputer mengalami kerusakan, data ujian dapat hilang.",
        "q": "Risiko utama dari kondisi tersebut adalah ....",
        "o": [
          "Data menjadi lebih mudah dicetak",
          "Kehilangan data dan terganggunya proses ujian",
          "Kecepatan internet meningkat",
          "Komputer menjadi lebih aman",
          "Password menjadi lebih kuat"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "Backup tidak berpengaruh pada kemudahan pencetakan data.",
          "Risiko utamanya bersifat ganda: kehilangan data ujian secara permanen (tidak ada salinan) dan terganggunya pelaksanaan ujian.",
          "Tidak ada hubungan dengan kecepatan internet.",
          "Kondisi tanpa backup justru meningkatkan risiko, bukan membuat sistem lebih aman.",
          "Tidak ada hubungan dengan kekuatan password."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A08",
      "nomor": 8,
      "topik": "Pengenalan Cyber Security",
      "topik_sumber": "Peran & Profesi Cyber Security",
      "stimulus": "Sebuah perusahaan menemukan aktivitas jaringan yang tidak normal dan membutuhkan seseorang untuk memantau log serta menganalisis kemungkinan serangan.",
      "pertanyaan": "Profesi yang paling sesuai untuk menangani tugas tersebut adalah ....",
      "opsi": [
        "Security Analyst",
        "Graphic Designer",
        "Database User",
        "Hardware Seller",
        "Content Creator"
      ],
      "kunci_index": "A",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Security Analyst bertugas memantau log, mengidentifikasi aktivitas mencurigakan, dan menganalisis kemungkinan serangan - biasanya bekerja di SOC (Security Operations Center).",
        "Graphic Designer bertugas membuat desain visual, bukan analisis keamanan.",
        "Database User hanyalah pengguna basis data, bukan profesi keamanan.",
        "Hardware Seller menjual perangkat keras dan tidak terlibat analisis serangan.",
        "Content Creator membuat konten kreatif, tidak berhubungan dengan pemantauan keamanan."
      ],
      "engine": {
        "n": 8,
        "t": "Pengenalan Cyber Security",
        "s": "Sebuah perusahaan menemukan aktivitas jaringan yang tidak normal dan membutuhkan seseorang untuk memantau log serta menganalisis kemungkinan serangan.",
        "q": "Profesi yang paling sesuai untuk menangani tugas tersebut adalah ....",
        "o": [
          "Security Analyst",
          "Graphic Designer",
          "Database User",
          "Hardware Seller",
          "Content Creator"
        ],
        "a": "A",
        "w": [
          "Security Analyst bertugas memantau log, mengidentifikasi aktivitas mencurigakan, dan menganalisis kemungkinan serangan - biasanya bekerja di SOC (Security Operations Center).",
          "Graphic Designer bertugas membuat desain visual, bukan analisis keamanan.",
          "Database User hanyalah pengguna basis data, bukan profesi keamanan.",
          "Hardware Seller menjual perangkat keras dan tidak terlibat analisis serangan.",
          "Content Creator membuat konten kreatif, tidak berhubungan dengan pemantauan keamanan."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A09",
      "nomor": 9,
      "topik": "Security Mindset",
      "topik_sumber": "Security Mindset",
      "stimulus": "Seorang siswa menerima email yang meminta segera mengklik tautan untuk menghindari penutupan akun. Email tersebut menggunakan bahasa yang mendesak dan alamat pengirim yang tidak dikenal.",
      "pertanyaan": "Security mindset yang paling tepat adalah ....",
      "opsi": [
        "Segera mengklik tautan agar akun tidak ditutup",
        "Meneruskan email kepada semua teman",
        "Memverifikasi pengirim dan tautan sebelum melakukan tindakan",
        "Membalas email dengan password akun",
        "Mengabaikan seluruh penggunaan email"
      ],
      "kunci_index": "C",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Itu justru jebakan phishing: tautan bisa mengarah ke halaman palsu atau mengunduh malware.",
        "Meneruskan email mencurigakan dapat menyebarkan phishing ke lebih banyak korban.",
        "Inti security mindset adalah skeptis dan verifikasi dulu: cek pengirim, domain, dan tautan sebelum bertindak - jangan terpancing sifat mendesak (urgency = red flag).",
        "Membalas dengan password berarti menyerahkan kredensial langsung kepada penyerang.",
        "Berhenti menggunakan email sama sekali tidak realistis; yang benar adalah menggunakan email secara hati-hati."
      ],
      "engine": {
        "n": 9,
        "t": "Security Mindset",
        "s": "Seorang siswa menerima email yang meminta segera mengklik tautan untuk menghindari penutupan akun. Email tersebut menggunakan bahasa yang mendesak dan alamat pengirim yang tidak dikenal.",
        "q": "Security mindset yang paling tepat adalah ....",
        "o": [
          "Segera mengklik tautan agar akun tidak ditutup",
          "Meneruskan email kepada semua teman",
          "Memverifikasi pengirim dan tautan sebelum melakukan tindakan",
          "Membalas email dengan password akun",
          "Mengabaikan seluruh penggunaan email"
        ],
        "a": "C",
        "w": [
          "Itu justru jebakan phishing: tautan bisa mengarah ke halaman palsu atau mengunduh malware.",
          "Meneruskan email mencurigakan dapat menyebarkan phishing ke lebih banyak korban.",
          "Inti security mindset adalah skeptis dan verifikasi dulu: cek pengirim, domain, dan tautan sebelum bertindak - jangan terpancing sifat mendesak (urgency = red flag).",
          "Membalas dengan password berarti menyerahkan kredensial langsung kepada penyerang.",
          "Berhenti menggunakan email sama sekali tidak realistis; yang benar adalah menggunakan email secara hati-hati."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A10",
      "nomor": 10,
      "topik": "Cyber Security Sehari-hari",
      "topik_sumber": "Security Awareness",
      "stimulus": "Sebuah organisasi telah menggunakan sistem keamanan yang canggih, tetapi banyak pegawai masih sering membagikan password kepada rekan kerja.",
      "pertanyaan": "Solusi yang paling efektif adalah ....",
      "opsi": [
        "Menghapus semua akun pegawai",
        "Meningkatkan program Security Awareness dan menerapkan kebijakan penggunaan akun",
        "Menutup seluruh jaringan organisasi",
        "Mengganti semua komputer setiap bulan",
        "Menghapus password dari sistem"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Menghapus akun menghentikan operasional organisasi - bukan solusi.",
        "Akar masalah adalah perilaku manusia. Solusi efektifnya adalah edukasi berkelanjutan (security awareness) dikombinasikan dengan kebijakan/aturan penggunaan akun yang ditegakkan.",
        "Menutup jaringan menghentikan seluruh aktivitas organisasi - tidak proporsional.",
        "Mengganti komputer tidak mengubah perilaku berbagi password.",
        "Menghapus password justru membuka akses bagi siapa saja - sangat berbahaya."
