Tujuan & Peta Modul
Prasyarat
- Memahami fungsi alamat IP dan komunikasi dasar dalam jaringan.
- Mengenal bit, oktet, bilangan biner, dan operasi pangkat dua.
- Mengetahui perbedaan host, switch, router, dan gateway.
- Familiar dengan sistem operasi untuk praktik perintah jaringan (opsional).
Kompetensi akhir
- Menjelaskan struktur dan anatomi alamat IPv4 serta posisinya pada lapisan jaringan.
- Mengklasifikasikan kelas alamat dan mengidentifikasi rentang privat serta rentang khusus.
- Mengubah prefix CIDR menjadi subnet mask dan sebaliknya.
- Menghitung network ID, broadcast, rentang host, dan kapasitas.
- Menyusun skema alamat FLSM/VLSM untuk beberapa segmen LAN.
- Menjelaskan mekanisme DHCP (DORA), APIPA, NAT, dan dasar pengalamatan IPv6.
| Bagian | Bab | Fokus materi | Estimasi |
|---|---|---|---|
| Fondasi | 02–04 | Struktur alamat IP, kelas, rentang khusus, jenis komunikasi, NAT | ±45 menit |
| Analisis | 05–09 | Konsep subnetting, biner, rumus, tabel CIDR, metode hitung cepat | ±90 menit |
| Praktik | 10–14 | Kalkulator, contoh soal, VLSM, supernetting, studi kasus | ±120 menit |
| Pengayaan | 15–16 | DHCP, APIPA, pengalamatan dinamis, pengantar IPv6 | ±60 menit |
| Evaluasi | 17–19 | Troubleshooting, drill dan kuis, glosarium | ±45 menit |
Fondasi Alamat IP
Apa itu alamat IP?
Alamat IP (Internet Protocol address) adalah pengenal numerik logis yang ditetapkan pada setiap interface perangkat yang berkomunikasi menggunakan protokol TCP/IP. Setiap paket yang dikirim membawa alamat sumber dan alamat tujuan pada header IP-nya; router membaca alamat tujuan untuk memutuskan ke mana paket diteruskan.
Alamat IP bersifat logis: ditetapkan oleh administrator atau layanan DHCP, dan dapat berubah ketika perangkat berpindah jaringan. Ini berbeda dengan alamat MAC yang bersifat fisik dan melekat pada NIC sejak pabrik.
IPv4 dan IPv6
IPv4 (RFC 791, 1981) memakai alamat 32 bit sehingga hanya tersedia 232 = 4.294.967.296 kombinasi — sebuah angka yang ternyata tidak cukup untuk pertumbuhan internet. Keterbatasan ini dijawab sementara dengan NAT dan CIDR, lalu dijawab permanen oleh IPv6 yang memakai 128 bit (≈3,4×1038 alamat). Modul ini berfokus pada IPv4; IPv6 dibahas sebagai pengantar pada Bab 16.
Anatomi alamat IPv4
IPv4 ditulis dalam desimal bertitik (dotted decimal): empat oktet yang dipisah titik, masing-masing 8 bit bernilai 0–255. Setiap alamat terbagi menjadi dua bagian: network (identitas jaringan) dan host (identitas perangkat dalam jaringan itu). Panjang bagian network ditentukan oleh subnet mask.
192.168.10.25/24 ├─ bagian network : 192.168.10 (24 bit pertama) └─ bagian host : .25 (8 bit terakhir) Total kombinasi 32 bit = 2^32 = 4.294.967.296 alamat
Posisi IP dalam tumpukan protokol
IP bekerja pada lapisan internet/jaringan (layer 3): menerima segmen dari TCP/UDP, membungkusnya menjadi paket, lalu menyerahkan pemindahan bit ke lapisan data link. Protokol pendampingnya, ICMP, membawa pesan kontrol dan diagnostik — inilah yang dipakai ping dan traceroute.
Bidang penting header IPv4: - Version : 4 - TTL : dikurangi tiap router (dasar traceroute) - Protocol : 6=TCP, 17=UDP, 1=ICMP - Source / Destination Address (masing-masing 32 bit) Ukuran header dasar: 20 byte (maksimum 60 byte dengan opsi)
| Aspek | Alamat MAC | Alamat IP |
|---|---|---|
| Lapisan | 2 — data link | 3 — jaringan/internet |
| Sifat | Fisik, dibakar pabrik | Logis, dapat diubah |
| Cakupan unik | Global per NIC | Lokal per subnet |
| Ditentukan oleh | Pabrikan | Administrator atau DHCP |
| Contoh | 00:1A:2B:3C:4D:5E | 192.168.10.25 |
Kelas IPv4 & Era Classful
Sebelum CIDR: alamat dibagi kelas
Pada desain awal (era classful), subnet mask tidak dituliskan — panjang bagian network ditentukan otomatis oleh bit-bit pertama alamat. Berdasarkan nilai oktet pertama, alamat jatuh ke salah satu dari lima kelas:
| Kelas | Oktet pertama | Bit awal | Mask default | Jumlah network | Host per network | Penggunaan |
|---|---|---|---|---|---|---|
| A | 1–126 | 0 | /8 (255.0.0.0) | 126 | 16.777.214 | Jaringan sangat besar |
| B | 128–191 | 10 | /16 (255.255.0.0) | 16.384 | 65.534 | Menengah-besar |
| C | 192–223 | 110 | /24 (255.255.255.0) | 2.097.152 | 254 | Kecil |
| D | 224–239 | 1110 | — | — | — | Multicast |
| E | 240–255 | 1111 | — | — | — | Tercadang/eksperimen |
Angka 0 dan 127 tidak dipakai sebagai network kelas A: blok 0.0.0.0/8 berarti "jaringan ini" dan 127.0.0.0/8 dicadangkan untuk loopback. Karena itu kelas A "hanya" memiliki 126 network (27−2).
