CYBER SECURITY FUNDAMENTAL // ELEMEN: KEAMANAN SIBER // WEB-BOOK INTERAKTIF

RECONNAISSANCE

PENGINTAIAN JARINGAN — MATA PERTAMA SEBELUM SERANGAN
FASE F · XI/XII TKJ 1-4 KURIKULUM MERDEKA PBL · DEEP LEARNING · STEAM LAB 172.16.20.0/24
EDISI DIGITAL · 2026

Penyusun: ABDUR ROZAK, S.Kom. — SMKS YASMIDA. 19 halaman interaktif: dari OSINT senyap sampai deteksi Blue Team. Dilengkapi Cyber Terminal simulator, AI Narrator, Intel Notes, dan Gamified XP. Blok teks mana pun untuk membuat catatan neon.

§Hak Cipta & Kata Pengantar

HAK CIPTA & KATA PENGANTAR

Hak Cipta & Lisensi

Dokumen ini disusun sebagai bahan ajar internal mata pelajaran Cyber Security Fundamental, SMKS YASMIDA, tahun ajaran 2026/2027. Hak cipta milik ABDUR ROZAK, S.Kom. dan SMKS YASMIDA. Diperbolehkan digandakan untuk tujuan pembelajaran dengan mencantumkan atribusi. Dilarang memperjualbelikan tanpa izin tertulis.

Kata Pengantar

Setiap intrusi siber yang pernah mengguncang Indonesia — dari ransomware yang melumpuhkan layanan publik sampai kebocoran jutaan data pribadi — diawali oleh hal yang sama: seseorang mengintai lebih dulu. Sebelum satu byte pun dicuri, penyerang memetakan domain, menghitung layanan, membaca versi software, dan menandai pintu yang lupa dikunci. Fase itu bernama reconnaissance — dan menguasainya adalah fondasi dari seluruh profesi keamanan siber, baik di sisi merah maupun biru.

Buku interaktif ini dirancang sebagai hacker training simulation: kamu tidak sekadar membaca definisi, tetapi menjalankan perintah di Cyber Terminal, membaca log sisi korban, memahami mengapa pengintaian bisa dideteksi, dan menutupnya dengan hardening. Semua contoh diarahkan ke lab yang diizinkan — 172.16.20.0/24, milik kelompokmu sendiri.

ETIKA — BACA SEBELUM HALAMAN MANA PUN

Materi ini membuka matamu melihat kelemahan sistem. Kemampuan itu adalah amanah, bukan lisensi. Memindai atau menembus sistem yang bukan milikmu — walau "cuma iseng" — adalah pelanggaran hukum. Gunakan ilmu ini untuk membangun, bukan merusak; untuk melapor, bukan memamer. Hebat sejati menjaga sistem justru karena paling paham cara merusaknya — dan memilih untuk tidak.

— ABDUR ROZAK, S.Kom. · Way Khilau, Pesawaran · Lampung, 2026

01/13Konsep Dasar

KONSEP RECONNAISSANCE

DEFINISI

Reconnaissance (pengintaian) adalah proses sistematis mengumpulkan informasi tentang target — host, layanan, domain, orang, teknologi — sebelum interaksi lebih lanjut dilakukan. Output resminya satu: attack surface map — peta seluruh permukaan yang bisa diserang.

Perhatikan kata kuncinya: sebelum. Penyerang hebat tidak menyobek pagar di menit pertama. Ia menghitung kamera, mencatat jam ganti shift, mengetuk pintu samping untuk tahu siapa yang menjawab — baru memutuskan titik masuk. Praktisi industri menyepakati angka yang mengagetkan: sekitar 70% keberhasilan sebuah pengujian ditentukan di fase ini. Eksploitasi hebat di atas pengintaian buruk hanyalah tebakan yang berisiko.

Dua Wajah yang Sama

RED — MATA PENYERANG

Recon adalah cara termurah menemukan pintu: tak ada yang berjaga ketika kamu hanya membaca. Urutannya disiplin — pasif dulu, aktif kemudian — karena setiap langkah naik menaikkan kebisingan.