      ],
      "engine": {
        "n": 10,
        "t": "Cyber Security Sehari-hari",
        "s": "Sebuah organisasi telah menggunakan sistem keamanan yang canggih, tetapi banyak pegawai masih sering membagikan password kepada rekan kerja.",
        "q": "Solusi yang paling efektif adalah ....",
        "o": [
          "Menghapus semua akun pegawai",
          "Meningkatkan program Security Awareness dan menerapkan kebijakan penggunaan akun",
          "Menutup seluruh jaringan organisasi",
          "Mengganti semua komputer setiap bulan",
          "Menghapus password dari sistem"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "Menghapus akun menghentikan operasional organisasi - bukan solusi.",
          "Akar masalah adalah perilaku manusia. Solusi efektifnya adalah edukasi berkelanjutan (security awareness) dikombinasikan dengan kebijakan/aturan penggunaan akun yang ditegakkan.",
          "Menutup jaringan menghentikan seluruh aktivitas organisasi - tidak proporsional.",
          "Mengganti komputer tidak mengubah perilaku berbagi password.",
          "Menghapus password justru membuka akses bagi siapa saja - sangat berbahaya."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A11",
      "nomor": 11,
      "topik": "Kriptografi Dasar",
      "topik_sumber": "Plaintext & Ciphertext",
      "stimulus": "Seorang pengguna mengirim pesan rahasia. Pesan asli diubah menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca sebelum dikirim melalui jaringan.",
      "pertanyaan": "Urutan proses yang tepat adalah ....",
      "opsi": [
        "Ciphertext - Enkripsi - Plaintext",
        "Plaintext - Enkripsi - Ciphertext",
        "Dekripsi - Ciphertext - Plaintext",
        "Plaintext - Dekripsi - Ciphertext",
        "Ciphertext - Plaintext - Enkripsi"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Urutan terbalik. Ciphertext adalah hasil akhir, bukan input awal proses pengiriman.",
        "Alur yang benar: Plaintext (pesan asli) - diproses Enkripsi - menghasilkan Ciphertext (pesan tersandi) yang aman dikirim melalui jaringan.",
        "Dekripsi dilakukan penerima setelah menerima ciphertext, bukan di awal proses pengiriman.",
        "Dekripsi tidak menghasilkan ciphertext; dekripsi mengubah ciphertext menjadi plaintext.",
        "Ciphertext tidak pernah diubah kembali menjadi plaintext sebelum dikirim - justru itu tujuan enkripsi."
      ],
      "engine": {
        "n": 11,
        "t": "Kriptografi Dasar",
        "s": "Seorang pengguna mengirim pesan rahasia. Pesan asli diubah menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca sebelum dikirim melalui jaringan.",
        "q": "Urutan proses yang tepat adalah ....",
        "o": [
          "Ciphertext - Enkripsi - Plaintext",
          "Plaintext - Enkripsi - Ciphertext",
          "Dekripsi - Ciphertext - Plaintext",
          "Plaintext - Dekripsi - Ciphertext",
          "Ciphertext - Plaintext - Enkripsi"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "Urutan terbalik. Ciphertext adalah hasil akhir, bukan input awal proses pengiriman.",
          "Alur yang benar: Plaintext (pesan asli) - diproses Enkripsi - menghasilkan Ciphertext (pesan tersandi) yang aman dikirim melalui jaringan.",
          "Dekripsi dilakukan penerima setelah menerima ciphertext, bukan di awal proses pengiriman.",
          "Dekripsi tidak menghasilkan ciphertext; dekripsi mengubah ciphertext menjadi plaintext.",
          "Ciphertext tidak pernah diubah kembali menjadi plaintext sebelum dikirim - justru itu tujuan enkripsi."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A12",
      "nomor": 12,
      "topik": "Kriptografi Dasar",
      "topik_sumber": "Enkripsi & Dekripsi",
      "stimulus": "Dua orang menggunakan sistem komunikasi terenkripsi. Pengirim mengubah pesan asli menjadi pesan tersandi, kemudian penerima mengembalikannya menjadi pesan asli.",
      "pertanyaan": "Proses yang dilakukan penerima adalah ....",
      "opsi": [
        "Enkripsi",
        "Encoding",
        "Dekripsi",
        "Kompresi",
        "Filtering"
      ],
      "kunci_index": "C",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Enkripsi dilakukan oleh pengirim, bukan penerima.",
        "Encoding (mis. Base64) hanya mengubah format agar kompatibel dan bisa dibalik siapa saja - bukan proses membuka pesan terenkripsi.",
        "Penerima mengubah ciphertext kembali menjadi plaintext asli; proses ini disebut dekripsi (membutuhkan kunci).",
        "Kompresi bertujuan memperkecil ukuran data, bukan mengembalikan pesan terenkripsi.",
        "Filtering adalah penyaringan lalu lintas/isi, tidak berhubungan dengan membuka pesan tersandi."
      ],
      "engine": {
        "n": 12,
        "t": "Kriptografi Dasar",
        "s": "Dua orang menggunakan sistem komunikasi terenkripsi. Pengirim mengubah pesan asli menjadi pesan tersandi, kemudian penerima mengembalikannya menjadi pesan asli.",
        "q": "Proses yang dilakukan penerima adalah ....",
        "o": [
          "Enkripsi",
          "Encoding",
          "Dekripsi",
          "Kompresi",
          "Filtering"
        ],
        "a": "C",
        "w": [
          "Enkripsi dilakukan oleh pengirim, bukan penerima.",
          "Encoding (mis. Base64) hanya mengubah format agar kompatibel dan bisa dibalik siapa saja - bukan proses membuka pesan terenkripsi.",
          "Penerima mengubah ciphertext kembali menjadi plaintext asli; proses ini disebut dekripsi (membutuhkan kunci).",
          "Kompresi bertujuan memperkecil ukuran data, bukan mengembalikan pesan terenkripsi.",
          "Filtering adalah penyaringan lalu lintas/isi, tidak berhubungan dengan membuka pesan tersandi."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A13",
      "nomor": 13,
      "topik": "ROT13",
      "topik_sumber": "ROT13",
      "stimulus": "Seorang siswa menggunakan ROT13 untuk menyembunyikan jawaban sementara dalam sebuah permainan. Namun, orang lain yang memahami ROT13 dapat dengan mudah membaca pesan tersebut.",
      "pertanyaan": "Kesimpulan yang paling tepat adalah ....",
      "opsi": [
        "ROT13 cocok untuk melindungi data rahasia tingkat tinggi",
        "ROT13 merupakan metode yang sederhana dan mudah dibalik",
        "ROT13 tidak termasuk metode kriptografi",
        "ROT13 menggunakan teknologi biometrik",
        "ROT13 tidak dapat dikembalikan ke pesan asli"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Justru sebaliknya - ROT13 terlalu lemah untuk data rahasia tingkat tinggi karena siapa pun yang tahu metodenya bisa langsung membacanya.",
        "ROT13 menggeser huruf 13 posisi; menerapkannya sekali lagi mengembalikan teks asli (self-inverse). Sifatnya: sederhana, cepat, mudah dibalik - hanya cocok menyembunyikan info ringan (spoiler), bukan rahasia penting.",
        "ROT13 adalah kasus khusus Caesar Cipher (shift 13), jadi tetap termasuk kriptografi klasik.",
        "ROT13 murni substitusi huruf; tidak menggunakan teknologi biometrik.",
        "ROT13 dapat dikembalikan dengan mudah - cukup terapkan ROT13 sekali lagi."
