ABDURROZAKNETWORK ENGINEER // LEARNING MODULE
● LAB READY
NETWORK ENGINEER FUNDAMENTAL / MODULE 01 — REV 04

IP ADDRESS & SUBNETTING

Modul interaktif untuk memahami pengalamatan IPv4 secara utuh: struktur alamat, kelas, rentang khusus, NAT, hingga perancangan pembagian jaringan dengan FLSM dan VLSM — ditutup dengan pengantar IPv6.

IPv4 / IPv6Kelas & CIDRFLSM + VLSMNAT / DHCPTKJ / XI-XII
Target belajar: setelah menyelesaikan modul, kamu mampu menjelaskan struktur alamat IP, mengklasifikasikan kelas dan rentang khusus, membaca prefix, menentukan network/broadcast/host range, merancang skema alamat dengan FLSM dan VLSM, memahami cara kerja DHCP dan NAT, serta membaca alamat IPv6 dasar.
32 BITPanjang alamat IPv4
±4,29 MILIARTotal kombinasi alamat IPv4
/0–/32Rentang prefix CIDR
2h−2Host usable subnet biasa
01

Tujuan & Peta Modul

Prasyarat

  • Memahami fungsi alamat IP dan komunikasi dasar dalam jaringan.
  • Mengenal bit, oktet, bilangan biner, dan operasi pangkat dua.
  • Mengetahui perbedaan host, switch, router, dan gateway.
  • Familiar dengan sistem operasi untuk praktik perintah jaringan (opsional).

Kompetensi akhir

  • Menjelaskan struktur dan anatomi alamat IPv4 serta posisinya pada lapisan jaringan.
  • Mengklasifikasikan kelas alamat dan mengidentifikasi rentang privat serta rentang khusus.
  • Mengubah prefix CIDR menjadi subnet mask dan sebaliknya.
  • Menghitung network ID, broadcast, rentang host, dan kapasitas.
  • Menyusun skema alamat FLSM/VLSM untuk beberapa segmen LAN.
  • Menjelaskan mekanisme DHCP (DORA), APIPA, NAT, dan dasar pengalamatan IPv6.
BagianBabFokus materiEstimasi
Fondasi02–04Struktur alamat IP, kelas, rentang khusus, jenis komunikasi, NAT±45 menit
Analisis05–09Konsep subnetting, biner, rumus, tabel CIDR, metode hitung cepat±90 menit
Praktik10–14Kalkulator, contoh soal, VLSM, supernetting, studi kasus±120 menit
Pengayaan15–16DHCP, APIPA, pengalamatan dinamis, pengantar IPv6±60 menit
Evaluasi17–19Troubleshooting, drill dan kuis, glosarium±45 menit
Urutan belajar yang disarankan: pahami fondasi IP → kuasai biner dan mask → pelajari rumus dan metode → ikuti contoh → gunakan kalkulator untuk memverifikasi → kerjakan drill tanpa melihat solusi → tutup dengan kuis.
02

Fondasi Alamat IP

Apa itu alamat IP?

Alamat IP (Internet Protocol address) adalah pengenal numerik logis yang ditetapkan pada setiap interface perangkat yang berkomunikasi menggunakan protokol TCP/IP. Setiap paket yang dikirim membawa alamat sumber dan alamat tujuan pada header IP-nya; router membaca alamat tujuan untuk memutuskan ke mana paket diteruskan.

Alamat IP bersifat logis: ditetapkan oleh administrator atau layanan DHCP, dan dapat berubah ketika perangkat berpindah jaringan. Ini berbeda dengan alamat MAC yang bersifat fisik dan melekat pada NIC sejak pabrik.

IPv4 dan IPv6

IPv4 (RFC 791, 1981) memakai alamat 32 bit sehingga hanya tersedia 232 = 4.294.967.296 kombinasi — sebuah angka yang ternyata tidak cukup untuk pertumbuhan internet. Keterbatasan ini dijawab sementara dengan NAT dan CIDR, lalu dijawab permanen oleh IPv6 yang memakai 128 bit (≈3,4×1038 alamat). Modul ini berfokus pada IPv4; IPv6 dibahas sebagai pengantar pada Bab 16.

Anatomi alamat IPv4

IPv4 ditulis dalam desimal bertitik (dotted decimal): empat oktet yang dipisah titik, masing-masing 8 bit bernilai 0–255. Setiap alamat terbagi menjadi dua bagian: network (identitas jaringan) dan host (identitas perangkat dalam jaringan itu). Panjang bagian network ditentukan oleh subnet mask.

192.168.10.25/24
├─ bagian network : 192.168.10   (24 bit pertama)
└─ bagian host    : .25          (8 bit terakhir)

Total kombinasi 32 bit = 2^32 = 4.294.967.296 alamat

Posisi IP dalam tumpukan protokol

IP bekerja pada lapisan internet/jaringan (layer 3): menerima segmen dari TCP/UDP, membungkusnya menjadi paket, lalu menyerahkan pemindahan bit ke lapisan data link. Protokol pendampingnya, ICMP, membawa pesan kontrol dan diagnostik — inilah yang dipakai ping dan traceroute.

Bidang penting header IPv4:
- Version       : 4
- TTL           : dikurangi tiap router (dasar traceroute)
- Protocol      : 6=TCP, 17=UDP, 1=ICMP
- Source / Destination Address (masing-masing 32 bit)
Ukuran header dasar: 20 byte (maksimum 60 byte dengan opsi)
AspekAlamat MACAlamat IP
Lapisan2 — data link3 — jaringan/internet
SifatFisik, dibakar pabrikLogis, dapat diubah
Cakupan unikGlobal per NICLokal per subnet
Ditentukan olehPabrikanAdministrator atau DHCP
Contoh00:1A:2B:3C:4D:5E192.168.10.25
Konsep penting: alamat IP harus unik dalam satu subnet. Dua interface dengan alamat sama pada subnet yang sama menimbulkan konflik IP — gejala klasiknya konektivitas putus-nyambung. Satu perangkat dengan banyak interface (mis. router) secara normal memiliki banyak alamat IP, satu per interface.
Subnet dan VLAN: dalam praktik modern, satu subnet IPv4 umumnya dipetakan ke satu VLAN. Subnet adalah pembagian logis pada layer 3; VLAN adalah pembagian pada layer 2. Keduanya saling melengkapi dan biasanya dirancang bersama.
03