BLUE — MATA SATPAM

Bagi SOC, recon adalah fase paling awal yang bisa dideteksi — sekaligus yang paling murah untuk dipatahkan. Menangkap pengintai sebelum ia masuk berarti membatalkan seluruh rencana serangan.

Analogi — Pencuri yang Sabar & Satpam yang Membaca

DUA SISI PAGAR YANG SAMA

Pencuri tidak menyerbu; ia mengamati: lampu taman yang dites, jejak ban di gang, orang yang terlalu sering lewat sambil memotret. Satpam yang baik membaca jejak yang sama — dari sisi sebaliknya. Recon adalah ilmu membaca jejak: satu kelompok menulis jejak itu, kelompok lain belajar membacanya. Di buku ini kamu akan bermain kedua peran.

Contoh Nyata di Indonesia

  • BSSN mencatat jutaan insiden serangan siber setiap tahun — dan hampir semuanya diawali pengintaian: pemindaian aset yang terekspos internet, pencarian subdomain lupa, pembacaan banner layanan.
  • Kebocoran jutaan data e-KTP (2021) yang diperdagangkan di forum gelap — penyerang menemukannya lewat pengintaian aset yang lupa dicatat inventaris, bukan lewat pintu depan yang dijaga.
  • Ransomware Pusat Data Nasional (2024) — serangan yang melumpuhkan layanan imigrasi diawali pemetaan permukaan serangan yang telaten sebelumnya.
JEMBATAN

Recon bukan istilah bebas — ia taktik resmi bernomor dalam kerangka dunia. Selanjutnya: MITRE ATT&CK TA0043.

02/13Kerangka Formal

KILL CHAIN & MITRE ATT&CK

Cyber Kill Chain (Lockheed Martin) dan MITRE ATT&CK sepakat: pengintaian mendahului segalanya. Dalam ATT&CK, recon menjadi taktik resmi bernomor TA0043 dengan teknik T1590–T1598 — bahasa bersama antara tim merah yang melakukannya dan tim biru yang harus mendeteksinya.

DIAGRAM 01 — POSISI RECON DALAM KILL CHAIN
flowchart LR A["RECON - TA0043"] --> B["Resource Development"] --> C["Delivery"] --> D["Exploitation"] --> E["Installation"] --> F["Command & Control"] --> G["Actions on Objectives"] classDef hot fill:#1a0e18,stroke:#ff0055,color:#e2e8f0; class A hot;

Teknik Teknik TA0043

KodeTeknikInti
T1595Active ScanningPindai blok IP, uji kerentanan, brute wordlist — teknik paling berisik
T1592Gather Victim Host InfoFingerprint OS, software, konfigurasi dari banner & perilaku
T1590Gather Victim Network InfoDomain, DNS, rentang IP, perangkat keamanan di jalur
T1589Gather Victim Identity InfoEmail, nama karyawan, kredensial bocor — amunisi phishing
T1593/94Search Open / Owned WebsitesMemanen mesin pencari & situs target sendiri
T1596Search Open Tech DatabasesWHOIS, log Certificate Transparency, database scanner
IMPLIKASI DEFENSIF

Jika TA0043 terdeteksi dan direspons sebelum Delivery, seluruh rantai berikutnya batal. Deteksi recon adalah counter paling awal — dan paling murah: belum ada payload, belum ada kerusakan, hanya pola yang bisa dibaca.

03/13Metodologi

PASIF VS AKTIF

Perbedaan satu-satunya yang penting bagi defender: apakah paket sampai ke target. Sampai = ada log; tidak sampai = pertahanannya berpindah ke sisi publikasi data.