      ],
      "engine": {
        "n": 13,
        "t": "ROT13",
        "s": "Seorang siswa menggunakan ROT13 untuk menyembunyikan jawaban sementara dalam sebuah permainan. Namun, orang lain yang memahami ROT13 dapat dengan mudah membaca pesan tersebut.",
        "q": "Kesimpulan yang paling tepat adalah ....",
        "o": [
          "ROT13 cocok untuk melindungi data rahasia tingkat tinggi",
          "ROT13 merupakan metode yang sederhana dan mudah dibalik",
          "ROT13 tidak termasuk metode kriptografi",
          "ROT13 menggunakan teknologi biometrik",
          "ROT13 tidak dapat dikembalikan ke pesan asli"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "Justru sebaliknya - ROT13 terlalu lemah untuk data rahasia tingkat tinggi karena siapa pun yang tahu metodenya bisa langsung membacanya.",
          "ROT13 menggeser huruf 13 posisi; menerapkannya sekali lagi mengembalikan teks asli (self-inverse). Sifatnya: sederhana, cepat, mudah dibalik - hanya cocok menyembunyikan info ringan (spoiler), bukan rahasia penting.",
          "ROT13 adalah kasus khusus Caesar Cipher (shift 13), jadi tetap termasuk kriptografi klasik.",
          "ROT13 murni substitusi huruf; tidak menggunakan teknologi biometrik.",
          "ROT13 dapat dikembalikan dengan mudah - cukup terapkan ROT13 sekali lagi."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A14",
      "nomor": 14,
      "topik": "Caesar Cipher",
      "topik_sumber": "Caesar Cipher",
      "stimulus": "Sebuah pesan menggunakan Caesar Cipher dengan pergeseran 3 karakter. Penyerang mengetahui bahwa metode yang digunakan adalah Caesar Cipher, tetapi tidak mengetahui nilai pergeserannya.",
      "pertanyaan": "Kelemahan utama metode tersebut adalah ....",
      "opsi": [
        "Tidak dapat digunakan untuk teks",
        "Memiliki kemungkinan kunci yang sangat banyak",
        "Nilai pergeseran dapat dicoba satu per satu dengan relatif mudah",
        "Tidak menghasilkan ciphertext",
        "Tidak membutuhkan plaintext"
      ],
      "kunci_index": "C",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Caesar Cipher justru dirancang untuk mengenkripsi teks.",
        "Kemungkinan kuncinya hanya 25 (pergeseran 1-25) - sangat sedikit, bukan banyak.",
        "Kelemahan utamanya adalah ruang kunci yang kecil: penyerang cukup mencoba semua pergeseran satu per satu (brute force) dan biasanya menemukan pesan asli dalam waktu singkat.",
        "Caesar Cipher tetap menghasilkan ciphertext.",
        "Semua cipher membutuhkan plaintext sebagai input untuk dienkripsi."
      ],
      "engine": {
        "n": 14,
        "t": "Caesar Cipher",
        "s": "Sebuah pesan menggunakan Caesar Cipher dengan pergeseran 3 karakter. Penyerang mengetahui bahwa metode yang digunakan adalah Caesar Cipher, tetapi tidak mengetahui nilai pergeserannya.",
        "q": "Kelemahan utama metode tersebut adalah ....",
        "o": [
          "Tidak dapat digunakan untuk teks",
          "Memiliki kemungkinan kunci yang sangat banyak",
          "Nilai pergeseran dapat dicoba satu per satu dengan relatif mudah",
          "Tidak menghasilkan ciphertext",
          "Tidak membutuhkan plaintext"
        ],
        "a": "C",
        "w": [
          "Caesar Cipher justru dirancang untuk mengenkripsi teks.",
          "Kemungkinan kuncinya hanya 25 (pergeseran 1-25) - sangat sedikit, bukan banyak.",
          "Kelemahan utamanya adalah ruang kunci yang kecil: penyerang cukup mencoba semua pergeseran satu per satu (brute force) dan biasanya menemukan pesan asli dalam waktu singkat.",
          "Caesar Cipher tetap menghasilkan ciphertext.",
          "Semua cipher membutuhkan plaintext sebagai input untuk dienkripsi."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A15",
      "nomor": 15,
      "topik": "CIA Triad",
      "topik_sumber": "CIA Triad",
      "stimulus": "Seorang pegawai tanpa izin mengubah nilai siswa pada sistem akademik.",
      "pertanyaan": "Komponen CIA Triad yang paling terdampak adalah ....",
      "opsi": [
        "Confidentiality",
        "Integrity",
        "Availability",
        "Authentication",
        "Accounting"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Confidentiality menyangkut kerahasiaan siapa yang boleh melihat data - kasus ini tentang perubahan data.",
        "Integrity menyangkut keakuratan dan keutuhan data. Mengubah nilai tanpa izin berarti data tidak lagi dapat dipercaya kebenarannya - Integrity dilanggar.",
        "Availability menyangkut aksesibilitas sistem; sistem tetap dapat diakses di kasus ini.",
        "Authentication adalah mekanisme verifikasi identitas - bukan komponen CIA Triad.",
        "Accounting adalah bagian dari AAA, bukan CIA Triad."