Kelas IPv4 & Era Classful

Sebelum CIDR: alamat dibagi kelas

Pada desain awal (era classful), subnet mask tidak dituliskan — panjang bagian network ditentukan otomatis oleh bit-bit pertama alamat. Berdasarkan nilai oktet pertama, alamat jatuh ke salah satu dari lima kelas:

KelasOktet pertamaBit awalMask defaultJumlah networkHost per networkPenggunaan
A1–1260/8 (255.0.0.0)12616.777.214Jaringan sangat besar
B128–19110/16 (255.255.0.0)16.38465.534Menengah-besar
C192–223110/24 (255.255.255.0)2.097.152254Kecil
D224–2391110———Multicast
E240–2551111———Tercadang/eksperimen

Angka 0 dan 127 tidak dipakai sebagai network kelas A: blok 0.0.0.0/8 berarti "jaringan ini" dan 127.0.0.0/8 dicadangkan untuk loopback. Karena itu kelas A "hanya" memiliki 126 network (27−2).

Mengapa classful gagal

  • Pemborosan besar: organisasi yang butuh beberapa ratus host sering mengambil seluruh kelas B (65.534 alamat) karena kelas C terasa sempit — jutaan alamat menganggur.
  • Kebangkrutan blok menengah: kelas B hampir habis pada awal 1990-an.
  • Tabel routing global membengkak: jutaan rute kelas C terpisah membebani router internet.

Garis waktu solusi

1981  RFC 791   IPv4 didefinisikan (classful)
1985  RFC 950   Subnetting resmi dimungkinkan
1993  RFC 1519  CIDR menggantikan kelas
1994  RFC 1631  NAT mulai distandarkan
1998  RFC 2460  IPv6 (menjadi RFC 8200, 2017)

CIDR menghapus batas kelas: prefix boleh /20, /26, atau berapa pun. NAT memungkinkan jutaan host privat berbagi sedikit alamat publik. Keduanya memperpanjang umur IPv4 hingga hari ini.

Istilahnya masih hidup: teknisnya kelas sudah usang, tetapi praktisi masih sering berkata "network kelas C" untuk menyebut /24 atau "rentang kelas A" untuk oktet pertama 1–126. Pahami konteksnya — pada konfigurasi modern, yang relevan adalah prefix, bukan kelas.
04

Jenis Alamat & Rentang Khusus

Publik vs privat (RFC 1918)

Alamat publik unik secara global dan dirouting di internet. Alamat privat hanya sah dipakai di jaringan internal dan tidak dirouting di internet — untuk keluar, diperlukan NAT pada batas jaringan.

BlokRentangJumlah alamatKecocokan
10.0.0.0/810.0.0.0–10.255.255.25516.777.216Enterprise/jaringan besar
172.16.0.0/12172.16.0.0–172.31.255.2551.048.576Menengah; populer untuk infrastruktur internal
192.168.0.0/16192.168.0.0–192.168.255.25565.536SOHO/kecil; default router rumah

NAT: jembatan privat ke publik

NAT (Network Address Translation) mengganti alamat pada batas jaringan. Tiga bentuk umumnya:

  • Static NAT: pemetaan 1:1 privat↔publik; cocok untuk server yang harus dijangkau dari luar.
  • Dynamic NAT: kumpulan alamat publik dipakai bergiliran oleh kumpulan host privat.
  • PAT / NAT overload: banyak host privat berbagi satu alamat publik dengan pembeda port. Inilah bentuk yang dipakai hampir semua router rumah; router menyimpan tabel translasi pasangan alamat:port.

Unicast

Satu-ke-satu: satu pengirim, satu penerima. Mayoritas trafik jaringan (web, email, transfer file) adalah unicast.

Broadcast

Satu-ke-semua dalam satu subnet. Directed broadcast ditujukan ke alamat broadcast subnet; limited broadcast 255.255.255.255 tidak pernah melewati router. Protokol ARP memakai broadcast untuk menemukan MAC tujuan lokal.

Multicast

Satu-ke-banyak yang berlangganan, memakai blok 224.0.0.0/4. Contoh: OSPF mengirim hello ke 224.0.0.5; protokol streaming dan IPTV juga memanfaatkannya.

BlokRentangFungsi
0.0.0.0/80.0.0.0–0.255.255.255"This network"; 0.0.0.0 dipakai sebagai alamat sumber tak tentu (mis. DHCP Discover) dan default route 0.0.0.0/0
10.0.0.0/810.0.0.0–10.255.255.255Privat RFC 1918
100.64.0.0/10100.64.0.0–100.127.255.255CGNAT operator (RFC 6598) — alamat "setengah publik" di belakang NAT ISP
127.0.0.0/8127.0.0.0–127.255.255.255Loopback; 127.0.0.1 menguji stack TCP/IP lokal tanpa menyentuh jaringan
169.254.0.0/16169.254.0.0–169.254.255.255Link-local / APIPA — dipilih otomatis saat DHCP gagal (lihat Bab 15)
172.16.0.0/12172.16.0.0–172.31.255.255Privat RFC 1918
192.0.2.0/24, 198.51.100.0/24, 203.0.113.0/24TEST-NET 1–3Khusus dokumentasi dan contoh (RFC 5737) — aman dipakai di modul seperti ini
192.168.0.0/16192.168.0.0–192.168.255.255Privat RFC 1918
224.0.0.0/4224.0.0.0–239.255.255.255Multicast
240.0.0.0/4240.0.0.0–255.255.255.254Tercadang/eksperimen (kelas E)
255.255.255.255—Limited broadcast; tidak dirouter
Kenapa IP "publik" saya 100.x? Jika alamat yang dilaporkan router berada di 100.64.0.0/10, kamu berada di belakang CGNAT operator: alamat publik sebenarnya dibagi lagi oleh ISP. Ini normal, tetapi menyulitkan port forwarding dari luar.
Etika dokumentasi: gunakan blok TEST-NET (192.0.2.x, 198.51.100.x, 203.0.113.x) atau RFC 1918 untuk contoh dan lab. Mencantumkan blok publik milik pihak lain dalam desain berisiko menyesatkan pembaca.
05

Konsep Dasar Subnetting

Apa itu subnetting?