Mengapa classful gagal
- Pemborosan besar: organisasi yang butuh beberapa ratus host sering mengambil seluruh kelas B (65.534 alamat) karena kelas C terasa sempit — jutaan alamat menganggur.
- Kebangkrutan blok menengah: kelas B hampir habis pada awal 1990-an.
- Tabel routing global membengkak: jutaan rute kelas C terpisah membebani router internet.
Garis waktu solusi
1981 RFC 791 IPv4 didefinisikan (classful) 1985 RFC 950 Subnetting resmi dimungkinkan 1993 RFC 1519 CIDR menggantikan kelas 1994 RFC 1631 NAT mulai distandarkan 1998 RFC 2460 IPv6 (menjadi RFC 8200, 2017)
CIDR menghapus batas kelas: prefix boleh /20, /26, atau berapa pun. NAT memungkinkan jutaan host privat berbagi sedikit alamat publik. Keduanya memperpanjang umur IPv4 hingga hari ini.
/24 atau "rentang kelas A" untuk oktet pertama 1–126. Pahami konteksnya — pada konfigurasi modern, yang relevan adalah prefix, bukan kelas.Jenis Alamat & Rentang Khusus
Publik vs privat (RFC 1918)
Alamat publik unik secara global dan dirouting di internet. Alamat privat hanya sah dipakai di jaringan internal dan tidak dirouting di internet — untuk keluar, diperlukan NAT pada batas jaringan.
| Blok | Rentang | Jumlah alamat | Kecocokan |
|---|---|---|---|
10.0.0.0/8 | 10.0.0.0–10.255.255.255 | 16.777.216 | Enterprise/jaringan besar |
172.16.0.0/12 | 172.16.0.0–172.31.255.255 | 1.048.576 | Menengah; populer untuk infrastruktur internal |
192.168.0.0/16 | 192.168.0.0–192.168.255.255 | 65.536 | SOHO/kecil; default router rumah |
NAT: jembatan privat ke publik
NAT (Network Address Translation) mengganti alamat pada batas jaringan. Tiga bentuk umumnya:
- Static NAT: pemetaan 1:1 privat↔publik; cocok untuk server yang harus dijangkau dari luar.
- Dynamic NAT: kumpulan alamat publik dipakai bergiliran oleh kumpulan host privat.
- PAT / NAT overload: banyak host privat berbagi satu alamat publik dengan pembeda port. Inilah bentuk yang dipakai hampir semua router rumah; router menyimpan tabel translasi pasangan alamat:port.
Unicast
Satu-ke-satu: satu pengirim, satu penerima. Mayoritas trafik jaringan (web, email, transfer file) adalah unicast.
Broadcast
Satu-ke-semua dalam satu subnet. Directed broadcast ditujukan ke alamat broadcast subnet; limited broadcast 255.255.255.255 tidak pernah melewati router. Protokol ARP memakai broadcast untuk menemukan MAC tujuan lokal.
Multicast
Satu-ke-banyak yang berlangganan, memakai blok 224.0.0.0/4. Contoh: OSPF mengirim hello ke 224.0.0.5; protokol streaming dan IPTV juga memanfaatkannya.
| Blok | Rentang | Fungsi |
|---|---|---|
0.0.0.0/8 | 0.0.0.0–0.255.255.255 | "This network"; 0.0.0.0 dipakai sebagai alamat sumber tak tentu (mis. DHCP Discover) dan default route 0.0.0.0/0 |
10.0.0.0/8 | 10.0.0.0–10.255.255.255 | Privat RFC 1918 |
100.64.0.0/10 | 100.64.0.0–100.127.255.255 | CGNAT operator (RFC 6598) — alamat "setengah publik" di belakang NAT ISP |
127.0.0.0/8 | 127.0.0.0–127.255.255.255 | Loopback; 127.0.0.1 menguji stack TCP/IP lokal tanpa menyentuh jaringan |
169.254.0.0/16 | 169.254.0.0–169.254.255.255 | Link-local / APIPA — dipilih otomatis saat DHCP gagal (lihat Bab 15) |
172.16.0.0/12 | 172.16.0.0–172.31.255.255 | Privat RFC 1918 |
192.0.2.0/24, 198.51.100.0/24, 203.0.113.0/24 | TEST-NET 1–3 | Khusus dokumentasi dan contoh (RFC 5737) — aman dipakai di modul seperti ini |
192.168.0.0/16 | 192.168.0.0–192.168.255.255 | Privat RFC 1918 |
224.0.0.0/4 | 224.0.0.0–239.255.255.255 | Multicast |
240.0.0.0/4 | 240.0.0.0–255.255.255.254 | Tercadang/eksperimen (kelas E) |
255.255.255.255 | — | Limited broadcast; tidak dirouter |
100.64.0.0/10, kamu berada di belakang CGNAT operator: alamat publik sebenarnya dibagi lagi oleh ISP. Ini normal, tetapi menyulitkan port forwarding dari luar.Konsep Dasar Subnetting
Apa itu subnetting?
Subnetting adalah proses membagi satu blok alamat IP menjadi beberapa jaringan logis yang lebih kecil. Pembagian dilakukan dengan meminjam bit dari bagian host untuk memperbesar bagian network. Semakin panjang prefix, semakin banyak subnet yang bisa dibentuk — dan semakin sedikit host per subnet.
Performa & skala
Broadcast domain yang sangat besar memakan bandwidth dan CPU seluruh host (setiap host harus memproses broadcast walau tidak relevan). Subnet membatasi ledakan broadcast, memperkecil domain kegagalan, dan menjadikan trafik lebih terarah.
Keamanan & segmentasi
Dengan subnet terpisah, kebijakan dapat ditegakkan di batas layer 3: ACL dan firewall antar segmen, isolasi jaringan tamu dari internal, pemisahan jaringan manajemen perangkat dari jaringan pengguna.
