Susun Perintah, Baca Konsekuensinya
Setiap pilihan di bawah mengubah perintah, meter risiko, dan chip penjelasan. Builder mengecek scope target terhadap lab — perintah siap-copy tetap tanggung jawabmu.
Builder hanya menyusun string. Jalankan ke unit yang ditugaskan (172.16.20.20X milik kelompokmu) atau target web indeks yang sama. Skema port-scan ke unit lain = pelanggaran, di lab maupun di dunia nyata.
Apa yang Sebenarnya Terjadi di Kabel
Pilih tipe scan, lalu balik kondisi port target: TERBUKA / TERTUTUP / TERFILTER. Urutan paket berubah — dan di situlah letak semua logika deteksi SOC. Perhatikan kasus FIN-scan: open dan filtered sama-sama hening, itulah asal status open|filtered.
Membaca Output: Tiga Status, Enam Kecepatan
| Status | Makna Teknis | Arti bagi Penyerang | Catatan Blue |
|---|---|---|---|
| open | Aplikasi menerima koneksi; balasan sesuai protokol | Layanan hidup — lanjut fingerprint versi | Hanya buka yang benar-benar dipakai; sisanya tutup atau filter |
| closed | Host hidup, tak ada layanan di port itu (RST) | Mengukur perimeter — host ditemukan | Tak bisa dihilangkan; bagian normal TCP |
| filtered | Paket tak sampai ke aplikasi — firewall menyaring | Perangkat keamanan terdeteksi di jalur | Filtered ≠ aman; hanya tak terlihat dari posisi sumber |
| open|filtered | UDP/FIN-family: hening bisa berarti dua hal | Ambiguitas — perlu probe lain untuk memastikan | Drop tanpa RST justru memberi sinyal "ada firewall" |
| Template | Perilaku | Gunakan Untuk | Jejak bagi Sensor |
|---|---|---|---|
| -T0 paranoid | 5 menit / probe — serial penuh | Nyaris tidak praktis | Nyaris tak terdeteksi rate — kalah oleh NetFlow |
| -T1 sneaky | 15 detik / probe | Slow-and-low eksperimen | Korelasi jendela 24 jam tetap melihatnya |
| -T2 polite | 0,4 detik / probe | Host produksi rapuh | Di bawah ambang umum, di atas baseline |
| -T3 normal | Paralel, default | Default aman | Terlihat oleh rule rate standar |
| -T4 aggressive | Timeout pendek, paralel agresif | LAN andal — pilihan lab | Melewati detection_filter dengan mudah |
| -T5 insane | Brutal — mengorbankan akurasi | Darurat saja | Lonjakan mencolok + hasil sering salah baca |
Default nmap (root): ICMP echo + TCP SYN 80 + ACK 443 + ICMP timestamp. Host yang drop semuanya dilaporkan down — padahal hidup. -Pn melewati tahap ini dan memindai port semua alamat; -PS22,80 bergantung pada TCP saja. Kegagalan discovery adalah kesalahan konfigurasi terbanyak pemula.
Mesin Skrip: Dari Banner ke Vulnerability Check
600+ skrip Lua bawaan, dikelompokkan per kategori. -sC menjalankan kategori default (aman & informatif). Skrip intrusive bisa mempengaruhi layanan — jalankan hanya pada target milikmu, sadar dampaknya. Filter dan klik COPY di bawah:
Tiga Format, Arsip yang Bisa Dihindari
-oA menghasilkan tiga berkas sekaligus: .nmap (manusiawi), .gnmap (greppable), .xml (mesin). Berikut satu-satunya output nmap yang benar-benar bernilai laporan — dan cara memanennya:
nmap -sV -T4 --open 172.16.20.201 -oA recon/nmap/unit01 # struktur hasil: recon/nmap/unit01.nmap # tabel manusiawi — dibaca mata recon/nmap/unit01.gnmap # satu baris per host — dibaca grep recon/nmap/unit01.xml # terstruktur — dibaca tool/SIEM # 1) semua host dengan port 80 open (gnmap): grep '80/open/tcp' recon/nmap/*.gnmap # 2) ekstrak IP yang punya SSH open: grep '22/open' recon/nmap/*.gnmap | awk '{print $2}' # 3) versi layanan saja dari .nmap: grep 'open ' unit01.nmap | grep -v 'filtered' # 4) XML → HTML ringkas untuk lampiran laporan: xsltproc unit01.xml -o unit01.html
Scan tanpa -oA adalah scan yang tidak pernah terjadi begitu terminal ditutup. Buat folder recon/nmap/ sebelum perintah pertama — pola tee & arsip dari RECON-01 berlaku penuh di sini.