Subnetting adalah proses membagi satu blok alamat IP menjadi beberapa jaringan logis yang lebih kecil. Pembagian dilakukan dengan meminjam bit dari bagian host untuk memperbesar bagian network. Semakin panjang prefix, semakin banyak subnet yang bisa dibentuk — dan semakin sedikit host per subnet.

Performa & skala

Broadcast domain yang sangat besar memakan bandwidth dan CPU seluruh host (setiap host harus memproses broadcast walau tidak relevan). Subnet membatasi ledakan broadcast, memperkecil domain kegagalan, dan menjadikan trafik lebih terarah.

Keamanan & segmentasi

Dengan subnet terpisah, kebijakan dapat ditegakkan di batas layer 3: ACL dan firewall antar segmen, isolasi jaringan tamu dari internal, pemisahan jaringan manajemen perangkat dari jaringan pengguna.

Efisiensi & organisasi

Alokasi sesuai kebutuhan menghemat ruang alamat; struktur yang rapi memudahkan dokumentasi, delegasi, pemetaan VLAN, dan peringkasan rute (lihat Bab 13).

Bagaimana host tahu tujuannya lokal atau remote?

Ini inti logika subnetting. Setiap kali hendak mengirim paket, host melakukan empat langkah:

  1. Meng-AND-kan alamat tujuan dengan subnet mask miliknya sendiri.
  2. Meng-AND-kan alamat dirinya sendiri dengan mask yang sama.
  3. Jika hasilnya sama → tujuan satu subnet → kirim langsung di layer 2 (cari MAC lewat ARP).
  4. Jika hasilnya berbeda → serahkan paket ke default gateway.

Karena host memakai mask miliknya sendiri untuk kedua perbandingan, dua host dengan mask yang tidak sama dapat menilai situasi secara berbeda — inilah akar banyak gejala troubleshooting aneh (lihat Bab 17).

Catatan penting: perangkat pada subnet berbeda memerlukan router atau perangkat layer 3 untuk berkomunikasi. Switch layer 2 biasa tidak melakukan routing antar-subnet.
IstilahMaknaContoh
Network addressAlamat identitas subnet; bit host seluruhnya 0.192.168.10.0/24
Broadcast addressAlamat untuk broadcast IPv4 pada subnet; bit host seluruhnya 1.192.168.10.255
Usable hostAlamat yang biasanya dapat dipakai interface host.192.168.10.1–254
Subnet mask32 bit yang menandai bagian network dengan bit 1.255.255.255.0
Default gatewayAlamat router pada subnet lokal yang dipakai untuk menuju jaringan lain.192.168.10.1
06

Biner, Oktet, dan Subnet Mask

Nilai bit dalam satu oktet

Posisi87654321
Nilai1286432168421

Setiap oktet memiliki 8 bit dan nilai maksimum 255 (semua bit bernilai 1). Hafalkan baris nilai ini — seluruh subnetting berdiri di atasnya.

Konversi dua arah

Biner ke desimal (jumlahkan bobot bit 1):
01001101 = 64 + 8 + 4 + 1 = 77

Desimal ke biner (kurangi bobot terbesar):
205 − 128 = 77  → bit 128 = 1
 77 −  64 = 13  → bit  64 = 1
 13 −   8 =  5  → bit   8 = 1
  5 −   4 =  1  → bit   4 = 1
  1 −   1 =  0  → bit   1 = 1
205 = 11001101

Mask selalu kontigu

Subnet mask yang sah hanya memiliki pola bit 1 berurutan di kiri, lalu bit 0 berurutan di kanan: 11111111.11111111.11111111.11000000 sah; …10101010 tidak. Prefix hanyalah cara ringkas menuliskan jumlah bit 1 itu: /26 = 26 bit network, 6 bit host.

/26 = 11111111.11111111.11111111.11000000
    = 255.255.255.192
Bit host = 32 − 26 = 6 → 2^6 = 64 alamat per subnet

Wildcard mask

Wildcard adalah invers subnet mask: bit 0 pada posisi network, bit 1 pada posisi host. Untuk /24: mask 255.255.255.0 → wildcard 0.0.0.255. Wildcard dipakai pada ACL dan pernyataan network protokol routing tertentu (mis. OSPF), bukan untuk konfigurasi IP host.

Operasi AND: cara router dan host menentukan network

Menghitung network address hanyalah operasi AND biner antara alamat dan mask — bit demi bit, 1 hanya jika keduanya 1:

IP   192.168.10.77 = 11000000.10101000.00001010.01001101
MASK /26           = 11111111.11111111.11111111.11000000
AND ---------------------------------------------------
Network            = 11000000.10101000.00001010.01000000
                    = 192.168.10.64

Inilah fondasi dari seluruh "metode hitung cepat" pada Bab 09 — metode-metode itu hanyalah jalan pintas menuju hasil AND yang sama.

Inspektor biner interaktif

Masukkan alamat IPv4 dan prefix. Bit network diberi warna cyan, bit host diredupkan — perhatikan bagaimana perubahan satu angka prefix menggeser garis pemisahnya.

07

Rumus Inti Subnetting

Pangkat dua: tabel wajib hafal

Pangkat2¹2²2³2⁴2⁵2⁶2⁷2⁸2⁹2¹⁰
Nilai2481632641282565121024

Yang sering dipakai juga: 2¹²=4.096 · 2¹⁶=65.536 · 2²⁰=1.048.576 · 2²⁴=16.777.216 · 2³²=4.294.967.296.

Jumlah bit host

h = 32 − prefix

Contoh /27: h = 32 − 27 = 5 bit.

Total alamat per subnet

Total alamat = 2^h

Contoh /27: 2⁵ = 32 alamat.

Host usable (umum)

Host usable = 2^h − 2

Dikurangi network address dan broadcast address. Berlaku untuk subnet IPv4 biasa /0–/30; /31 dan /32 punya perlakuan khusus.

Jumlah subnet

Subnet = 2^s

s = bit yang dipinjam dari bagian host. /24 dibagi menjadi /27 → s = 3 → 2³ = 8 subnet.

Dari kebutuhan host ke prefix

cari h terkecil: 2^h − 2 ≥ N
prefix = 32 − h

Contoh butuh N=100 host: 2⁷−2 = 126 ≥ 100 → h = 7 → /25.