Efisiensi & organisasi
Alokasi sesuai kebutuhan menghemat ruang alamat; struktur yang rapi memudahkan dokumentasi, delegasi, pemetaan VLAN, dan peringkasan rute (lihat Bab 13).
Bagaimana host tahu tujuannya lokal atau remote?
Ini inti logika subnetting. Setiap kali hendak mengirim paket, host melakukan empat langkah:
- Meng-AND-kan alamat tujuan dengan subnet mask miliknya sendiri.
- Meng-AND-kan alamat dirinya sendiri dengan mask yang sama.
- Jika hasilnya sama → tujuan satu subnet → kirim langsung di layer 2 (cari MAC lewat ARP).
- Jika hasilnya berbeda → serahkan paket ke default gateway.
Karena host memakai mask miliknya sendiri untuk kedua perbandingan, dua host dengan mask yang tidak sama dapat menilai situasi secara berbeda — inilah akar banyak gejala troubleshooting aneh (lihat Bab 17).
| Istilah | Makna | Contoh |
|---|---|---|
| Network address | Alamat identitas subnet; bit host seluruhnya 0. | 192.168.10.0/24 |
| Broadcast address | Alamat untuk broadcast IPv4 pada subnet; bit host seluruhnya 1. | 192.168.10.255 |
| Usable host | Alamat yang biasanya dapat dipakai interface host. | 192.168.10.1–254 |
| Subnet mask | 32 bit yang menandai bagian network dengan bit 1. | 255.255.255.0 |
| Default gateway | Alamat router pada subnet lokal yang dipakai untuk menuju jaringan lain. | 192.168.10.1 |
Biner, Oktet, dan Subnet Mask
Nilai bit dalam satu oktet
| Posisi | 8 | 7 | 6 | 5 | 4 | 3 | 2 | 1 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Nilai | 128 | 64 | 32 | 16 | 8 | 4 | 2 | 1 |
Setiap oktet memiliki 8 bit dan nilai maksimum 255 (semua bit bernilai 1). Hafalkan baris nilai ini — seluruh subnetting berdiri di atasnya.
Konversi dua arah
Biner ke desimal (jumlahkan bobot bit 1): 01001101 = 64 + 8 + 4 + 1 = 77 Desimal ke biner (kurangi bobot terbesar): 205 − 128 = 77 → bit 128 = 1 77 − 64 = 13 → bit 64 = 1 13 − 8 = 5 → bit 8 = 1 5 − 4 = 1 → bit 4 = 1 1 − 1 = 0 → bit 1 = 1 205 = 11001101
Mask selalu kontigu
Subnet mask yang sah hanya memiliki pola bit 1 berurutan di kiri, lalu bit 0 berurutan di kanan: 11111111.11111111.11111111.11000000 sah; …10101010 tidak. Prefix hanyalah cara ringkas menuliskan jumlah bit 1 itu: /26 = 26 bit network, 6 bit host.
/26 = 11111111.11111111.11111111.11000000
= 255.255.255.192
Bit host = 32 − 26 = 6 → 2^6 = 64 alamat per subnet
Wildcard mask
Wildcard adalah invers subnet mask: bit 0 pada posisi network, bit 1 pada posisi host. Untuk /24: mask 255.255.255.0 → wildcard 0.0.0.255. Wildcard dipakai pada ACL dan pernyataan network protokol routing tertentu (mis. OSPF), bukan untuk konfigurasi IP host.
Operasi AND: cara router dan host menentukan network
Menghitung network address hanyalah operasi AND biner antara alamat dan mask — bit demi bit, 1 hanya jika keduanya 1:
IP 192.168.10.77 = 11000000.10101000.00001010.01001101
MASK /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000
AND ---------------------------------------------------
Network = 11000000.10101000.00001010.01000000
= 192.168.10.64
Inilah fondasi dari seluruh "metode hitung cepat" pada Bab 09 — metode-metode itu hanyalah jalan pintas menuju hasil AND yang sama.
Inspektor biner interaktif
Masukkan alamat IPv4 dan prefix. Bit network diberi warna cyan, bit host diredupkan — perhatikan bagaimana perubahan satu angka prefix menggeser garis pemisahnya.
Rumus Inti Subnetting
Pangkat dua: tabel wajib hafal
| Pangkat | 2¹ | 2² | 2³ | 2⁴ | 2⁵ | 2⁶ | 2⁷ | 2⁸ | 2⁹ | 2¹⁰ |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Nilai | 2 | 4 | 8 | 16 | 32 | 64 | 128 | 256 | 512 | 1024 |
Yang sering dipakai juga: 2¹²=4.096 · 2¹⁶=65.536 · 2²⁰=1.048.576 · 2²⁴=16.777.216 · 2³²=4.294.967.296.
Jumlah bit host
h = 32 − prefix
Contoh /27: h = 32 − 27 = 5 bit.
Total alamat per subnet
Total alamat = 2^h
Contoh /27: 2⁵ = 32 alamat.
Host usable (umum)
Host usable = 2^h − 2
Dikurangi network address dan broadcast address. Berlaku untuk subnet IPv4 biasa /0–/30; /31 dan /32 punya perlakuan khusus.
Jumlah subnet
Subnet = 2^s
s = bit yang dipinjam dari bagian host. /24 dibagi menjadi /27 → s = 3 → 2³ = 8 subnet.
Dari kebutuhan host ke prefix
cari h terkecil: 2^h − 2 ≥ N prefix = 32 − h
Contoh butuh N=100 host: 2⁷−2 = 126 ≥ 100 → h = 7 → /25.
Dari kebutuhan subnet ke prefix
cari s terkecil: 2^s ≥ S prefix baru = prefix dasar + s
Contoh dari /24 butuh minimal 5 subnet: 2³ = 8 ≥ 5 → s = 3 → /27.