AspekRECON PASIFRECON AKTIF
InteraksiKueri ke pihak ketiga: registry, resolver, CT log, mesin pencariLangsung ke target — paket sampai
Jejak di targetNyaris nol — tidak ada logTercatat di firewall, IDS, access.log
Toolswhois · dig · crt.sh · theHarvester · dorknmap · whatweb · gobuster · wpscan
DataBisa basi (cache/index lama)Real-time & presisi
AturanBoleh ke aset publik sendiri kapan punWajib otorisasi tertulis & scope jelas

Tangga Kebisingan — Naik Hanya Bila Perlu

DIAGRAM 02 — ESKALASI DARI SENYAP KE BERISIK
flowchart LR A["1 OSINT - crt.sh - senyap"] --> B["2 DNS - dig"] --> C["3 DISCOVERY - nmap -sn"] --> D["4 ENUMERASI - nmap -sV"] --> E["5 WEB BRUTE - gobuster - berisik"] classDef pas fill:#0e1a16,stroke:#00ff9d,color:#e2e8f0; classDef hot fill:#1a0e18,stroke:#ff0055,color:#e2e8f0; class A,B,C pas; class D,E hot;
DISIPLIN URUTAN

Setiap anak tangga menaikkan kebisingan dan risiko terdeteksi. Maka aturannya tegas: mulai selalu dari yang paling senyap, naik hanya ketika data yang ada tak cukup, dan naik ke tahap aktif hanya bila target berada di dalam scope yang diizinkan.

04/13Recon Pasif I

WHOIS & DNS

Fase termurah dan tersenyap: kamu bertanya kepada registry dan resolver publik — target tak menerima satu paket pun.

whois abdurrozak.my.id # registrar, nameserver, umur domain, status lock dig +short dvwa1.abdurrozak.my.id 172.16.20.201 # target web unit 1 → IP unit 1 dig +noall +answer abdurrozak.my.id NS MX TXT # NS = siapa otoritatif · MX = permukaan mail · TXT = bocoran vendor dig axfr abdurrozak.my.id @ns1.abdurrozak.my.id ; Transfer failed. # GAGAL = server dikunci benar (bagus). BERHASIL = temuan berat!

Rekaman Berharga

LIMA REKAMAN UTAMA

A/AAAA → menghubungkan target web ke IP unit · NS → target uji AXFR & fingerprint BIND · MX → permukaan mail tambahan · TXT → sering membocorkan vendor cloud (SPF/DKIM) · SOA → email admin zona.

HARDENING-NYA

allow-transfer { none; }; di BIND. Efek sampingnya elegan: setiap percobaan AXFR selanjutnya menjadi log "rejected" yang mencurigakan dengan sendirinya — pertahanan yang menghasilkan sensor gratis.

DISIPLIN AXFR

Bila AXFR berhasil, seluruh peta internal DNS bocor — itu temuan berdampak tinggi yang wajib dilaporkan, bukan bahan pamer atau lanjutan enumerasi ke host lain. Catat, screenshot, lapor ke asisten. Titik.

05/13Recon Pasif II

SERTIFIKAT TLS, OSINT & DORKING

Setiap sertifikat TLS yang pernah diterbitkan tercatat di Certificate Transparency log yang publik — menjadikannya cara paling senyap menemukan subdomain yang bahkan adminnya lupa.

# butuh jq — %25 = wildcard untuk SEMUA subdomain: curl -s "https://crt.sh/?q=%25.abdurrozak.my.id&output=json" \ | jq -r '.[].name_value' | sort -u theHarvester -d abdurrozak.my.id -b bing,duckduckgo -l 100 # panen email, host, IP dari indeks mesin pencari # dork — operator inti: site: inurl: intitle: filetype: site:abdurrozak.my.id intitle:"index of" # directory listing
OperatorFungsiTemuan Khas
site:Batasi ke satu domainHalaman mana saja yang terindeks
inurl:Kata dalam URLPath admin, backup, upload
intitle:Kata dalam judul"index of", panel login tersembunyi
filetype:Ekstensi berkasxls, sql, log, conf yang bocor
MENGAPA INI PELAJARAN TERBESAR UNTUK DEFENDER

Subdomain lupa (staging, panel admin, berkas backup) adalah pintu belakang yang tak ada di inventaris — karena tak tercatat, tak ada yang mempatch-nya. Industri menjawabnya dengan EASM: menjalankan kueri yang sama terhadap domain sendiri, rutin, sebelum penyerang menemukannya.