Dari kebutuhan subnet ke prefix

cari s terkecil: 2^s ≥ S
prefix baru = prefix dasar + s

Contoh dari /24 butuh minimal 5 subnet: 2³ = 8 ≥ 5 → s = 3 → /27.

Block size / increment: pada oktet tempat subnetting terjadi, hitung 256 − nilai oktet mask. Untuk /26, mask oktet terakhir 192, maka block size = 64. Network dimulai pada .0, .64, .128, dan .192.
PrefixHost bitTotal alamatUsable host*Mask
/248256254255.255.255.0
/257128126255.255.255.128
/2666462255.255.255.192
/2753230255.255.255.224
/2841614255.255.255.240
/29386255.255.255.248
/30242255.255.255.252

*Untuk subnet IPv4 biasa. /31 lazim dipakai pada link point-to-point sesuai dukungan perangkat; /32 merepresentasikan satu alamat.

Catatan historis — subnet zero: pada era RFC 950, subnet pertama (subnet zero) dan subnet terakhir (all-ones) dianggap tidak boleh dipakai, sehingga jumlah subnet efektif dulu dihitung 2s−2. Perangkat modern memakai semuanya secara default; soal ujian lama mungkin masih memakai konvensi lama.
08

Tabel CIDR Lengkap /0–/32

Gunakan tabel ini sebagai referensi. Kolom host usable menggunakan konvensi subnet IPv4 biasa, dengan pengecualian khusus /31 dan /32.

PrefixSubnet maskWildcardHost bitTotal alamatHost usable

* /31 (RFC 3021): kedua alamat dipakai sebagai endpoint pada link point-to-point yang didukung kedua ujung. † /32: satu alamat tunggal, lazim untuk loopback atau host route. Baris lain mengikuti konvensi 2h−2, termasuk /0 yang mewakili seluruh ruang alamat IPv4.

Batas oktet natural: /8 (255.0.0.0), /16 (255.255.0.0), dan /24 (255.255.255.0) adalah batas oktet — dahulu batas kelas A, B, C. Prefix di antara batas-batas itu memotong oktet secara fraksional: /20 memotong oktet ketiga, /26 memotong oktet keempat.
09

Metode Menghitung Cepat

Tabel block size — inti metode cepat

Nilai oktet mask128192224240248252254255
Block size1286432168421
Jumlah blok per oktet248163264128256

Baris "jumlah blok" = 256 ÷ block size — inilah jumlah subnet yang tercipta di oktet tempat subnetting terjadi.

Metode 1 — Block size: contoh 192.168.1.77/26

  1. Prefix /26 → mask 255.255.255.192.
  2. Block size = 256 − 192 = 64 pada oktet keempat.
  3. Rentang subnet pada oktet terakhir: 0–63, 64–127, 128–191, 192–255.
  4. Angka 77 berada pada rentang 64–127, jadi network adalah 192.168.1.64.
  5. Broadcast adalah alamat terakhir rentang: 192.168.1.127.
  6. Host usable: 192.168.1.65–192.168.1.126 (62 host).
Pemeriksaan cepat: network harus berada pada kelipatan block size; broadcast = network + block size − 1.

Contoh di oktet ketiga: /20

10.20.35.190/20
Mask: 255.255.240.0
Block size oktet ke-3 = 256 − 240 = 16
Blok: 0–15, 16–31, 32–47, 48–63, ...
35 masuk blok 32–47
Network   = 10.20.32.0/20
Broadcast = 10.20.47.255
Host      = 10.20.32.1 – 10.20.47.254
           (2^12 − 2 = 4094 host)

Contoh melintasi dua oktet: /23

172.16.37.200/23
Mask: 255.255.254.0
Block size oktet ke-3 = 256 − 254 = 2
Blok: 0–1, 2–3, ..., 36–37, 38–39
37 masuk blok 36–37
Network   = 172.16.36.0/23
Broadcast = 172.16.37.255
Host      = 172.16.36.1 – 172.16.37.254
           (2^9 − 2 = 510 host)

Metode 2 — Biner AND

Jalan paling pasti saat otak lelah: tulis alamat dan mask dalam biner, AND-kan bit demi bit (contoh lengkap di Bab 06, atau gunakan inspektor biner). Lambat, tetapi hampir mustahil salah — dan di ujian tertulis sering jadi penyelamat.

Kesalahan umum

  • Salah menentukan oktet tempat subnetting terjadi (ingat: /17–/24 → oktet ketiga; /25–/32 → oktet keempat).
  • Lupa bahwa broadcast = network + block size − 1, bukan network + block size.
  • Tidak mengurangi 2 untuk host usable.
  • Tertukar bit subnet (s) dengan bit host (h).
  • Mengira blok harus selalu sejajar /24 — blok boleh melintasi batas oktet.
10

Kalkulator Subnet IPv4

Masukkan alamat IPv4 dan prefix. Hasil dihitung di browser tanpa mengirim data ke server. Gunakan untuk memverifikasi hitungan manualmu — bukan menggantikannya.

Pilih prefix untuk melihat network, broadcast, rentang host, mask, wildcard, dan kapasitas.
11

Contoh Soal Bertahap

Contoh A — Membagi 192.168.10.0/24 menjadi 4 subnet sama besar (FLSM)

Butuh 4 subnet → 2 bit dipinjam karena 2² = 4. Prefix baru = /24 + 2 = /26. Setiap subnet memiliki 64 alamat, 62 host usable.

SubnetNetworkHost usableBroadcast
1192.168.10.0/26.1 – .62.63
2192.168.10.64/26.65 – .126.127
3192.168.10.128/26.129 – .190.191
4192.168.10.192/26.193 – .254.255

Contoh B — Kebutuhan 50 host

Cari jumlah bit host minimum: 2⁶ − 2 = 62, cukup untuk 50 host. Maka host bit = 6 dan prefix = 32 − 6 = /26. Prefix /27 hanya menyediakan 30 host usable, jadi tidak cukup.

Contoh C — Menentukan subnet dari alamat host (/20)

Alamat 10.20.35.190/20 memakai mask 255.255.240.0. Block size oktet ketiga = 16. Oktet 35 berada pada blok 32–47, sehingga network 10.20.32.0, broadcast 10.20.47.255, host usable 10.20.32.1–10.20.47.254.