256 − nilai oktet mask. Untuk /26, mask oktet terakhir 192, maka block size = 64. Network dimulai pada .0, .64, .128, dan .192.| Prefix | Host bit | Total alamat | Usable host* | Mask |
|---|---|---|---|---|
| /24 | 8 | 256 | 254 | 255.255.255.0 |
| /25 | 7 | 128 | 126 | 255.255.255.128 |
| /26 | 6 | 64 | 62 | 255.255.255.192 |
| /27 | 5 | 32 | 30 | 255.255.255.224 |
| /28 | 4 | 16 | 14 | 255.255.255.240 |
| /29 | 3 | 8 | 6 | 255.255.255.248 |
| /30 | 2 | 4 | 2 | 255.255.255.252 |
*Untuk subnet IPv4 biasa. /31 lazim dipakai pada link point-to-point sesuai dukungan perangkat; /32 merepresentasikan satu alamat.
Tabel CIDR Lengkap /0–/32
Gunakan tabel ini sebagai referensi. Kolom host usable menggunakan konvensi subnet IPv4 biasa, dengan pengecualian khusus /31 dan /32.
| Prefix | Subnet mask | Wildcard | Host bit | Total alamat | Host usable |
|---|
* /31 (RFC 3021): kedua alamat dipakai sebagai endpoint pada link point-to-point yang didukung kedua ujung. † /32: satu alamat tunggal, lazim untuk loopback atau host route. Baris lain mengikuti konvensi 2h−2, termasuk /0 yang mewakili seluruh ruang alamat IPv4.
/8 (255.0.0.0), /16 (255.255.0.0), dan /24 (255.255.255.0) adalah batas oktet — dahulu batas kelas A, B, C. Prefix di antara batas-batas itu memotong oktet secara fraksional: /20 memotong oktet ketiga, /26 memotong oktet keempat.Metode Menghitung Cepat
Tabel block size — inti metode cepat
| Nilai oktet mask | 128 | 192 | 224 | 240 | 248 | 252 | 254 | 255 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Block size | 128 | 64 | 32 | 16 | 8 | 4 | 2 | 1 |
| Jumlah blok per oktet | 2 | 4 | 8 | 16 | 32 | 64 | 128 | 256 |
Baris "jumlah blok" = 256 ÷ block size — inilah jumlah subnet yang tercipta di oktet tempat subnetting terjadi.
Metode 1 — Block size: contoh 192.168.1.77/26
- Prefix /26 → mask
255.255.255.192. - Block size = 256 − 192 =
64pada oktet keempat. - Rentang subnet pada oktet terakhir: 0–63, 64–127, 128–191, 192–255.
- Angka 77 berada pada rentang 64–127, jadi network adalah
192.168.1.64. - Broadcast adalah alamat terakhir rentang:
192.168.1.127. - Host usable:
192.168.1.65–192.168.1.126(62 host).
Contoh di oktet ketiga: /20
10.20.35.190/20
Mask: 255.255.240.0
Block size oktet ke-3 = 256 − 240 = 16
Blok: 0–15, 16–31, 32–47, 48–63, ...
35 masuk blok 32–47
Network = 10.20.32.0/20
Broadcast = 10.20.47.255
Host = 10.20.32.1 – 10.20.47.254
(2^12 − 2 = 4094 host)
Contoh melintasi dua oktet: /23
172.16.37.200/23
Mask: 255.255.254.0
Block size oktet ke-3 = 256 − 254 = 2
Blok: 0–1, 2–3, ..., 36–37, 38–39
37 masuk blok 36–37
Network = 172.16.36.0/23
Broadcast = 172.16.37.255
Host = 172.16.36.1 – 172.16.37.254
(2^9 − 2 = 510 host)
Metode 2 — Biner AND
Jalan paling pasti saat otak lelah: tulis alamat dan mask dalam biner, AND-kan bit demi bit (contoh lengkap di Bab 06, atau gunakan inspektor biner). Lambat, tetapi hampir mustahil salah — dan di ujian tertulis sering jadi penyelamat.
Kesalahan umum
- Salah menentukan oktet tempat subnetting terjadi (ingat: /17–/24 → oktet ketiga; /25–/32 → oktet keempat).
- Lupa bahwa broadcast = network + block size − 1, bukan network + block size.
- Tidak mengurangi 2 untuk host usable.
- Tertukar bit subnet (s) dengan bit host (h).
- Mengira blok harus selalu sejajar /24 — blok boleh melintasi batas oktet.
Kalkulator Subnet IPv4
Masukkan alamat IPv4 dan prefix. Hasil dihitung di browser tanpa mengirim data ke server. Gunakan untuk memverifikasi hitungan manualmu — bukan menggantikannya.
Contoh Soal Bertahap
Contoh A — Membagi 192.168.10.0/24 menjadi 4 subnet sama besar (FLSM)
Butuh 4 subnet → 2 bit dipinjam karena 2² = 4. Prefix baru = /24 + 2 = /26. Setiap subnet memiliki 64 alamat, 62 host usable.
| Subnet | Network | Host usable | Broadcast |
|---|---|---|---|
| 1 | 192.168.10.0/26 | .1 – .62 | .63 |
| 2 | 192.168.10.64/26 | .65 – .126 | .127 |
| 3 | 192.168.10.128/26 | .129 – .190 | .191 |
| 4 | 192.168.10.192/26 | .193 – .254 | .255 |
Contoh B — Kebutuhan 50 host
Cari jumlah bit host minimum: 2⁶ − 2 = 62, cukup untuk 50 host. Maka host bit = 6 dan prefix = 32 − 6 = /26. Prefix /27 hanya menyediakan 30 host usable, jadi tidak cukup.