06/13Recon Aktif I

HOST DISCOVERY

Fase aktif pertama menjawab satu pertanyaan: siapa yang hidup? — tanpa menyentuh port sekalipun. Ini tahap paling senyap dari seluruh recon aktif.

nmap -sn 172.16.20.201-209 Nmap scan report for 172.16.20.201 Host is up (0.0012s latency). MAC Address: 08:00:27:AB:CD:EF (Oracle VirtualBox) # baris MAC membocorkan virtualisasi — fingerprint gratis! arp-scan --localnet # paling andal di segmen LAN sama
HOST "MATI" YANG PALSU

Banyak host menolak ICMP echo namun tetap melayani web di port 80. Bila sweep sepi, jangan simpulkan kosong — ulangi dengan -Pn (anggap semua hidup) atau TCP SYN ping -PS22,80. Kegagalan discovery adalah salah-konfigurasi terbanyak pemula.

JEJAKNYA (BLUE)

Banjir ICMP/ARP satu-sumber → banyak-tujuan dalam detik. Tak bisa disembunyikan oleh scan yang jujur — bentuk rasionya tetap tampak di NetFlow dan conn.log, seberapa pun pelan kecepatannya.

ANALOGI

Ping sweep = mengetuk semua pintu di kompleks sambil menghitung mana yang dijawab. Kamu belum masuk ke mana-mun — tetapi pemilik kompleks yang teliti mencatat: "ada yang mengetuk 9 pintu dalam 3 detik."

07/13Recon Aktif II

PORT SCAN, STATUS & TIMING

Semua logika deteksi SOC berdiri di atas pemahaman three-way handshake. Bacalah perbedaan ini pelan-pelan:

# KONEKSI NORMAL (tercatat di log aplikasi): klien → SYN server → SYN-ACK klien → ACK ← established # SYN SCAN (-sS) — setengah-terbuka: klien → SYN server → SYN-ACK ← cukup! port TERBUKA klien → RST ← langsung putus, tanpa log app # PORT TERTUTUP: server membalas RST — juga informasi berharga
StatusMakna TeknisArti bagi Penyerang
openAplikasi melayani koneksiLayanan hidup — lanjut fingerprint versi
closedHost hidup, membalas RST, port kosongMengukur perimeter
filteredFirewall menyaring — nmap tak bisa memastikanBukan berarti aman — hanya tak terlihat dari posisi sumber
open|filteredHening bisa berarti dua hal (UDP / keluarga FIN)Ambigu — butuh probe spesifik untuk memastikan
TIMING TEMPLATE

-T1 sneaky (15 dtk/probe — lolos rate rule… tapi lihat Bab 09) · -T3 normal · -T4 aggressive (pilihan LAN lab) · -T5 insane (brutal, rawan salah baca — jangan dipakai untuk laporan).

PERINTAH STANDAR LAB

nmap -sV -T4 --open 172.16.20.2XX -oA recon/nmap/unit0X — versi + bersih + terarsip tiga format. Aturan arsip: scan tanpa -oA adalah scan yang "tidak pernah terjadi".

08/13Recon Aktif III

PERMUKAAN WEB

Port terbuka hanyalah pintu; aplikasi di baliknya yang bercerita. Pola empat lapis: header → fingerprint → direktori → spesifik aplikasi.

# 1. BANNER — header membocorkan versi: curl -sI http://dvwa1.abdurrozak.my.id Server: Apache/2.4.57 (Debian) X-Powered-By: PHP/8.2.7 # 2. FINGERPRINT — seluruh stack dalam satu baris: whatweb http://dvwa1.abdurrozak.my.id # 3. DIREKTORI — kamus vs server (BERISIK): gobuster dir -u http://dvwa1… -w /usr/share/wordlists/dirb/common.txt -t 30 /setup.php (Status: 200) ← DVWA setup TERBUKA! /admin (Status: 403) ← ADA tapi dipagari # 4. SPESIFIK WORDPRESS — user tanpa login: curl -s http://wp1.abdurrozak.my.id/wp-json/wp/v2/users | jq wpscan --url http://wp1… --enumerate u,t,p
STATUS BERHARGA

403 adalah pengakuan bersalah — path-nya ada, hanya dipagari. Dan robots.txt sering menyerahkan path rahasia secara sukarela.