      ],
      "engine": {
        "n": 15,
        "t": "CIA Triad",
        "s": "Seorang pegawai tanpa izin mengubah nilai siswa pada sistem akademik.",
        "q": "Komponen CIA Triad yang paling terdampak adalah ....",
        "o": [
          "Confidentiality",
          "Integrity",
          "Availability",
          "Authentication",
          "Accounting"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "Confidentiality menyangkut kerahasiaan siapa yang boleh melihat data - kasus ini tentang perubahan data.",
          "Integrity menyangkut keakuratan dan keutuhan data. Mengubah nilai tanpa izin berarti data tidak lagi dapat dipercaya kebenarannya - Integrity dilanggar.",
          "Availability menyangkut aksesibilitas sistem; sistem tetap dapat diakses di kasus ini.",
          "Authentication adalah mekanisme verifikasi identitas - bukan komponen CIA Triad.",
          "Accounting adalah bagian dari AAA, bukan CIA Triad."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A16",
      "nomor": 16,
      "topik": "CIA Triad",
      "topik_sumber": "Confidentiality",
      "stimulus": "Sebuah rumah sakit ingin memastikan data pasien hanya dapat dilihat oleh dokter dan petugas yang memiliki wewenang.",
      "pertanyaan": "Kontrol yang paling sesuai adalah ....",
      "opsi": [
        "Menambah kapasitas penyimpanan",
        "Menerapkan kontrol akses berdasarkan hak pengguna",
        "Meningkatkan kecepatan internet",
        "Menghapus seluruh data pasien",
        "Membuka akses data kepada semua pegawai"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Kapasitas penyimpanan tidak berhubungan dengan pembatasan siapa yang boleh melihat data.",
        "Kontrol akses berbasis hak pengguna (mis. RBAC) memastikan hanya dokter/petugas berwenang yang dapat membuka data pasien - inilah inti Confidentiality.",
        "Kecepatan internet tidak menjamin kerahasiaan data.",
        "Menghapus data justru merusak layanan dan melanggar Availability serta Integrity.",
        "Membuka akses ke semua pegawai justru melanggar prinsip kerahasiaan (least privilege)."
      ],
      "engine": {
        "n": 16,
        "t": "CIA Triad",
        "s": "Sebuah rumah sakit ingin memastikan data pasien hanya dapat dilihat oleh dokter dan petugas yang memiliki wewenang.",
        "q": "Kontrol yang paling sesuai adalah ....",
        "o": [
          "Menambah kapasitas penyimpanan",
          "Menerapkan kontrol akses berdasarkan hak pengguna",
          "Meningkatkan kecepatan internet",
          "Menghapus seluruh data pasien",
          "Membuka akses data kepada semua pegawai"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "Kapasitas penyimpanan tidak berhubungan dengan pembatasan siapa yang boleh melihat data.",
          "Kontrol akses berbasis hak pengguna (mis. RBAC) memastikan hanya dokter/petugas berwenang yang dapat membuka data pasien - inilah inti Confidentiality.",
          "Kecepatan internet tidak menjamin kerahasiaan data.",
          "Menghapus data justru merusak layanan dan melanggar Availability serta Integrity.",
          "Membuka akses ke semua pegawai justru melanggar prinsip kerahasiaan (least privilege)."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A17",
      "nomor": 17,
      "topik": "Availability",
      "topik_sumber": "Availability",
      "stimulus": "Server pembelajaran sekolah mengalami kerusakan sehingga siswa tidak dapat mengakses materi selama tiga hari.",
      "pertanyaan": "Strategi yang paling tepat untuk meningkatkan Availability adalah ....",
      "opsi": [
        "Menggunakan password yang lebih panjang",
        "Menambahkan sistem backup dan mekanisme pemulihan layanan",
        "Menghapus akun siswa",
        "Membatasi jumlah materi pembelajaran",
        "Menonaktifkan server secara permanen"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Password panjang mengamankan akses (Confidentiality), tetapi tidak menyelesaikan kerusakan server.",
        "Availability ditingkatkan dengan backup rutin, redundansi, dan mekanisme pemulihan (disaster recovery) agar layanan cepat kembali berjalan saat gangguan terjadi.",
        "Menghapus akun siswa tidak memperbaiki kerusakan server.",
        "Membatasi materi tidak menyelesaikan masalah ketersediaan layanan.",
        "Menonaktifkan server permanen adalah kebalikan dari Availability."
      ],
      "engine": {
        "n": 17,
        "t": "Availability",
        "s": "Server pembelajaran sekolah mengalami kerusakan sehingga siswa tidak dapat mengakses materi selama tiga hari.",
        "q": "Strategi yang paling tepat untuk meningkatkan Availability adalah ....",
        "o": [
          "Menggunakan password yang lebih panjang",
          "Menambahkan sistem backup dan mekanisme pemulihan layanan",
          "Menghapus akun siswa",
          "Membatasi jumlah materi pembelajaran",
          "Menonaktifkan server secara permanen"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "Password panjang mengamankan akses (Confidentiality), tetapi tidak menyelesaikan kerusakan server.",
          "Availability ditingkatkan dengan backup rutin, redundansi, dan mekanisme pemulihan (disaster recovery) agar layanan cepat kembali berjalan saat gangguan terjadi.",
          "Menghapus akun siswa tidak memperbaiki kerusakan server.",
          "Membatasi materi tidak menyelesaikan masalah ketersediaan layanan.",
          "Menonaktifkan server permanen adalah kebalikan dari Availability."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A18",
      "nomor": 18,
      "topik": "DAD Triad",
      "topik_sumber": "DAD Triad",
      "stimulus": "Seorang penyerang berhasil menghapus sebagian data penting dari server.",
      "pertanyaan": "Kejadian tersebut paling tepat dikategorikan sebagai ....",
      "opsi": [
        "Disclosure",
        "Alteration",
        "Destruction",
        "Authentication",
        "Authorization"
      ],
      "kunci_index": "C",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Disclosure adalah bocornya/pengungkapan data kepada pihak tak berwenang - data masih ada.",
        "Alteration adalah perubahan data, bukan penghapusan.",
        "DAD Triad: Disclosure - Alteration - Destruction. Penghapusan data penting jelas termasuk Destruction (penghancuran data).",
        "Authentication bukan bagian dari DAD Triad.",
        "Authorization bukan bagian dari DAD Triad."
      ],
      "engine": {
        "n": 18,
        "t": "DAD Triad",
        "s": "Seorang penyerang berhasil menghapus sebagian data penting dari server.",
        "q": "Kejadian tersebut paling tepat dikategorikan sebagai ....",
        "o": [
          "Disclosure",
          "Alteration",
          "Destruction",
          "Authentication",
          "Authorization"
        ],
        "a": "C",
        "w": [
          "Disclosure adalah bocornya/pengungkapan data kepada pihak tak berwenang - data masih ada.",
          "Alteration adalah perubahan data, bukan penghapusan.",
          "DAD Triad: Disclosure - Alteration - Destruction. Penghapusan data penting jelas termasuk Destruction (penghancuran data).",
          "Authentication bukan bagian dari DAD Triad.",
          "Authorization bukan bagian dari DAD Triad."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A19",
      "nomor": 19,
      "topik": "AAA & Non-Repudiation",
      "topik_sumber": "AAA & Non-Repudiation",
      "stimulus": "Sebuah sistem harus dapat memastikan siapa yang melakukan login, menentukan hak akses pengguna, mencatat aktivitasnya, dan menyediakan bukti bahwa pengguna benar-benar melakukan suatu transaksi.",
      "pertanyaan": "Kombinasi konsep yang paling tepat adalah ....",
      "opsi": [
        "CIA Triad",
        "DAD Triad",
        "AAA + Non-Repudiation",
        "Encryption + Compression",
        "Backup + Restore"
      ],
      "kunci_index": "C",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "CIA Triad tidak mencakup pencatatan aktivitas maupun bukti transaksi.",
        "DAD Triad adalah bentuk kebalikan CIA (dimensi serangan), bukan kombinasi kontrol.",
        "Authentication (memastikan siapa yang login) + Authorization (menentukan hak akses) + Accounting (mencatat aktivitas) + Non-Repudiation (bukti yang tidak dapat disangkal) - persis menggambarkan kebutuhan sistem tersebut.",
        "Enkripsi dan kompresi tidak menyediakan identitas, hak akses, maupun catatan aktivitas.",
        "Backup + restore hanya menyangkut pemulihan data, bukan AAA."