Contoh C — Menentukan subnet dari alamat host (/20)
Alamat 10.20.35.190/20 memakai mask 255.255.240.0. Block size oktet ketiga = 16. Oktet 35 berada pada blok 32–47, sehingga network 10.20.32.0, broadcast 10.20.47.255, host usable 10.20.32.1–10.20.47.254.
Contoh D — Kebutuhan ganda: 12 subnet, masing-masing minimal 10 host
Dari 192.168.30.0/24, dua syarat harus dipenuhi sekaligus: (1) jumlah subnet — cari s terkecil dengan 2s ≥ 12 → s = 4 → prefix /28; (2) host per subnet — /28 menyediakan 2⁴ − 2 = 14 ≥ 10 ✓. Prefix /28 memenuhi keduanya. Hasilnya 16 subnet tersedia (12 dipakai, 4 cadangan):
| Subnet | Network | Host usable | Broadcast |
|---|---|---|---|
| 1 | 192.168.30.0/28 | .1 – .14 | .15 |
| 2 | 192.168.30.16/28 | .17 – .30 | .31 |
| 3 | 192.168.30.32/28 | .33 – .46 | .47 |
| 4 | 192.168.30.48/28 | .49 – .62 | .63 |
| … berlanjut setiap kelipatan 16 hingga subnet ke-16 di .240/28 | |||
Contoh E — Subnet yang melintasi dua oktet (/23)
Alamat 172.16.37.200/23 memakai mask 255.255.254.0. Block size oktet ketiga = 2, sehingga subnet berpasangan: 0–1, 2–3, …, 36–37. Oktet 37 berada di pasangan 36–37 → network 172.16.36.0/23, broadcast 172.16.37.255, host usable 172.16.36.1–172.16.37.254 (510 host). Perhatikan: broadcast berada pada oktet yang berbeda dari angka yang diperiksa.
Contoh F — Link WAN: /30 vs /31
Sambungan router-ke-router hanya membutuhkan 2 alamat. Dua pilihan:
/30 → 4 alamat: network, 2 host usable, broadcast (konvensional)
10.0.0.0/30 → dipakai .1 dan .2; lalu .4/30, .8/30, .12/30 ...
/31 → 2 alamat: keduanya langsung dipakai sebagai endpoint (RFC 3021)
10.0.0.0/31 → dipakai .0 dan .1; lalu .2/31, .4/31, .6/31 ...
Enam link memakai /30 → 24 alamat terpakai
Enam link memakai /31 → 12 alamat terpakai (hemat 50%)
Gunakan /31 hanya bila kedua ujung perangkat mendukungnya; /30 tetap aman untuk perangkat lama atau saat protokol di atasnya membutuhkan alamat network/broadcast eksplisit.
VLSM Planner
Variable Length Subnet Mask
VLSM memungkinkan setiap segmen menggunakan prefix berbeda sesuai jumlah host yang dibutuhkan — kebalikan dari FLSM yang memakai satu mask seragam untuk semua segmen. Algoritma perancangannya:
- Urutkan kebutuhan host dari terbesar ke terkecil.
- Untuk tiap kebutuhan, pilih prefix terkecil (blok terkecil) yang masih cukup: 2h − 2 ≥ N.
- Alokasikan berurutan, dan sejajarkan setiap blok pada kelipatan block size-nya (ini bagian yang paling sering salah saat manual).
- Catat sisa ruang untuk pertumbuhan.
| Aspek | FLSM | VLSM |
|---|---|---|
| Mask antar segmen | Sama semua | Berbeda sesuai kebutuhan |
| Efisiensi alamat | Rendah bila kebutuhan bervariasi | Tinggi |
| Kompleksitas perencanaan | Sederhana | Butuh urutan dan perhatian pada alignment |
| Kompatibilitas routing | Semua protokol | Butuh protokol classless (RIPv2, OSPF, EIGRP, IS-IS, BGP) |
| Cocok untuk | Latihan, kebutuhan seragam | Jaringan produksi |
Planner interaktif
| Segmen | Host diminta | Prefix | Network | Host usable | Broadcast | Mask |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Masukkan kebutuhan host lalu pilih Buat Rencana VLSM. | ||||||
Supernetting & Agregasi Rute
Definisi
Supernetting (agregasi, route summarization) adalah kebalikan subnetting: menggabungkan beberapa network yang bersebelahan menjadi satu prefix yang lebih pendek. Tujuannya mengecilkan tabel routing — router cukup menyimpan satu rute alih-alih delapan, lookup lebih cepat, dan perubahan kecil di dalam blok tidak mengguncang jaringan luar.
Istilah ini juga akar nama CIDR itu sendiri: Classless Inter-Domain Routing lahir justru untuk mengagregasi rute internet pada 1990-an.
Syarat agregasi
- Blok harus bersebelahan (kontigu) di ruang alamat.
- Jumlah blok harus kelipatan pangkat dua: 2, 4, 8, 16, …
- Blok harus sejajar pada batasnya — blok pertama jatuh pada kelipatan ukuran agregat.
Jika salah satu syarat gagal, agregasi tunggal akan bocor mencakup ruang yang bukan miliknya, atau desain harus dipecah menjadi beberapa prefix.
Contoh: delapan /24 menjadi satu /21
192.168.8.0/24 oktet ke-3 = 00001|000 192.168.9.0/24 00001|001 192.168.10.0/24 00001|010 192.168.11.0/24 00001|011 192.168.12.0/24 00001|100 192.168.13.0/24 00001|101 192.168.14.0/24 00001|110 192.168.15.0/24 00001|111 5 bit pertama oktet ke-3 identik (00001) Prefix agregat = 16 + 5 = /21 192.168.8.0/21 mencakup 192.168.8.0 – 192.168.15.255
Latihan kilat: 10.1.0.0/24 + 10.1.1.0/24 → keduanya sejajar dan berjumlah 21 → 10.1.0.0/23.