KENAPA VERSI PENTING

"Apache/2.4.57 + PHP/8.2.7" = kandidat CVE terbaca dalam hitungan detik. Inilah mengapa ServerTokens Prod adalah hardening termurah.

GRADIEN KEBISINGAN

curl = 1 baris log · whatweb = 1–2 · gobuster = ratusan 404 beruntun — yang paling nyaring bagi SOC. Urutkan dari yang senyap.

KREDENSIAL DEFAULT

Login DVWA: admin / p@ssw0rd. Dalam metodologi yang benar, pemeriksaan kredensial default selalu mendahului brute force — itu uji termurah dengan tingkat keberhasilan tertinggi di dunia nyata.

09/13Blue Team View

JEJAK YANG DITINGGALKAN

Setiap aksi merah meninggalkan bukti di sisi biru. Hafalkan pasangan aksi → jejak ini — inilah inti bab ini dari sudut SOC:

Aksi PenyerangJejak di Log/SensorSinyal Kunci
nmap -snBanjir ICMP/ARP satu→banyak (Zeek, NetFlow)Rasio tujuan unik per sumber
nmap -sSBanyak SYN, nol established (firewall/Suricata)detection_filter 30/10s
nc port 22auth.log: "Did not receive identification string"Banner-grab yang putus
dig axfrnamed: transfer rejected / NIDS tipe 252Satu AXFR = investigasi
gobuster404/403 beruntun + UA tool (access.log)Count per IP per menit
OSINT / crt.sh— TIDAK ADA LOG —Jawab dengan EASM
PRINSIP EMAS DETEKSI

Rate bisa disembunyikan, rasio tidak. Slow scan lolos rule kecepatan — tetapi bentuk "1 sumber ke 87 tujuan unik dalam 24 jam" tetap meledak dari baseline di NetFlow. Pola > label.

Diagram — Loop Purple Team

DIAGRAM 03 — SERANG · DETEKSI · HARDEN · ULANGI
flowchart LR R["RED - probes"] --> T["Jejak di log & sensor"] --> B["SOC - deteksi & korelasi"] --> H["Hardening & rule baru"] --> U["Uji ulang - before/after"] --> R classDef r fill:#1a0e18,stroke:#ff0055,color:#e2e8f0; classDef b fill:#0e1a16,stroke:#00ff9d,color:#e2e8f0; class R,U r; class B,H b;
MINI KASUS UNTUK DIDISKUSIKAN

access.log: 54 request 404 dalam 12 detik dari satu IP, UA "gobuster/3.6". Menit yang sama di auth.log: "Did not receive identification string". Pertanyaan: scanner sah atau musuh — data apa yang membedakan, dan tiga tindakan pertamamu? (Petunjuk: UA mudah dipalsukan; pola distribusi status tidak.)

10/13Permainan Dua Kursi

EVASION VS DETEKSI

Penyerang yang baik membaca buku yang sama — dan bermain di bawah ambang. Bab ini disajikan dua arah: memahami tekniknya dan mengapa setiap teknik tetap meninggalkan bentuk jejak lain.

Teknik SenyapFlagKenapa Bisa LolosJawaban Blue
Low & Slow-T1 --scan-delayVolume/detik di bawah ambang ruleNetFlow: rasio 1→banyak tetap tampak di jendela panjang
Decoy-D RND:55 IP palsu ikut membanjirIP palsu tak pernah menerima balasan — korelasi flow menyingkap sumber asli
Fragmentasi-f --mtu 24Flag TCP terpecah antar fragmenIDS modern reassembly — malah jadi anomali
Idle Scan-sI zombieIP asli tak muncul sama sekaliPola polling IP-ID aneh di host zombie — temuan tersendiri
UA Palsu-a / headerLabel tool dipalsukanPola 404 tetap — pola > label
HARGA KESENYAPAN

Scan lambat menghasilkan peta basi — pindaian selesai ketika infrastruktur sudah berubah. Idle scan butuh zombie dengan sekuens IP yang pas — makin langka di jaringan modern. Distributed scanning mengalahkan rate per-IP, tetapi jejak koordinasinya juga data. Kesimpulan jujurnya: kebisingan bisa dipindahkan, sulit dihilangkan.