      ],
      "engine": {
        "n": 19,
        "t": "AAA & Non-Repudiation",
        "s": "Sebuah sistem harus dapat memastikan siapa yang melakukan login, menentukan hak akses pengguna, mencatat aktivitasnya, dan menyediakan bukti bahwa pengguna benar-benar melakukan suatu transaksi.",
        "q": "Kombinasi konsep yang paling tepat adalah ....",
        "o": [
          "CIA Triad",
          "DAD Triad",
          "AAA + Non-Repudiation",
          "Encryption + Compression",
          "Backup + Restore"
        ],
        "a": "C",
        "w": [
          "CIA Triad tidak mencakup pencatatan aktivitas maupun bukti transaksi.",
          "DAD Triad adalah bentuk kebalikan CIA (dimensi serangan), bukan kombinasi kontrol.",
          "Authentication (memastikan siapa yang login) + Authorization (menentukan hak akses) + Accounting (mencatat aktivitas) + Non-Repudiation (bukti yang tidak dapat disangkal) - persis menggambarkan kebutuhan sistem tersebut.",
          "Enkripsi dan kompresi tidak menyediakan identitas, hak akses, maupun catatan aktivitas.",
          "Backup + restore hanya menyangkut pemulihan data, bukan AAA."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A20",
      "nomor": 20,
      "topik": "People, Process, Technology",
      "topik_sumber": "People, Process, Technology",
      "stimulus": "Sebuah perusahaan memiliki firewall dan antivirus yang baik, tetapi belum memiliki aturan penanganan insiden ketika terjadi serangan.",
      "pertanyaan": "Komponen keamanan yang paling perlu diperkuat adalah ....",
      "opsi": [
        "People saja",
        "Process",
        "Technology",
        "Hardware",
        "Internet Connection"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Masalahnya bukan pada kompetensi orang, melainkan tidak adanya prosedur.",
        "Firewall & antivirus = Technology (sudah baik). Yang belum ada adalah aturan/prosedur penanganan insiden - itulah komponen Process.",
        "Technology sudah terpenuhi (firewall dan antivirus baik).",
        "Hardware bukan komponen dalam kerangka People-Process-Technology.",
        "Koneksi internet bukan komponen kerangka 3P."
      ],
      "engine": {
        "n": 20,
        "t": "People, Process, Technology",
        "s": "Sebuah perusahaan memiliki firewall dan antivirus yang baik, tetapi belum memiliki aturan penanganan insiden ketika terjadi serangan.",
        "q": "Komponen keamanan yang paling perlu diperkuat adalah ....",
        "o": [
          "People saja",
          "Process",
          "Technology",
          "Hardware",
          "Internet Connection"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "Masalahnya bukan pada kompetensi orang, melainkan tidak adanya prosedur.",
          "Firewall & antivirus = Technology (sudah baik). Yang belum ada adalah aturan/prosedur penanganan insiden - itulah komponen Process.",
          "Technology sudah terpenuhi (firewall dan antivirus baik).",
          "Hardware bukan komponen dalam kerangka People-Process-Technology.",
          "Koneksi internet bukan komponen kerangka 3P."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A21",
      "nomor": 21,
      "topik": "Klasifikasi Informasi",
      "topik_sumber": "Klasifikasi Informasi",
      "stimulus": "Sebuah sekolah memiliki data berikut: 1) Jadwal kegiatan sekolah. 2) Data nilai siswa. 3) Password administrator server.",
      "pertanyaan": "Urutan klasifikasi informasi dari yang paling umum hingga paling sensitif adalah ....",
      "opsi": [
        "Password - Jadwal - Nilai",
        "Nilai - Password - Jadwal",
        "Jadwal - Nilai - Password",
        "Jadwal - Password - Nilai",
        "Semua memiliki tingkat sensitivitas yang sama"
      ],
      "kunci_index": "C",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Password admin adalah data paling sensitif - tidak mungkin menempati urutan paling umum.",
        "Urutan salah: nilai lebih umum daripada password, dan jadwal justru paling umum.",
        "Jadwal kegiatan = informasi umum/internal (boleh diketahui luas) - Data nilai = privat/rahasia terbatas (hanya pihak terkait) - Password admin = sangat sensitif/restricted (hanya administrator).",
        "Password harus menempati urutan paling sensitif (paling akhir).",
        "Ketiganya memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda jelas."
      ],
      "engine": {
        "n": 21,
        "t": "Klasifikasi Informasi",
        "s": "Sebuah sekolah memiliki data berikut: 1) Jadwal kegiatan sekolah. 2) Data nilai siswa. 3) Password administrator server.",
        "q": "Urutan klasifikasi informasi dari yang paling umum hingga paling sensitif adalah ....",
        "o": [
          "Password - Jadwal - Nilai",
          "Nilai - Password - Jadwal",
          "Jadwal - Nilai - Password",
          "Jadwal - Password - Nilai",
          "Semua memiliki tingkat sensitivitas yang sama"
        ],
        "a": "C",
        "w": [
          "Password admin adalah data paling sensitif - tidak mungkin menempati urutan paling umum.",
          "Urutan salah: nilai lebih umum daripada password, dan jadwal justru paling umum.",
          "Jadwal kegiatan = informasi umum/internal (boleh diketahui luas) - Data nilai = privat/rahasia terbatas (hanya pihak terkait) - Password admin = sangat sensitif/restricted (hanya administrator).",
          "Password harus menempati urutan paling sensitif (paling akhir).",
          "Ketiganya memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda jelas."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A22",
      "nomor": 22,
      "topik": "Perintah Linux",
      "topik_sumber": "Perintah Linux",
      "stimulus": "Seorang administrator berada pada direktori /home/student. Ia ingin mengetahui file yang tersedia, kemudian berpindah ke direktori /etc.",
      "pertanyaan": "Urutan perintah yang paling tepat adalah ....",
      "opsi": [
        "pwd kemudian mkdir /etc",
        "ls kemudian cd /etc",
        "cd kemudian rm /etc",
        "touch kemudian pwd /etc",
        "cat kemudian chmod /etc"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "pwd hanya menampilkan direktori saat ini; mkdir /etc mencoba membuat direktori yang sudah ada - bukan yang diminta.",
        "ls menampilkan daftar file pada direktori saat ini (/home/student), lalu cd /etc berpindah ke direktori /etc. Tepat sasaran.",
        "rm /etc akan menghapus direktori sistem yang kritikal - sangat berbahaya dan salah total.",
        "touch membuat file kosong baru, bukan melihat file atau berpindah direktori.",
        "cat membaca isi file dan chmod mengubah izin akses - keduanya tidak sesuai kebutuhan."