Contoh D — Kebutuhan ganda: 12 subnet, masing-masing minimal 10 host

Dari 192.168.30.0/24, dua syarat harus dipenuhi sekaligus: (1) jumlah subnet — cari s terkecil dengan 2s ≥ 12 → s = 4 → prefix /28; (2) host per subnet — /28 menyediakan 2⁴ − 2 = 14 ≥ 10 ✓. Prefix /28 memenuhi keduanya. Hasilnya 16 subnet tersedia (12 dipakai, 4 cadangan):

SubnetNetworkHost usableBroadcast
1192.168.30.0/28.1 – .14.15
2192.168.30.16/28.17 – .30.31
3192.168.30.32/28.33 – .46.47
4192.168.30.48/28.49 – .62.63
… berlanjut setiap kelipatan 16 hingga subnet ke-16 di .240/28

Contoh E — Subnet yang melintasi dua oktet (/23)

Alamat 172.16.37.200/23 memakai mask 255.255.254.0. Block size oktet ketiga = 2, sehingga subnet berpasangan: 0–1, 2–3, …, 36–37. Oktet 37 berada di pasangan 36–37 → network 172.16.36.0/23, broadcast 172.16.37.255, host usable 172.16.36.1–172.16.37.254 (510 host). Perhatikan: broadcast berada pada oktet yang berbeda dari angka yang diperiksa.

Contoh F — Link WAN: /30 vs /31

Sambungan router-ke-router hanya membutuhkan 2 alamat. Dua pilihan:

/30 → 4 alamat: network, 2 host usable, broadcast (konvensional)
      10.0.0.0/30 → dipakai .1 dan .2; lalu .4/30, .8/30, .12/30 ...

/31 → 2 alamat: keduanya langsung dipakai sebagai endpoint (RFC 3021)
      10.0.0.0/31 → dipakai .0 dan .1; lalu .2/31, .4/31, .6/31 ...

Enam link memakai /30 → 24 alamat terpakai
Enam link memakai /31 → 12 alamat terpakai (hemat 50%)

Gunakan /31 hanya bila kedua ujung perangkat mendukungnya; /30 tetap aman untuk perangkat lama atau saat protokol di atasnya membutuhkan alamat network/broadcast eksplisit.

12

VLSM Planner

Variable Length Subnet Mask

VLSM memungkinkan setiap segmen menggunakan prefix berbeda sesuai jumlah host yang dibutuhkan — kebalikan dari FLSM yang memakai satu mask seragam untuk semua segmen. Algoritma perancangannya:

  1. Urutkan kebutuhan host dari terbesar ke terkecil.
  2. Untuk tiap kebutuhan, pilih prefix terkecil (blok terkecil) yang masih cukup: 2h − 2 ≥ N.
  3. Alokasikan berurutan, dan sejajarkan setiap blok pada kelipatan block size-nya (ini bagian yang paling sering salah saat manual).
  4. Catat sisa ruang untuk pertumbuhan.
AspekFLSMVLSM
Mask antar segmenSama semuaBerbeda sesuai kebutuhan
Efisiensi alamatRendah bila kebutuhan bervariasiTinggi
Kompleksitas perencanaanSederhanaButuh urutan dan perhatian pada alignment
Kompatibilitas routingSemua protokolButuh protokol classless (RIPv2, OSPF, EIGRP, IS-IS, BGP)
Cocok untukLatihan, kebutuhan seragamJaringan produksi
Syarat protokol: VLSM hanya bekerja dengan protokol routing yang membawa informasi mask dalam update-nya (classless). Protokol classful seperti RIPv1 dan IGRP tidak membawa mask sehingga tidak bisa membedakan /25 dari /26 — keduanya akan disalahartikan sebagai network penuh kelasnya.

Planner interaktif

SegmenHost dimintaPrefixNetworkHost usableBroadcastMask
Masukkan kebutuhan host lalu pilih Buat Rencana VLSM.
Planner mengalokasikan blok terbesar lebih dahulu. Periksa hasil dan pastikan alamat yang dialokasikan tidak bertumpang tindih dengan jaringan lain.
13

Supernetting & Agregasi Rute

Definisi

Supernetting (agregasi, route summarization) adalah kebalikan subnetting: menggabungkan beberapa network yang bersebelahan menjadi satu prefix yang lebih pendek. Tujuannya mengecilkan tabel routing — router cukup menyimpan satu rute alih-alih delapan, lookup lebih cepat, dan perubahan kecil di dalam blok tidak mengguncang jaringan luar.

Istilah ini juga akar nama CIDR itu sendiri: Classless Inter-Domain Routing lahir justru untuk mengagregasi rute internet pada 1990-an.

Syarat agregasi

  • Blok harus bersebelahan (kontigu) di ruang alamat.
  • Jumlah blok harus kelipatan pangkat dua: 2, 4, 8, 16, …
  • Blok harus sejajar pada batasnya — blok pertama jatuh pada kelipatan ukuran agregat.

Jika salah satu syarat gagal, agregasi tunggal akan bocor mencakup ruang yang bukan miliknya, atau desain harus dipecah menjadi beberapa prefix.

Contoh: delapan /24 menjadi satu /21

192.168.8.0/24    oktet ke-3 = 00001|000
192.168.9.0/24              00001|001
192.168.10.0/24             00001|010
192.168.11.0/24             00001|011
192.168.12.0/24             00001|100
192.168.13.0/24             00001|101
192.168.14.0/24             00001|110
192.168.15.0/24             00001|111

5 bit pertama oktet ke-3 identik (00001)
Prefix agregat = 16 + 5 = /21

192.168.8.0/21 mencakup 192.168.8.0 – 192.168.15.255

Latihan kilat: 10.1.0.0/24 + 10.1.1.0/24 → keduanya sejajar dan berjumlah 21 → 10.1.0.0/23.