ETIKA EVASION

Di lab, teknik senyap diuji hanya ke unit yang ditugaskan — idealnya bersama asisten sebagai latihan purple. Evasion terhadap sistem pihak lain tanpa izin adalah tindakan ilegal, bukan "skill lanjutan".

11/13Jawaban Defensif

HARDENING — MENGECILKAN TARGET

Deteksi adalah jaring pengaman; hardening menghilangkan sasaran sebelum ditembak. Filosofinya: setiap bit yang tak perlu diekspos adalah bit yang tak perlu dideteksi.

RAPIKAN BANNER

ServerTokens Prod · ServerSignature Off · expose_php = Off · server_tokens off; — hasilnya Server: Apache. Tanpa versi, pemilih CVE dipaksa menebak — dan menebak memakan waktu sekaligus menaikkan noise yang bisa dilihat sensor-mu.

KUNCI DNS

allow-transfer { none; }; · version "unknown"; · recursion no; untuk server publik. Setiap percobaan AXFR otomatis jadi log "rejected" yang mencurigakan.

BAN OTOMATIS

fail2ban: jail sshd (maxretry 4) + jail custom apache-404 (40 gagal/menit → ban 30 menit). nginx limit_req. Reaktif per-host, murah, efektif.

PERANGKAP MURAH

Endlessh di port 22 palsu — scanner terseret di pre-banner bermenit-menit. Canary path — siapa pun yang GET /backup-canary.zip dipastikan scanner (false positive ≈ 0).

FILOSOFI

Setiap bit yang tak perlu diekspos adalah bit yang tak perlu dideteksi. Permukaan mengecil → log lebih bersih → alert yang tersisa benar-benar penting. Inilah siklus yang menghubungkan bab ini dengan seluruh keamanan siber: temukan lubangmu lebih dulu.

12/13Garis Merah

SCOPE, ETIKA & HUKUM

IN SCOPE — BOLEH

Unit penugasan kelompokmu: 172.16.20.2XX · target web indeks sama (dvwaN / vulnN / wpN .abdurrozak.my.id) · kueri pasif ke sumber publik atas domain lab.

OUT OF SCOPE — JANGAN

Unit kelompok lain (walau "cuma -sn") · infrastruktur kampus & internet publik · probe destruktif: DoS, brute masif, eksploit prematur.

DUA ATURAN HUKUM

1) Akses ilegal adalah akses ilegal — memindai atau menembus sistem orang lain tanpa izin tertulis melanggar hukum (di Indonesia: ketentuan pidana akses tidak sah dalam UU ITE), terlepas dari niat "iseng" atau "belajar".  2) Yang membedakan pentester dari penyerang bukan kemampuan — melainkan izin tertulis, scope terbatas, dan jangka waktu yang disepakati.

Dokumentasi = Alibi

EMPAT DISIPLIN PRAKTIKUM

1) Tulis scope sebelum perintah pertama. 2) Pipa semua perintah ke tee / -oA — log milikmu adalah bukti bahwa yang kamu lakukan benar-benar di dalam scope. 3) Timing maksimal -T4, tanpa probe destruktif. 4) Berhenti & lapor bila menyentuh host di luar batas — bukan diam-diam "menjelaskan".