      ],
      "engine": {
        "n": 22,
        "t": "Perintah Linux",
        "s": "Seorang administrator berada pada direktori /home/student. Ia ingin mengetahui file yang tersedia, kemudian berpindah ke direktori /etc.",
        "q": "Urutan perintah yang paling tepat adalah ....",
        "o": [
          "pwd kemudian mkdir /etc",
          "ls kemudian cd /etc",
          "cd kemudian rm /etc",
          "touch kemudian pwd /etc",
          "cat kemudian chmod /etc"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "pwd hanya menampilkan direktori saat ini; mkdir /etc mencoba membuat direktori yang sudah ada - bukan yang diminta.",
          "ls menampilkan daftar file pada direktori saat ini (/home/student), lalu cd /etc berpindah ke direktori /etc. Tepat sasaran.",
          "rm /etc akan menghapus direktori sistem yang kritikal - sangat berbahaya dan salah total.",
          "touch membuat file kosong baru, bukan melihat file atau berpindah direktori.",
          "cat membaca isi file dan chmod mengubah izin akses - keduanya tidak sesuai kebutuhan."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A23",
      "nomor": 23,
      "topik": "Perintah Linux",
      "topik_sumber": "Perintah Linux",
      "stimulus": "Seorang siswa ingin mencari file bernama data.txt dalam direktori tertentu.",
      "pertanyaan": "Perintah yang paling sesuai digunakan adalah ....",
      "opsi": [
        "grep",
        "find",
        "pwd",
        "mkdir",
        "kill"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "grep mencari teks di dalam isi file, bukan mencari file berdasarkan nama.",
        "find dirancang untuk mencari file/direktori berdasarkan nama, ukuran, waktu, dsb. Contoh: find /direktori -name data.txt",
        "pwd hanya menampilkan direktori kerja saat ini.",
        "mkdir membuat direktori baru.",
        "kill menghentikan proses yang sedang berjalan."
      ],
      "engine": {
        "n": 23,
        "t": "Perintah Linux",
        "s": "Seorang siswa ingin mencari file bernama data.txt dalam direktori tertentu.",
        "q": "Perintah yang paling sesuai digunakan adalah ....",
        "o": [
          "grep",
          "find",
          "pwd",
          "mkdir",
          "kill"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "grep mencari teks di dalam isi file, bukan mencari file berdasarkan nama.",
          "find dirancang untuk mencari file/direktori berdasarkan nama, ukuran, waktu, dsb. Contoh: find /direktori -name data.txt",
          "pwd hanya menampilkan direktori kerja saat ini.",
          "mkdir membuat direktori baru.",
          "kill menghentikan proses yang sedang berjalan."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A24",
      "nomor": 24,
      "topik": "Cyber Security Sehari-hari",
      "topik_sumber": "Jejak Digital & Etika Digital",
      "stimulus": "Seorang siswa mengunggah foto temannya ke media sosial tanpa izin dan menambahkan komentar yang dapat mempermalukan temannya.",
      "pertanyaan": "Analisis yang paling tepat adalah ....",
      "opsi": [
        "Tindakan tersebut tidak memiliki dampak karena dilakukan di internet",
        "Tindakan tersebut merupakan bagian dari jejak digital dan dapat melanggar etika digital",
        "Semua konten di media sosial otomatis bersifat pribadi",
        "Jejak digital akan langsung hilang setelah beberapa menit",
        "Pengguna tidak bertanggung jawab atas konten yang diunggah"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Tindakan di internet memiliki dampak nyata; jejak digital sulit dihapus dan bisa merugikan orang lain.",
        "Unggahan tersebut membentuk jejak digital yang permanen, dan membagikan foto tanpa izin plus komentar yang mempermalukan melanggar etika digital (privasi & menghargai orang lain).",
        "Konten media sosial dapat menyebar jauh melampaui pengaturan privasi - tidak otomatis pribadi.",
        "Jejak digital dapat bertahan sangat lama, disalin, dan tersebar - tidak hilang dalam hitungan menit.",
        "Pengguna bertanggung jawab penuh atas setiap konten yang diunggah, termasuk konsekuensi hukum dan sosialnya."
      ],
      "engine": {
        "n": 24,
        "t": "Cyber Security Sehari-hari",
        "s": "Seorang siswa mengunggah foto temannya ke media sosial tanpa izin dan menambahkan komentar yang dapat mempermalukan temannya.",
        "q": "Analisis yang paling tepat adalah ....",
        "o": [
          "Tindakan tersebut tidak memiliki dampak karena dilakukan di internet",
          "Tindakan tersebut merupakan bagian dari jejak digital dan dapat melanggar etika digital",
          "Semua konten di media sosial otomatis bersifat pribadi",
          "Jejak digital akan langsung hilang setelah beberapa menit",
          "Pengguna tidak bertanggung jawab atas konten yang diunggah"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "Tindakan di internet memiliki dampak nyata; jejak digital sulit dihapus dan bisa merugikan orang lain.",
          "Unggahan tersebut membentuk jejak digital yang permanen, dan membagikan foto tanpa izin plus komentar yang mempermalukan melanggar etika digital (privasi & menghargai orang lain).",
          "Konten media sosial dapat menyebar jauh melampaui pengaturan privasi - tidak otomatis pribadi.",
          "Jejak digital dapat bertahan sangat lama, disalin, dan tersebar - tidak hilang dalam hitungan menit.",
          "Pengguna bertanggung jawab penuh atas setiap konten yang diunggah, termasuk konsekuensi hukum dan sosialnya."
        ]
      },
      "aktif": true
    },
    {
      "id": "A25",
      "nomor": 25,
      "topik": "Ancaman & Serangan Siber",
      "topik_sumber": "Ancaman & Serangan Siber",
      "stimulus": "Sebuah sekolah menerima email yang menyerupai pesan resmi. Email tersebut meminta pengguna memasukkan username dan password pada sebuah halaman login palsu.",
      "pertanyaan": "Jenis serangan dan tindakan pencegahan yang paling tepat adalah ....",
      "opsi": [
        "Malware - Menghapus monitor",
        "Phishing - Memverifikasi pengirim dan alamat situs sebelum memasukkan kredensial",
        "DDoS - Mengganti password dengan nama sendiri",
        "Brute Force - Membagikan password kepada administrator",
        "Defacement - Menambah kapasitas RAM"
      ],
      "kunci_index": "B",
      "kunci_teks": null,
      "analisis": [
        "Malware adalah perangkat lunak jahat; kasus ini adalah email dan halaman palsu. Menghapus monitor tentu tidak relevan.",
        "Email palsu + halaman login palsu untuk mencuri kredensial = Phishing. Pencegahan yang tepat: selalu verifikasi alamat pengirim dan URL situs sebelum memasukkan username/password.",
        "DDoS adalah serangan membanjiri server dengan trafik; menggunakan nama sendiri sebagai password justru sangat lemah.",
        "Brute Force adalah menebak password dengan mencoba kombinasi; membagikan password kepada siapa pun (termasuk 'administrator') adalah kesalahan fatal.",
        "Defacement adalah perusakan tampilan website; menambah RAM tidak ada hubungannya dengan pencegahan phishing."