Contoh kegagalan: 192.168.9.0/24 s.d. 192.168.14.0/24 hanya 6 blok dan tidak sejajar — tidak ada satu prefix yang mencakupnya persis. Opsinya: pecah menjadi beberapa prefix (mis. /22 + /23 + /24) atau tukar rancangan agar alokasi sejajar sejak awal. Inilah alasan perencanaan alamat yang rapi membayar dirinya sendiri.
14

Studi Kasus Perancangan

Kasus 1 — Lab TKJ sekolah (blok 10.10.10.0/24)

Empat segmen: Lab A (60 host), Lab B (30 host), Guru (20 host), Management (10 host). Gunakan VLSM agar penggunaan alamat efisien:

SegmenKebutuhanPrefixUsableAlokasiGatewayDHCP poolStatis (cadangan)
Lab A60/266210.10.10.0/26.1.10 – .62.2 – .9 (printer, AP)
Lab B30/273010.10.10.64/27.65.75 – .94.66 – .74
Guru20/273010.10.10.96/27.97.107 – .126.98 – .106
Management10/281410.10.10.128/28.129.135 – .142.130 – .134
Lab B membutuhkan 30 host dan /27 menyediakan tepat 30 alamat usable — nol ruang gerak. Jika gateway, printer, access point, atau perangkat lain juga memakai alamat pada segmen tersebut, masukkan semuanya ke hitungan kebutuhan host; di tabel ini gateway sudah diperhitungkan di luar pool DHCP.

Ruang 10.10.10.144–10.10.10.255 belum terpakai — sisakan sebagai cadangan pertumbuhan, jangan buru-buru dialokasikan.

Kasus 2 — Kantor pusat + 3 cabang (blok 172.16.0.0/16)

Perusahaan dengan HQ (500 user LAN, 100 server, 50 manajemen) dan tiga cabang (200, 100, 50), plus enam link WAN dan empat loopback router:

SegmenKebutuhanPrefixAlokasiUsable
HQ — LAN user500/23172.16.0.0/23510
Cabang 1 — LAN200/24172.16.2.0/24254
Cabang 2 — LAN100/25172.16.3.0/25126
HQ — Server farm100/25172.16.3.128/25126
HQ — Manajemen50/26172.16.4.0/2662
Cabang 3 — LAN50/26172.16.4.64/2662
6 × link WAN2/30172.16.4.128/30 s.d. 172.16.4.148/302 per link
4 × loopback router1/32172.16.4.152 – 172.16.4.1551
Bonus agregasi: seluruh desain berakhir di bawah 172.16.4.155, sehingga router cabang cukup diiklankan 172.16.0.0/20 ke atas — satu rute ringkas mewakili seluruh perusahaan (ruang /20: 172.16.0.0–172.16.15.255, masih menyisakan banyak ruang ekspansi).

Checklist implementasi

  • Dokumentasikan network, prefix, gateway, DHCP pool, DNS, dan tujuan VLAN.
  • Terapkan VLAN dan interface layer 3 (sub-interface/router-on-a-stick atau SVI L3 switch) sesuai desain.
  • Konfigurasikan DHCP pool agar tidak mencakup alamat statis yang dicadangkan.
  • Pasang rute antar segmen — statis untuk topologi kecil, protokol routing classless untuk yang besar.
  • Uji ping ke gateway, DNS, dan tujuan lintas-subnet yang diizinkan.
  • Review firewall/ACL agar komunikasi antar-segmen hanya sesuai kebutuhan.
15

DHCP, APIPA & Pengalamatan Dinamis

Statis vs dinamis

MetodeCocok untukAlasan
StatisGateway, server, printer, AP, perangkat jaringanAlamat harus stabil dan dapat diprediksi; layanan lain menunjuk ke sana
Dinamis (DHCP)PC user, laptop, ponsel, perangkat tamuJumlah besar, berpindah-pindah, tidak butuh alamat tetap

DHCP bekerja per subnet

Satu scope DHCP melayani satu subnet — di sinilah subnetting dan DHCP bertemu. Karena pesan awal DHCP berupa broadcast yang tidak menyeberangi router, subnet tanpa server DHCP sendiri memerlukan DHCP relay (ip helper-address) di router untuk meneruskan permintaan ke server pusat.

Proses DORA

Klien (0.0.0.0:68) → broadcast DHCPDISCOVER  → mencari server (UDP 67)
Server             → DHCPOFFER                → menawarkan IP + opsi
Klien              → DHCPREQUEST (broadcast)  → memilih salah satu tawaran
Server             → DHCPACK                  → konfirmasi; klien memakai alamat

Setelah lease aktif, klien memperpanjang otomatis: pada 50% masa lease (T1) ia mengirim permintaan perpanjangan secara unicast ke server asal; jika gagal, pada 87,5% (T2) ia broadcast meminta server mana pun; jika lease habis total, proses DORA dimulai dari awal.

Opsi DHCP yang paling sering dijumpai

KodeOpsi
1Subnet mask
3Default gateway (router)
6DNS server
15Domain name
51Masa lease

Server juga dapat melayani reservasi: alamat tetap yang selalu diberikan ke MAC address tertentu — berguna untuk printer atau perangkat yang butuh IP konsisten namun tetap terkelola terpusat.

APIPA: saat DHCP diam

Bila tidak ada DHCPDISCOVER yang dijawab, host Windows memilih sendiri alamat acak dari 169.254.0.0/16 (link-local), lalu menguji lewat ARP bahwa alamat itu belum dipakai tetangganya. Mekanisme ini disebut APIPA (Automatic Private IP Addressing).

Dua host APIPA ternyata bisa saling berbicara, tetapi tidak akan pernah menjangkau gateway — karena itu gejala "terhubung tapi tidak ada internet" hampir selalu berujung ke alamat 169.254.

Diagnosa cepat 169.254: periksa (1) layanan DHCP server hidup dan scope belum habis; (2) kabel/port/VLAN antara host dan server; (3) konfigurasi relay pada subnet tersebut; (4) tidak ada "rogue DHCP" — server liar yang membagi alamat salah. Rogue DHCP adalah vektor klasik man-in-the-middle (gateway palsu); mitigasinya antara lain DHCP snooping pada switch manajemen.
16

Pengantar IPv6

Mengapa perlu IPv6

Kolam alamat IPv4 global habis dibagikan ke registry regional sejak 2011. NAT menunda krisis, tetapi mematahi prinsip ujung-ke-ujung, mempersulit komunikasi masuk, dan menambah kompleksitas. IPv6 dengan 128 bit menyediakan ±3,4×1038 alamat — cukup untuk memberi setiap perangkat alamat publiknya sendiri tanpa NAT.