13/13A → Z · 90 Menit

WORKFLOW LAB KALI/SANA

Rangkuman seluruh buku menjadi satu sesi kerja nyata pada unit yang ditugaskan. Struktur arsip dulu — recon tanpa arsip adalah recon yang hilang:

mkdir -p recon/{osint,dns,scans,web,shots} # ===== PASIF ===== whois abdurrozak.my.id | tee recon/osint/whois.txt dig +short dvwaX.abdurrozak.my.id | tee recon/dns/a.txt # ===== DISCOVERY → ENUMERASI ===== nmap -sn 172.16.20.2XX nmap -sV -T4 --open 172.16.20.2XX -oA recon/nmap/unit0X # ===== WEB RECON ===== curl -sI http://dvwaX.abdurrozak.my.id | tee recon/web/headers.txt whatweb http://dvwaX.abdurrozak.my.id gobuster dir -u http://dvwaX… -w /usr/share/wordlists/dirb/common.txt -t 30
  1. SSH masuk unit-mu.

    ssh [email protected] — ganti X sesuai penugasan kelompok (lihat ROSTER-01).

  2. Pasif dulu.

    whois + dig + crt.sh atas domain lab, semua ke tee. Catat rentang IP yang terkonfirmasi.

  3. Discovery.

    nmap -sn — konfirmasi unitmu hidup, baca fingerprint MAC.

  4. Enumerasi.

    nmap -sV -T4 --open -oA. Baca kolom VERSION perlahan — inilah kandidat CVE.

  5. Web recon.

    curl → whatweb → gobuster (→ wpscan bila target wp). Tiga subdomain indeks-mu, satu per satu.

  6. Korelasikan.

    Susun tabel: layanan → versi → path menarik → hipotesis kerentanan. Serahkan sebagai attack surface map unit-mu.

14Rekap Bab

RANGKUMAN & BEST PRACTICES

Poin-Poin Penting

  • Recon mendahului segalanya — sekitar 70% keberhasilan pengujian ditentukan di fase ini.
  • Pasif dulu, aktif kemudian — urutan adalah disiplin; setiap langkah naik menaikkan kebisingan.
  • open / closed / filtered punya makna berbeda — dan filtered bukan berarti aman, hanya tak terlihat dari posisi sumber.
  • Versi yang bocor di banner = kandidat CVE terpilih dalam hitungan detik.
  • Setiap aksi merah ada jejak birunya — kecuali OSINT, yang jawabannya adalah EASM.
  • Rate bisa disembunyikan, rasio tidak — prinsip deteksi yang tidak bisa dibohongi scan jujur.
  • Scope adalah garis hidup-mati — izin tertulis dan dokumentasi membedakan pentester dari penyerang.

Best Practices — Cheatsheet

DomainLakukanHindari
UrutanOSINT → DNS → discovery → enumerasi → webLangsung gobuster ke target yang belum dipetakan
Arsiptee semua output, -oA semua scanHasil hanya di layar terminal
Timing-T4 maksimal di LAN andal-T5 — data sampah + noise maksimal
Keamanan diriScope tertulis, log pribadi lengkapSekali "iseng" ke host luar
Defender mindsetJalankan recon yang sama ke dirimu (EASM)Asumsi tak ada yang mengintai
TAKEAWAY MESSAGE
REKON YANG BAIK TIDAK TERLIHAT.
REKON YANG BURUK TERDENGAR DI LOG ORANG LAIN.
15Praktikum Virtual

INTERACTIVE CYBER TERMINAL

Latih seluruh konsep buku ini lewat simulator — tanpa risiko, berjalan lokal di browser. Ketik help untuk daftar perintah. Setiap perintah baru memberimu XP.

praktikan@yasmida — RECON SHELL v1.0 — sandbox lokal
praktikan@yasmida:~$
PERINTAH UNGGULAN

whois <domain> · dig <host> · crt <domain> · nmap -sn <range> · nmap -sV <ip> · gobuster <url> · status <open|closed|filtered> · trail <aksi> — lihat jejak dari sisi SOC.

SISI DEFENSIF

scope — tampilkan aturan lab · trail — korelasikan aksi ke jejak log. Bonus badge TRAIL READER bila kamu memahami minimal satu pasangan aksi→jejak.

16Evaluasi · +15 XP per Jawaban Benar

KNOWLEDGE CHECK

Delapan soal mencakup seluruh buku. Feedback langsung — penjelasan terbuka setelah memilih. XP diberikan sekali per soal.