      ],
      "engine": {
        "n": 25,
        "t": "Ancaman & Serangan Siber",
        "s": "Sebuah sekolah menerima email yang menyerupai pesan resmi. Email tersebut meminta pengguna memasukkan username dan password pada sebuah halaman login palsu.",
        "q": "Jenis serangan dan tindakan pencegahan yang paling tepat adalah ....",
        "o": [
          "Malware - Menghapus monitor",
          "Phishing - Memverifikasi pengirim dan alamat situs sebelum memasukkan kredensial",
          "DDoS - Mengganti password dengan nama sendiri",
          "Brute Force - Membagikan password kepada administrator",
          "Defacement - Menambah kapasitas RAM"
        ],
        "a": "B",
        "w": [
          "Malware adalah perangkat lunak jahat; kasus ini adalah email dan halaman palsu. Menghapus monitor tentu tidak relevan.",
          "Email palsu + halaman login palsu untuk mencuri kredensial = Phishing. Pencegahan yang tepat: selalu verifikasi alamat pengirim dan URL situs sebelum memasukkan username/password.",
          "DDoS adalah serangan membanjiri server dengan trafik; menggunakan nama sendiri sebagai password justru sangat lemah.",
          "Brute Force adalah menebak password dengan mencoba kombinasi; membagikan password kepada siapa pun (termasuk 'administrator') adalah kesalahan fatal.",
          "Defacement adalah perusakan tampilan website; menambah RAM tidak ada hubungannya dengan pencegahan phishing."
        ]
      },
      "aktif": true
    }
  ],
  "essays": [
    {
      "t": "ANALISIS RISIKO CYBER SECURITY",
      "q": "Sebuah sekolah menyimpan seluruh data siswa, nilai, dan dokumen administrasi pada sebuah server. Server tersebut menggunakan password administrator yang sederhana, jarang diperbarui, dan tidak memiliki sistem backup. Analisislah: <ol><li>Aset yang perlu dilindungi</li><li>Threat yang mungkin terjadi</li><li>Vulnerability yang terdapat pada sistem</li><li>Risk yang mungkin dihadapi sekolah</li><li>Prioritas tindakan untuk mengurangi risiko</li></ol>",
      "a": "<h5>1. ASET YANG PERLU DILINDUNGI</h5><ul><li>Data pribadi siswa (identitas, kontak, alamat)</li><li>Data nilai akademik</li><li>Dokumen administrasi sekolah</li><li>Server & aplikasi penyimpanan itu sendiri</li><li>Reputasi & kepercayaan orang tua/siswa</li></ul><h5>2. THREAT (ANCAMAN)</h5><ul><li>Peretas eksternal yang mencoba menyusup ke server</li><li>Insider (orang dalam) yang menyalahgunakan akses</li><li>Malware/ransomware via email atau flashdisk</li><li>Kerusakan perangkat keras & bencana (listrik padam, kebakaran)</li></ul><h5>3. VULNERABILITY (KERENTANAN)</h5><ul><li>Password administrator <b>sederhana</b> - mudah ditebak / brute force</li><li>Password <b>jarang diperbarui</b> - semakin lama makin rentan</li><li><b>Tanpa backup</b> - single point of failure</li><li>(Kemungkinan lain) tidak ada pembatasan percobaan login & sistem tidak di-update</li></ul><h5>4. RISK (RISIKO)</h5><ul><li>Kehilangan data <b>permanen</b> bila server rusak (tidak dapat dipulihkan)</li><li>Kebocoran data pribadi siswa - pelanggaran privasi / UU PDP</li><li>Manipulasi nilai - integritas akademik rusak</li><li>Server diambil alih untuk serangan lanjutan; layanan administrasi lumpuh; reputasi hancur</li></ul><h5>5. PRIORITAS TINDAKAN (URUT)</h5><ol><li>Ganti password admin menjadi kuat & unik + aktifkan <b>MFA</b></li><li>Buat <b>backup otomatis</b> (offline + cloud) dan <b>uji restore</b> berkala</li><li>Kebijakan rotasi password & pembatasan percobaan login (anti brute force)</li><li>Update OS/aplikasi, pasang antivirus & firewall</li><li>Batasi hak akses sesuai peran + aktifkan log/audit</li><li>Edukasi pengguna (guru/admin) tentang keamanan dasar</li></ol>"
    },
    {
      "t": "ANALISIS CIA TRIAD",
      "q": "Sebuah sistem e-learning mengalami: <ol><li>Data nilai siswa diubah tanpa izin</li><li>Server tidak dapat diakses selama proses pembelajaran</li><li>Data pribadi siswa dibagikan kepada pihak yang tidak berwenang</li></ol> Analisislah setiap kejadian berdasarkan CIA Triad dan kontrol keamanan yang dapat diterapkan.",
      "a": "<h5>KEJADIAN 1 - Nilai diubah tanpa izin - <span class=\"gr\">INTEGRITY</span> dilanggar</h5><p>Data tidak lagi akurat/dapat dipercaya kebenarannya.</p><p><b>Kontrol:</b> audit log pencatatan perubahan, kontrol akses berbasis peran, otorisasi berlapis untuk perubahan nilai, versioning/hash untuk mendeteksi perubahan.</p><h5>KEJADIAN 2 - Server tidak dapat diakses - <span class=\"pk\">AVAILABILITY</span> dilanggar</h5><p>Layanan tidak tersedia saat dibutuhkan proses pembelajaran.</p><p><b>Kontrol:</b> backup server / redundansi & failover, monitoring + alert dini, rencana disaster recovery (RTO/RPO), maintenance & update rutin.</p><h5>KEJADIAN 3 - Data pribadi dibagikan ke pihak tak berwenang - <span class=\"cy\">CONFIDENTIALITY</span> dilanggar</h5><p>Kerahasiaan data pribadi siswa bocor.</p><p><b>Kontrol:</b> enkripsi data, kontrol akses (RBAC / least privilege), perjanjian kerahasiaan (NDA), pelatihan kesadaran keamanan, DLP (data loss prevention).</p><p><b>Kesimpulan:</b> ketiga insiden mewakili pelanggaran I, A, dan C - bukti bahwa ketiga pilar CIA harus dijaga bersamaan.</p>"
    },
    {
      "t": "EVALUASI SECURITY AWARENESS",