192.168.9.0/24 s.d. 192.168.14.0/24 hanya 6 blok dan tidak sejajar — tidak ada satu prefix yang mencakupnya persis. Opsinya: pecah menjadi beberapa prefix (mis. /22 + /23 + /24) atau tukar rancangan agar alokasi sejajar sejak awal. Inilah alasan perencanaan alamat yang rapi membayar dirinya sendiri.Studi Kasus Perancangan
Kasus 1 — Lab TKJ sekolah (blok 10.10.10.0/24)
Empat segmen: Lab A (60 host), Lab B (30 host), Guru (20 host), Management (10 host). Gunakan VLSM agar penggunaan alamat efisien:
| Segmen | Kebutuhan | Prefix | Usable | Alokasi | Gateway | DHCP pool | Statis (cadangan) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Lab A | 60 | /26 | 62 | 10.10.10.0/26 | .1 | .10 – .62 | .2 – .9 (printer, AP) |
| Lab B | 30 | /27 | 30 | 10.10.10.64/27 | .65 | .75 – .94 | .66 – .74 |
| Guru | 20 | /27 | 30 | 10.10.10.96/27 | .97 | .107 – .126 | .98 – .106 |
| Management | 10 | /28 | 14 | 10.10.10.128/28 | .129 | .135 – .142 | .130 – .134 |
Ruang 10.10.10.144–10.10.10.255 belum terpakai — sisakan sebagai cadangan pertumbuhan, jangan buru-buru dialokasikan.
Kasus 2 — Kantor pusat + 3 cabang (blok 172.16.0.0/16)
Perusahaan dengan HQ (500 user LAN, 100 server, 50 manajemen) dan tiga cabang (200, 100, 50), plus enam link WAN dan empat loopback router:
| Segmen | Kebutuhan | Prefix | Alokasi | Usable |
|---|---|---|---|---|
| HQ — LAN user | 500 | /23 | 172.16.0.0/23 | 510 |
| Cabang 1 — LAN | 200 | /24 | 172.16.2.0/24 | 254 |
| Cabang 2 — LAN | 100 | /25 | 172.16.3.0/25 | 126 |
| HQ — Server farm | 100 | /25 | 172.16.3.128/25 | 126 |
| HQ — Manajemen | 50 | /26 | 172.16.4.0/26 | 62 |
| Cabang 3 — LAN | 50 | /26 | 172.16.4.64/26 | 62 |
| 6 × link WAN | 2 | /30 | 172.16.4.128/30 s.d. 172.16.4.148/30 | 2 per link |
| 4 × loopback router | 1 | /32 | 172.16.4.152 – 172.16.4.155 | 1 |
172.16.4.155, sehingga router cabang cukup diiklankan 172.16.0.0/20 ke atas — satu rute ringkas mewakili seluruh perusahaan (ruang /20: 172.16.0.0–172.16.15.255, masih menyisakan banyak ruang ekspansi).Checklist implementasi
- Dokumentasikan network, prefix, gateway, DHCP pool, DNS, dan tujuan VLAN.
- Terapkan VLAN dan interface layer 3 (sub-interface/router-on-a-stick atau SVI L3 switch) sesuai desain.
- Konfigurasikan DHCP pool agar tidak mencakup alamat statis yang dicadangkan.
- Pasang rute antar segmen — statis untuk topologi kecil, protokol routing classless untuk yang besar.
- Uji ping ke gateway, DNS, dan tujuan lintas-subnet yang diizinkan.
- Review firewall/ACL agar komunikasi antar-segmen hanya sesuai kebutuhan.
DHCP, APIPA & Pengalamatan Dinamis
Statis vs dinamis
| Metode | Cocok untuk | Alasan |
|---|---|---|
| Statis | Gateway, server, printer, AP, perangkat jaringan | Alamat harus stabil dan dapat diprediksi; layanan lain menunjuk ke sana |
| Dinamis (DHCP) | PC user, laptop, ponsel, perangkat tamu | Jumlah besar, berpindah-pindah, tidak butuh alamat tetap |
DHCP bekerja per subnet
Satu scope DHCP melayani satu subnet — di sinilah subnetting dan DHCP bertemu. Karena pesan awal DHCP berupa broadcast yang tidak menyeberangi router, subnet tanpa server DHCP sendiri memerlukan DHCP relay (ip helper-address) di router untuk meneruskan permintaan ke server pusat.
Proses DORA
Klien (0.0.0.0:68) → broadcast DHCPDISCOVER → mencari server (UDP 67) Server → DHCPOFFER → menawarkan IP + opsi Klien → DHCPREQUEST (broadcast) → memilih salah satu tawaran Server → DHCPACK → konfirmasi; klien memakai alamat
Setelah lease aktif, klien memperpanjang otomatis: pada 50% masa lease (T1) ia mengirim permintaan perpanjangan secara unicast ke server asal; jika gagal, pada 87,5% (T2) ia broadcast meminta server mana pun; jika lease habis total, proses DORA dimulai dari awal.
Opsi DHCP yang paling sering dijumpai
| Kode | Opsi |
|---|---|
| 1 | Subnet mask |
| 3 | Default gateway (router) |
| 6 | DNS server |
| 15 | Domain name |
| 51 | Masa lease |
Server juga dapat melayani reservasi: alamat tetap yang selalu diberikan ke MAC address tertentu — berguna untuk printer atau perangkat yang butuh IP konsisten namun tetap terkelola terpusat.
APIPA: saat DHCP diam
Bila tidak ada DHCPDISCOVER yang dijawab, host Windows memilih sendiri alamat acak dari 169.254.0.0/16 (link-local), lalu menguji lewat ARP bahwa alamat itu belum dipakai tetangganya. Mekanisme ini disebut APIPA (Automatic Private IP Addressing).
Dua host APIPA ternyata bisa saling berbicara, tetapi tidak akan pernah menjangkau gateway — karena itu gejala "terhubung tapi tidak ada internet" hampir selalu berujung ke alamat 169.254.