Format dan penulisan

IPv6 ditulis sebagai 8 grup 4 digit heksadesimal dipisah titik dua. Dua aturan singkat menghidupinya:

Penuh    : 2001:0db8:0000:0000:0000:ff00:0042:8329
Langkah 1: hilangkan nol di depan tiap grup
        → 2001:db8:0:0:0:ff00:42:8329
Langkah 2: rangkaian grup nol diganti "::" —
           hanya boleh SEKALI
        → 2001:db8::ff00:42:8329

Menyingkat dua kali (mis. 2001::db8::1) tidak sah karena menjadi ambigu saat diparse.

Jenis alamatPrefixContohPadanan IPv4
Global unicast2000::/32001:db8::1Alamat publik
Unique local (ULA)fc00::/7 (praktik: fd00::/8)fd00::1Rentang privat RFC 1918
Link-localfe80::/10fe80::1169.254.0.0/16; dibentuk otomatis per interface, tidak dirouter
Multicastff00::/8ff02::1 (semua node), ff02::2 (semua router)224.0.0.0/4 — pengganti broadcast; IPv6 tidak punya broadcast
Loopback::1/128::1127.0.0.1
Unspecified::/128::0.0.0.0

Cara host mendapatkan alamat

  • SLAAC (RFC 4862): router mengumumkan prefix lewat Router Advertisement; host menyusun sendiri alamatnya (prefix + interface ID dari EUI-64 atau acak demi privasi). Tanpa server.
  • Stateless DHCPv6: SLAAC untuk alamat, DHCPv6 hanya untuk opsi seperti DNS.
  • Stateful DHCPv6: seperti DHCPv4 — server memberi alamat dan melacak lease.
  • Manual: untuk server dan perangkat jaringan.

Subnetting IPv6: jauh lebih santai

Praktik umum: ISP memberi /48 ke organisasi; organisasi membaginya menjadi banyak /64 — satu /48 menghasilkan 65.536 LAN. Aturan praktis terpenting: satu LAN = satu /64 penuh, jangan lebih sempit, karena SLAAC dan Neighbor Discovery mengasumsikan interface ID 64 bit.

Kelimpahan alamat membuat perhitungan "hemat bit" menjadi tidak relevan — yang tetap dibutuhkan adalah disiplin hirarki agar rute dapat diagregasi.

AspekIPv4IPv6
Panjang alamat32 bit128 bit
Jumlah alamat±4,3 miliar±3,4×10³⁸
NotasiDesimal bertitikHeksadesimal bertitik dua
BroadcastAda (directed & limited)Tidak ada — digantikan multicast
Konfigurasi otomatisDHCP (atau APIPA terbatas)SLAAC / DHCPv6 / manual
Header dasar20–60 byte, 12+ bidang40 byte tetap, 8 bidang
NATLazim dan meluasPrinsipnya tidak diperlukan
Masa transisi: strategi utama adalah dual-stack (perangkat berjalan IPv4 dan IPv6 bersamaan), ditopang tunneling dan NAT64/DNS64 untuk kasus khusus. Kemampuan membaca kedua format kini menjadi kebutuhan dasar network engineer.
17

Troubleshooting Pengalamatan

Metode berlapis — periksa berurutan

  1. Fisik/link: kabel, port, indikator link, VLAN access.
  2. Konfigurasi IP host: alamat, mask, gateway — masuk akal dan sesuai desain?
  3. Gateway: ping alamat gateway; cek tabel ARP terisi.
  4. DHCP/DNS: alamat valid (bukan 169.254), DNS berfungsi.
  5. Routing/ACL: rute ada, agregasi benar, kebijakan tidak memblokir.
GejalaKemungkinan penyebabPemeriksaan / tindakan
Host tidak dapat ping gatewayIP/mask/gateway salah, VLAN atau kabel bermasalah, gateway down.Periksa konfigurasi IP, mask, gateway, VLAN, link, dan tabel ARP.
Host lokal bisa, subnet lain gagalDefault gateway atau routing tidak benar.Periksa route host dan router; uji hop dengan traceroute/tracert.
Internet gagal padahal lokal sehatNAT, DNS, atau upstream bermasalah.Ping IP publik langsung (uji NAT) lalu ping nama domain (uji DNS).
Host memperoleh 169.254.x.xAPIPA — DHCP tidak terjangkau.Cek layanan DHCP, scope, relay/helper, VLAN, dan kemungkinan rogue DHCP.
Dua host satu switch tidak saling pingMask berbeda (mis. /24 vs /23), VLAN berbeda, atau IP konflik.Samakan mask dan VLAN; audit alamat duplikat via ARP.
Ping IP berhasil, akses nama gagalDNS salah atau tidak terjangkau.nslookup; cek opsi DHCP 6 dan konfigurasi resolver.
Koneksi putus-nyambung berkalaIP konflik — dua perangkat mengklaim alamat sama.Audit alamat statis vs pool DHCP; periksa arp -a dan log.
DHCP memberi alamat salah subnetScope/pool atau VLAN DHCP salah, relay keliru arah.Periksa scope, mask, opsi 3, dan konfigurasi relay per VLAN.
Subnet baru tidak terjangkau dari pusatRute belum diiklankan atau agregasi salah.Periksa tabel routing dan peringkasan; pastikan blok sejajar.

Perintah — Windows

ipconfig /all
ping 192.168.10.1
tracert 8.8.8.8
route print
arp -a
nslookup example.com
ping ::1
netsh interface ipv6 show addresses

Perintah — Linux

ip address
ip route
ping -c 4 192.168.10.1
traceroute 8.8.8.8
ip neigh
nslookup example.com
ip -6 address
ip -6 route
Jalankan pengujian hanya pada jaringan yang kamu miliki atau yang penggunaannya telah diizinkan.
18

Latihan & Evaluasi

Drill latihan acak

Modul menyajikan satu alamat host secara acak. Tentukan network, broadcast, dan jumlah host usable, lalu periksa. Gunakan kalkulator hanya untuk memverifikasi setelah berusaha manual.