      "q": "Seorang pegawai menerima email: \"Akun Anda akan segera dinonaktifkan. Klik tautan berikut dan masukkan username serta password Anda sekarang.\" Ia hampir memasukkan data akun karena email terlihat resmi. Evaluasilah langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum bertindak, beserta alasannya berdasarkan Security Awareness & Security Mindset.",
      "a": "<h5>LANGKAH-LANGKAH SEBELUM BERTINDAK</h5><ol><li><b>Berhenti - jangan klik & jangan panik.</b> Alasan: sifat mendesak (\"segera dinonaktifkan\") adalah taktik social engineering agar korban bertindak gegabah. Urgensi = red flag.</li><li><b>Periksa alamat pengirim yang sebenarnya.</b> Alasan: penyerang memalsukan nama pengirim; domain palsu sering hanya berbeda satu huruf dari domain asli.</li><li><b>Arahkan kursor ke tautan untuk melihat URL asli</b> (jangan diklik). Alasan: teks tautan bisa menyamar, sedangkan URL sebenarnya sering mengarah ke domain aneh / halaman login palsu.</li><li><b>Cari tanda phishing lain:</b> salam generik, typo, permintaan password. Alasan: institusi resmi <u>tidak pernah</u> meminta kredensial melalui email.</li><li><b>Verifikasi melalui kanal resmi</b> (hubungi admin/IT lewat nomor/situs resmi, bukan membalas email). Alasan: prinsip <i>verify before trust</i> - konfirmasi independen memutus rangkaian penipuan.</li><li><b>Laporkan email ke admin/IT</b> dan jangan sebarkan. Alasan: pelaporan melindungi rekan lain; awareness individu menjadi pertahanan kolektif (human firewall).</li></ol><h5>INTI MINDSET</h5><p>Skeptis secara default - jangan biarkan emosi mengambil keputusan - kredensial tidak pernah diminta lewat tautan - keamanan juga tanggung jawab pengguna, bukan hanya tim IT.</p>"
    },
    {
      "t": "EVALUASI KEAMANAN SISTEM",
      "q": "Sebuah organisasi memasang antivirus, firewall, dan enkripsi - tetapi tetap bocor data karena pegawai memakai password yang sama di banyak akun dan saling berbagi password. Evaluasilah mengapa teknologi yang baik belum cukup. Hubungkan dengan konsep People-Process-Technology dan AAA.",
      "a": "<h5>MENGAPA TEKNOLOGI SAJA TIDAK CUKUP</h5><p>Antivirus, firewall, dan enkripsi hanya mengamankan <b>sisi sistem</b>. Padahal penyebab kebocoran ada pada <span class=\"pk\">perilaku manusia</span> dan <span class=\"pk\">ketiadaan prosedur</span>. Penyerang tidak perlu menembus firewall bila kredensial diserahkan secara sukarela.</p><h5>ANALISIS 3P</h5><ul><li><b>People:</b> pegawai belum memiliki security awareness - perlu pelatihan rutin, simulasi phishing, dan budaya \"password tidak pernah dibagikan\".</li><li><b>Process:</b> tidak ada kebijakan password (keunikan, kompleksitas, rotasi) dan tidak ada penegakan/sanksi - perlu SOP tertulis + audit kepatuhan.</li><li><b>Technology:</b> sudah baik, namun dapat diperkuat dengan <b>password manager</b>, <b>MFA</b>, dan deteksi login ganda/anomali.</li></ul><h5>KAITAN DENGAN AAA</h5><ul><li><b>Authentication lemah</b> - password dipakai bersama; sistem tidak bisa memastikan siapa pengguna sebenarnya.</li><li><b>Accounting rusak</b> - log tidak bermakna karena satu akun dipakai banyak orang.</li><li><b>Non-repudiation hilang</b> - pelaku dapat menyangkal karena identitas akun tidak unik.</li></ul><h5>KESIMPULAN</h5><p>Keamanan efektif = <b>People + Process + Technology</b> berjalan seimbang. Tanpa manusia yang sadar dan proses yang jelas, teknologi terbaik pun akan gagal.</p>"
    },
    {
      "t": "MERANCANG STRATEGI KEAMANAN",
      "q": "Laboratorium komputer sekolah (30 komputer, terhubung jaringan & internet) akan dipakai untuk ujian berbasis komputer dan pembelajaran Cyber Security. Sekolah ingin: melindungi data siswa, mencegah malware, mengurangi akses tidak sah, dan memastikan kegiatan tetap berjalan saat gangguan. Rancang minimal LIMA strategi beserta alasan & manfaatnya.",
      "a": "<h5>STRATEGI 1 - Kontrol Akses & Akun Individual</h5><p>Setiap siswa/guru memiliki akun sendiri dengan password kuat, MFA untuk admin, dan hak akses berbasis peran (RBAC). <b>Alasan/manfaat:</b> authentication & accountability jelas; mencegah akses tidak sah; memenuhi AAA + non-repudiation.</p><h5>STRATEGI 2 - Segmentasi Jaringan & Firewall</h5><p>Pisahkan jaringan lab dari jaringan umum sekolah (VLAN), blokir situs berbahaya, sediakan <i>mode ujian</i> yang hanya mengizinkan aplikasi ujian. <b>Alasan/manfaat:</b> mempersempit permukaan serangan, menjaga integritas ujian.</p><h5>STRATEGI 3 - Perlindungan Malware</h5><p>Antivirus/EDR ter-update di semua komputer, update OS rutin, kontrol/kunci port USB, whitelist aplikasi. <b>Alasan/manfaat:</b> mencegah infeksi & penyebaran malware antar komputer melalui flashdisk/jaringan.</p><h5>STRATEGI 4 - Backup & Rencana Pemulihan</h5><p>Backup otomatis data ujian (lokal + cloud), uji restore berkala, server cadangan/failover. <b>Alasan/manfaat:</b> menjamin <b>Availability</b> - ujian & pembelajaran tetap berjalan saat gangguan/kerusakan.</p><h5>STRATEGI 5 - Monitoring, Logging & Audit</h5><p>Catat log login & aktivitas, tinjauan berkala, alert untuk aktivitas mencurigakan. <b>Alasan/manfaat:</b> deteksi dini serangan, menyediakan bukti (accounting & non-repudiation).</p><h5>STRATEGI 6 - Security Awareness & Kebijakan Lab</h5><p>SOP tertulis penggunaan lab, sosialisasi etika digital & password, simulasi phishing sederhana. <b>Alasan/manfaat:</b> memperkuat pilar <b>People</b> dan <b>Process</b>.</p><h5>STRATEGI 7 - Keamanan Fisik</h5><p>Kunci ruang server, CCTV, kebiasaan logout/lock screen. <b>Alasan/manfaat:</b> mencegah akses fisik tidak sah terhadap perangkat.</p>"
    }
  ]
}