Pengantar IPv6
Mengapa perlu IPv6
Kolam alamat IPv4 global habis dibagikan ke registry regional sejak 2011. NAT menunda krisis, tetapi mematahi prinsip ujung-ke-ujung, mempersulit komunikasi masuk, dan menambah kompleksitas. IPv6 dengan 128 bit menyediakan ±3,4×1038 alamat — cukup untuk memberi setiap perangkat alamat publiknya sendiri tanpa NAT.
Format dan penulisan
IPv6 ditulis sebagai 8 grup 4 digit heksadesimal dipisah titik dua. Dua aturan singkat menghidupinya:
Penuh : 2001:0db8:0000:0000:0000:ff00:0042:8329
Langkah 1: hilangkan nol di depan tiap grup
→ 2001:db8:0:0:0:ff00:42:8329
Langkah 2: rangkaian grup nol diganti "::" —
hanya boleh SEKALI
→ 2001:db8::ff00:42:8329
Menyingkat dua kali (mis. 2001::db8::1) tidak sah karena menjadi ambigu saat diparse.
| Jenis alamat | Prefix | Contoh | Padanan IPv4 |
|---|---|---|---|
| Global unicast | 2000::/3 | 2001:db8::1 | Alamat publik |
| Unique local (ULA) | fc00::/7 (praktik: fd00::/8) | fd00::1 | Rentang privat RFC 1918 |
| Link-local | fe80::/10 | fe80::1 | 169.254.0.0/16; dibentuk otomatis per interface, tidak dirouter |
| Multicast | ff00::/8 | ff02::1 (semua node), ff02::2 (semua router) | 224.0.0.0/4 — pengganti broadcast; IPv6 tidak punya broadcast |
| Loopback | ::1/128 | ::1 | 127.0.0.1 |
| Unspecified | ::/128 | :: | 0.0.0.0 |
Cara host mendapatkan alamat
- SLAAC (RFC 4862): router mengumumkan prefix lewat Router Advertisement; host menyusun sendiri alamatnya (prefix + interface ID dari EUI-64 atau acak demi privasi). Tanpa server.
- Stateless DHCPv6: SLAAC untuk alamat, DHCPv6 hanya untuk opsi seperti DNS.
- Stateful DHCPv6: seperti DHCPv4 — server memberi alamat dan melacak lease.
- Manual: untuk server dan perangkat jaringan.
Subnetting IPv6: jauh lebih santai
Praktik umum: ISP memberi /48 ke organisasi; organisasi membaginya menjadi banyak /64 — satu /48 menghasilkan 65.536 LAN. Aturan praktis terpenting: satu LAN = satu /64 penuh, jangan lebih sempit, karena SLAAC dan Neighbor Discovery mengasumsikan interface ID 64 bit.
Kelimpahan alamat membuat perhitungan "hemat bit" menjadi tidak relevan — yang tetap dibutuhkan adalah disiplin hirarki agar rute dapat diagregasi.
| Aspek | IPv4 | IPv6 |
|---|---|---|
| Panjang alamat | 32 bit | 128 bit |
| Jumlah alamat | ±4,3 miliar | ±3,4×10³⁸ |
| Notasi | Desimal bertitik | Heksadesimal bertitik dua |
| Broadcast | Ada (directed & limited) | Tidak ada — digantikan multicast |
| Konfigurasi otomatis | DHCP (atau APIPA terbatas) | SLAAC / DHCPv6 / manual |
| Header dasar | 20–60 byte, 12+ bidang | 40 byte tetap, 8 bidang |
| NAT | Lazim dan meluas | Prinsipnya tidak diperlukan |
Troubleshooting Pengalamatan
Metode berlapis — periksa berurutan
- Fisik/link: kabel, port, indikator link, VLAN access.
- Konfigurasi IP host: alamat, mask, gateway — masuk akal dan sesuai desain?
- Gateway: ping alamat gateway; cek tabel ARP terisi.
- DHCP/DNS: alamat valid (bukan 169.254), DNS berfungsi.
- Routing/ACL: rute ada, agregasi benar, kebijakan tidak memblokir.
| Gejala | Kemungkinan penyebab | Pemeriksaan / tindakan |
|---|---|---|
| Host tidak dapat ping gateway | IP/mask/gateway salah, VLAN atau kabel bermasalah, gateway down. | Periksa konfigurasi IP, mask, gateway, VLAN, link, dan tabel ARP. |
| Host lokal bisa, subnet lain gagal | Default gateway atau routing tidak benar. | Periksa route host dan router; uji hop dengan traceroute/tracert. |
| Internet gagal padahal lokal sehat | NAT, DNS, atau upstream bermasalah. | Ping IP publik langsung (uji NAT) lalu ping nama domain (uji DNS). |
| Host memperoleh 169.254.x.x | APIPA — DHCP tidak terjangkau. | Cek layanan DHCP, scope, relay/helper, VLAN, dan kemungkinan rogue DHCP. |
| Dua host satu switch tidak saling ping | Mask berbeda (mis. /24 vs /23), VLAN berbeda, atau IP konflik. | Samakan mask dan VLAN; audit alamat duplikat via ARP. |
| Ping IP berhasil, akses nama gagal | DNS salah atau tidak terjangkau. | nslookup; cek opsi DHCP 6 dan konfigurasi resolver. |
| Koneksi putus-nyambung berkala | IP konflik — dua perangkat mengklaim alamat sama. | Audit alamat statis vs pool DHCP; periksa arp -a dan log. |
| DHCP memberi alamat salah subnet | Scope/pool atau VLAN DHCP salah, relay keliru arah. | Periksa scope, mask, opsi 3, dan konfigurasi relay per VLAN. |
| Subnet baru tidak terjangkau dari pusat | Rute belum diiklankan atau agregasi salah. | Periksa tabel routing dan peringkasan; pastikan blok sejajar. |
Perintah — Windows
ipconfig /all ping 192.168.10.1 tracert 8.8.8.8 route print arp -a nslookup example.com ping ::1 netsh interface ipv6 show addresses
Perintah — Linux
ip address ip route ping -c 4 192.168.10.1 traceroute 8.8.8.8 ip neigh nslookup example.com ip -6 address ip -6 route
Latihan & Evaluasi
Drill latihan acak
Modul menyajikan satu alamat host secara acak. Tentukan network, broadcast, dan jumlah host usable, lalu periksa. Gunakan kalkulator hanya untuk memverifikasi setelah berusaha manual.