Evasion vs Deteksi: Permainan yang Sama, Dua Kursi
Kiri: teknik menyamar penyerang. Kanan: mengapa setiap teknik tetap meninggalkan bentuk jejak lain — plus aturan Suricata siap-uji. Di lab, uji keduanya hanya pada unit milikmu sendiri.
| Teknik | Flag | Cara Kerja | Padanan Jejak (Blue) |
|---|---|---|---|
| Fragmentasi | -f / --mtu 24 | Header TCP dipecah antar fragmen — IDS lawas gagal membaca flag | IDS modern melakukan stream reassembly — malah jadi sinyal anomali |
| Decoy | -D RND:5 | Paket spoofed dari 5 IP palsu ikut membanjir | IP palsu tak pernah menerima SYN-ACK — korelasi flow menyingkap sumber asli |
| Spoof Source | -S IP -e eth0 | Alamat sumber dipalsukan manual | Balasan tak kembali ke penyerang — hasil butuh zombie/proxy |
| Source Port | -g 53 | Paket berpura-pura dari port 53 (DNS) | Firewall stateless lawas lempar; stateful tetap mengecek koneksi |
| Padding | --data-length 24 | Ukuran paket tidak khas nmap | Fingerprint ukuran hanyalah satu sinyal — pola volume tetap |
| Randomize | --randomize-hosts | Urutan target diacak | Urutan tak relevan bagi agregasi per-sumber |
| MAC Spoof | --spoof-mac 0 | Vendor MAC dipalsukan (lokal) | arpwatch mencatat keanehan pasangan MAC↔IP |
| Slow | -T1 + --scan-delay | Di bawah ambang rate | NetFlow: rasio 1→banyak dalam jendela panjang tetap meledak |
- PSAD — analisis log iptables per-host; skornya naik otomatis untuk scan beruntun.
apt install psad+ pastikan iptables mencatatLOGuntuk drop. - Endlessh di port 22 palsu — scanner terseret di pre-banner selama menit-menit; SSH asli dipindah. Waktu penyerang terbakar, log-mu terisi alert.
- NetFlow/IPFIX — satu-satunya sensor yang imun terhadap slow scan: bentuk rasio tak berubah meski rate diturunkan.
- Baseline & kecualian — daftarkan IP scanner internal & jadwal vuln-scan; tanpa itu, 80% alert adalah FP dan rule-mu akan dimatikan orang.
- Canary port — 1–2 port palsu yang tak pernah disentuh trafik sah: alert di sana = pasti scanning, FP ≈ 0.
Rate bisa disembunyikan, rasio tidak. Semua deteksi scan berdiri di atas: satu sumber → banyak tujuan/port/kegagalan, dalam jendela waktu yang bisa disetel.
Empat Langkah: Senyap → Cepat → Dalam → Skrip
Rangkuman kerja nmap pada unit yang ditugaskan. Tiap langkah naik kebisingan — jangan lompati urutannya.
- Discovery — konfirmasi host hidup (senyap)
nmap -sn -PE -PS22,80 172.16.20.20X
Tanpa port scan. Bila sepi, tambahkan
-Pn— host yang blok ICMP tetap harus dipindai. - Quick sweep — peta port cepat (T4)
nmap -sS -T4 --open 172.16.20.20X -oA recon/nmap/quick0X
Top-1000 port.
--openmerapikan output;-oAmengunci bukti. - Deep — versi & skrip default hanya pada port yang terbuka
nmap -sV -sC -T4 -p 22,80,443 172.16.20.20X -oA recon/nmap/deep0X
Ganti daftar port sesuai hasil langkah 2. Interogasi mendalam tak perlu ke 65k port.
- NSE vuln — kategori kerentanan (paling berisik)
nmap -sV --script vuln -p 80 172.16.20.20X -oA recon/nmap/vuln0X
Langkah terakhir, paling sedikit target. Keluaran: kandidat CVE untuk fase vulnerability analysis — bukan izin eksploitasi.
Referensi Kilat & Kuis Akhir
| Flag | Arti | Flag | Arti |
|---|---|---|---|
| -sn | host discovery saja | -sS | SYN half-open (root) |
| -sT | connect penuh (tanpa root) | -sU | UDP scan (root) |
| -sF / -sX / -sN | FIN / Xmas / Null | -sA / -sW | ACK / Window — peta firewall |
| -sV | deteksi versi layanan | -O | deteksi OS (root) |
| -sC | skrip kategori default | --script | skrip / kategori spesifik |
| -p / -p- / -F | port / semua / top-100 | --top-ports N | N port terpopuler |
| -Pn / -PE / -PS | skip ping / echo / SYN ping | -T0..-T5 | timing template |
| --open | hanya port terbuka | -oA / -oN / -oG | semua / teks / greppable |
| -f / --mtu | fragmentasi paket | -D RND:n | decoy scan |
| -g PORT | paksa source port | --data-length | pad ukuran paket |
| -v / -vv | verbose | --reason | tampilkan alasan status |
| -iL file | target dari berkas | --excludefile | kecualikan target |