Memuat soal…

Jawab 15 pertanyaan berikut. Pilih satu jawaban terbaik, lalu tekan PERIKSA JAWABAN. Setelah diperiksa: jawaban benar ditandai hijau, salah merah, dan pertanyaan yang belum dijawab kuning.

1. Berapa jumlah bit host pada prefix /27?

2. Berapa host usable pada subnet /26 untuk penggunaan IPv4 biasa?

3. Subnet mask dari /28 adalah...

4. Network ID untuk 192.168.1.77/26 adalah...

5. Broadcast dari 192.168.1.64/26 adalah...

6. Prefix minimum yang menyediakan setidaknya 50 host usable adalah...

7. Dalam VLSM, kebutuhan host sebaiknya diurutkan...

8. Perangkat yang umumnya diperlukan untuk komunikasi antar-subnet adalah...

9. Manakah yang merupakan rentang privat RFC 1918?

10. Alamat 225.10.1.5 termasuk kelas...

11. Alamat yang tepat untuk menguji stack TCP/IP lokal tanpa menyentuh jaringan adalah...

12. Host menampilkan alamat 169.254.10.20. Kemungkinan besar...

13. Panjang alamat IPv6 adalah...

14. Delapan network /24 berurutan 192.168.8.0 hingga 192.168.15.0 dapat diagregasi menjadi...

15. Urutan proses DHCP yang benar (DORA) adalah...

Kunci jawaban dan pembahasan
  1. A — 5 bit. 32 − 27 = 5.
  2. B — 62 host. 2⁶ − 2 = 62.
  3. A — 255.255.255.240. Empat bit terakhir oktet mask bernilai 11110000.
  4. B — 192.168.1.64. Block size /26 adalah 64; 77 berada di blok 64–127.
  5. B — 192.168.1.127. Alamat terakhir pada blok 64–127.
  6. B — /26. /27 hanya 30 host usable; /26 menyediakan 62.
  7. A. Alokasi terbesar dahulu membantu menghindari fragmentasi ruang alamat.
  8. B. Routing layer 3 menghubungkan subnet yang berbeda.
  9. A — 172.16.0.0/12 (172.16.0.0–172.31.255.255). 172.32.0.0/12 bukan RFC 1918; 169.254.0.0/16 adalah link-local/APIPA.
  10. C — Kelas D. Oktet pertama 224–239 adalah multicast.
  11. A — 127.0.0.1 adalah loopback. 0.0.0.0 berarti tak tentu, 255.255.255.255 adalah broadcast.
  12. B — APIPA. 169.254.0.0/16 dipilih otomatis ketika DHCP tidak menjawab.
  13. C — 128 bit.
  14. A — 192.168.8.0/21. Delapan blok /24 = 2³ → prefix 24 − 3 = 21, dan blok sejajar pada .8.
  15. A. Discover (broadcast), Offer, Request, Acknowledge.
19

Glosarium & Referensi

IstilahDefinisi ringkas
Alamat IPPengenal numerik logis layer 3 untuk interface perangkat TCP/IP.
Alamat publik / privatPublik: unik global, dirouting internet. Privat: RFC 1918, hanya untuk internal.
AnycastAlamat yang sama di banyak lokasi; paket menuju instance terdekat. Umum di DNS root dan IPv6.
APIPAPenetapan alamat link-local 169.254.0.0/16 secara otomatis saat DHCP gagal.
Broadcast domainCakupan tempat frame broadcast tersebar; dibatasi oleh router/VLAN.
CIDRNotasi prefix seperti /24 yang menyatakan jumlah bit network, menggantikan kelas.
CGNATCarrier-grade NAT pada blok 100.64.0.0/10; alamat publik dibagi pelanggan ISP.
Classful / classlessClassful: mask mengikuti kelas. Classless: mask/prefix ditulis eksplisit.
Default gatewayAlamat router lokal yang dipakai host untuk mencapai jaringan lain.
DHCPProtokol pemberian alamat dinamis beserta opsi (mask, gateway, DNS).
DORAUrutan DHCP: Discover, Offer, Request, Acknowledge.
FLSMSemua subnet hasil pembagian memakai mask/prefix yang sama.
Interface IDBagian 64 bit terakhir alamat IPv6 yang mengidentifikasi interface.
IPv4 / IPv6Protokol pengalamatan 32-bit (desimal bertitik) dan 128-bit (heksadesimal bertitik dua).
Kelas alamatPembagian historis A/B/C/D/E berdasarkan bit awal; kini hanya istilah turunan.
Link-localAlamat yang sah hanya pada satu link: 169.254.0.0/16 (IPv4), fe80::/10 (IPv6).
LoopbackAlamat pengujian internal: 127.0.0.1 (IPv4), ::1 (IPv6).
MulticastPengiriman satu-ke-banyak kepada pelanggan grup; 224.0.0.0/4 atau ff00::/8.
NAT / PATTranslasi alamat pada batas jaringan; PAT memakai port agar banyak host berbagi satu publik.
OktetDelapan bit; satu dari empat bagian alamat IPv4, bernilai 0–255.
PrefixJumlah bit network, ditulis /n (0–32 untuk IPv4, hingga /128 untuk IPv6).
SLAACStateless address autoconfiguration IPv6 dari Router Advertisement.
Subnet mask32 bit penanda bagian network; selalu kontigu (1 di kiri, 0 di kanan).
SupernettingPenggabungan blok bersebelahan menjadi satu prefix lebih pendek (agregasi rute).
UnicastPengiriman satu-ke-satu; bentuk trafik paling umum.
VLSMSubnet boleh memakai prefix berbeda sesuai kebutuhan host.
Wildcard maskInvers subnet mask; dipakai pada ACL dan sebagian protokol routing.
Ingat: subnetting adalah perencanaan logis. Setelah perhitungan, validasi juga kebutuhan nyata: gateway, server, printer, access point, perangkat manajemen, pertumbuhan, DHCP, VLAN, routing, agregasi, dan kebijakan keamanan.

Referensi teknis utama: RFC 791 (IPv4), RFC 950 (subnetting), RFC 1918 (privat), RFC 1519 (CIDR), RFC 5737 (TEST-NET), RFC 6598 (CGNAT), RFC 6890 (registri rentang khusus), RFC 3021 (/31), RFC 4291 (arsitektur alamat IPv6), RFC 4862 (SLAAC), RFC 8200 (IPv6).