Jawab 15 pertanyaan berikut. Pilih satu jawaban terbaik, lalu tekan PERIKSA JAWABAN. Setelah diperiksa: jawaban benar ditandai hijau, salah merah, dan pertanyaan yang belum dijawab kuning.
Kunci jawaban dan pembahasan
- A — 5 bit. 32 − 27 = 5.
- B — 62 host. 2⁶ − 2 = 62.
- A — 255.255.255.240. Empat bit terakhir oktet mask bernilai 11110000.
- B — 192.168.1.64. Block size /26 adalah 64; 77 berada di blok 64–127.
- B — 192.168.1.127. Alamat terakhir pada blok 64–127.
- B — /26. /27 hanya 30 host usable; /26 menyediakan 62.
- A. Alokasi terbesar dahulu membantu menghindari fragmentasi ruang alamat.
- B. Routing layer 3 menghubungkan subnet yang berbeda.
- A — 172.16.0.0/12 (172.16.0.0–172.31.255.255). 172.32.0.0/12 bukan RFC 1918; 169.254.0.0/16 adalah link-local/APIPA.
- C — Kelas D. Oktet pertama 224–239 adalah multicast.
- A — 127.0.0.1 adalah loopback. 0.0.0.0 berarti tak tentu, 255.255.255.255 adalah broadcast.
- B — APIPA. 169.254.0.0/16 dipilih otomatis ketika DHCP tidak menjawab.
- C — 128 bit.
- A — 192.168.8.0/21. Delapan blok /24 = 2³ → prefix 24 − 3 = 21, dan blok sejajar pada .8.
- A. Discover (broadcast), Offer, Request, Acknowledge.
Glosarium & Referensi
| Istilah | Definisi ringkas |
|---|---|
| Alamat IP | Pengenal numerik logis layer 3 untuk interface perangkat TCP/IP. |
| Alamat publik / privat | Publik: unik global, dirouting internet. Privat: RFC 1918, hanya untuk internal. |
| Anycast | Alamat yang sama di banyak lokasi; paket menuju instance terdekat. Umum di DNS root dan IPv6. |
| APIPA | Penetapan alamat link-local 169.254.0.0/16 secara otomatis saat DHCP gagal. |
| Broadcast domain | Cakupan tempat frame broadcast tersebar; dibatasi oleh router/VLAN. |
| CIDR | Notasi prefix seperti /24 yang menyatakan jumlah bit network, menggantikan kelas. |
| CGNAT | Carrier-grade NAT pada blok 100.64.0.0/10; alamat publik dibagi pelanggan ISP. |
| Classful / classless | Classful: mask mengikuti kelas. Classless: mask/prefix ditulis eksplisit. |
| Default gateway | Alamat router lokal yang dipakai host untuk mencapai jaringan lain. |
| DHCP | Protokol pemberian alamat dinamis beserta opsi (mask, gateway, DNS). |
| DORA | Urutan DHCP: Discover, Offer, Request, Acknowledge. |
| FLSM | Semua subnet hasil pembagian memakai mask/prefix yang sama. |
| Interface ID | Bagian 64 bit terakhir alamat IPv6 yang mengidentifikasi interface. |
| IPv4 / IPv6 | Protokol pengalamatan 32-bit (desimal bertitik) dan 128-bit (heksadesimal bertitik dua). |
| Kelas alamat | Pembagian historis A/B/C/D/E berdasarkan bit awal; kini hanya istilah turunan. |
| Link-local | Alamat yang sah hanya pada satu link: 169.254.0.0/16 (IPv4), fe80::/10 (IPv6). |
| Loopback | Alamat pengujian internal: 127.0.0.1 (IPv4), ::1 (IPv6). |
| Multicast | Pengiriman satu-ke-banyak kepada pelanggan grup; 224.0.0.0/4 atau ff00::/8. |
| NAT / PAT | Translasi alamat pada batas jaringan; PAT memakai port agar banyak host berbagi satu publik. |
| Oktet | Delapan bit; satu dari empat bagian alamat IPv4, bernilai 0–255. |
| Prefix | Jumlah bit network, ditulis /n (0–32 untuk IPv4, hingga /128 untuk IPv6). |
| SLAAC | Stateless address autoconfiguration IPv6 dari Router Advertisement. |
| Subnet mask | 32 bit penanda bagian network; selalu kontigu (1 di kiri, 0 di kanan). |
| Supernetting | Penggabungan blok bersebelahan menjadi satu prefix lebih pendek (agregasi rute). |
| Unicast | Pengiriman satu-ke-satu; bentuk trafik paling umum. |
| VLSM | Subnet boleh memakai prefix berbeda sesuai kebutuhan host. |
| Wildcard mask | Invers subnet mask; dipakai pada ACL dan sebagian protokol routing. |
Referensi teknis utama: RFC 791 (IPv4), RFC 950 (subnetting), RFC 1918 (privat), RFC 1519 (CIDR), RFC 5737 (TEST-NET), RFC 6598 (CGNAT), RFC 6890 (registri rentang khusus), RFC 3021 (/31), RFC 4291 (arsitektur alamat IPv6), RFC 4862 (SLAAC), RFC 8200 (IPv6).