HASIL KNOWLEDGE CHECK
—
—
17Referensi Cepat

GLOSARIUM ISTILAH

ReconnaissancePengumpulan informasi sistematis tentang target sebelum interaksi; taktik ATT&CK TA0043.
OSINTOpen-Source Intelligence — intelijen dari sumber publik tanpa interaksi ke target.
Attack SurfaceSeluruh titik yang dapat diserang: port, aplikasi, path, akun, API.
AXFRZone transfer DNS; bila tak dibatasi, seluruh isi zona bocor ke siapa pun yang bertanya.
FingerprintingIdentifikasi versi layanan/teknologi dari banner, header, dan perilaku.
TOFUTrust On First Use — penerimaan host key SSH pada koneksi pertama.
FilteredStatus port yang tak dapat dipastikan nmap karena firewall menyaring paket.
NSENmap Scripting Engine — 600+ skrip Lua untuk enumerasi & deteksi per layanan.
EASMExternal Attack Surface Management — mengintai aset eksternal sendiri dengan cara penyerang.
Canary TokenUmpan (berkas/port/kredensial) yang membunyikan alert pasti saat disentuh.
Low-and-SlowScan yang kecepatannya dibatalkan agar lolos rate-based — dilawan NetFlow jendela panjang.
Banner GrabbingMembaca teks sambutan layanan (SSH/HTTP) untuk mengetahui versi.
ScopeBatas resmi apa yang boleh diuji — melebihi scope adalah pelanggaran.
EvidenceBukti dapat direproduksi: perintah, timestamp, file output, tangkapan layar.
18Sumber Belajar

DAFTAR PUSTAKA & REFERENSI

SumberDeskripsiBentuk
nmap.org/bookDokumentasi resmi Nmap — referensi flag, NSE, teknik scanOnline
Lyon, G.F. — Nmap Network ScanningBuku induk pemindaian jaringan oleh pencipta NmapBuku
ptesframeworkPenetration Testing Execution Standard — metodologi & fase reconOnline
attack.mitre.orgMITRE ATT&CK — taktik TA0043 & teknik T1590–T1598Online
owasp WSTGWeb Security Testing Guide — kategori pengujian aplikasi webOnline
OSINT FrameworkKumpulan sumber OSINT terklasifikasi per jenis dataOnline
crt.sh & CT Log docsCertificate Transparency — basis enumerasi subdomain pasifOnline
Suite KALI/SANA internalROSTER-01 · RECON-01 · CHEATSHT-01 · NMAP-01 · NMAP-NSE-01 · tools.html (9 tool) · INFO-RECONFile lokal
URUTAN BELAJAR SELANJUTNYA

Buku ini (paham konsep) → RECON-01 (manual 10 bab) → lab terbimbing → NMAP-01/NMAP-NSE-01 (workbench) → RECON/ED-02 (sudut pandang SOC lengkap) → INFO-RECON (poster ringkas untuk review).

19Back Cover

TENTANG PENULIS

ABDUR ROZAK, S.Kom.

Guru Cyber Security Fundamental · SMKS YASMIDA, Teknik Jaringan Komputer & Telekomunikasi.
Alamat: Umbul Baru, RT/RW 008/003, Desa Mada Jaya, Kec. Way Khilau, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung.
Penyusun suite pembelajaran KALI/SANA & modul keamanan siber Kurikulum Merdeka.

IDENTITAS BUKU

Kurikulum Merdeka · Fase F · Kelas XI/XII TKJ 1-4 · TA 2026/2027
Model: Problem Based Learning · Pendekatan: Deep Learning, STEAM
Taksonomi: SOLO · Strategi: Diferensiasi · Tahun Terbit: 2026
CP: Murid dapat menerapkan sistem keamanan siber.

TERHUBUNG DENGAN PENULIS
CLOSING QUOTE
"JUST RELAX A LITTLE, STAY SAFE, STAY CURIOUS,
STAY ETHICAL, STAY LEGAL, AND STAY COFFEE."
— ABDUR ROZAK, S.Kom.