RECONNAISSANCE
Penyusun: ABDUR ROZAK, S.Kom. — SMKS YASMIDA. 19 halaman interaktif: dari OSINT senyap sampai deteksi Blue Team. Dilengkapi Cyber Terminal simulator, AI Narrator, Intel Notes, dan Gamified XP. Blok teks mana pun untuk membuat catatan neon.
HAK CIPTA & KATA PENGANTAR
Hak Cipta & Lisensi
Dokumen ini disusun sebagai bahan ajar internal mata pelajaran Cyber Security Fundamental, SMKS YASMIDA, tahun ajaran 2026/2027. Hak cipta milik ABDUR ROZAK, S.Kom. dan SMKS YASMIDA. Diperbolehkan digandakan untuk tujuan pembelajaran dengan mencantumkan atribusi. Dilarang memperjualbelikan tanpa izin tertulis.
Kata Pengantar
Setiap intrusi siber yang pernah mengguncang Indonesia — dari ransomware yang melumpuhkan layanan publik sampai kebocoran jutaan data pribadi — diawali oleh hal yang sama: seseorang mengintai lebih dulu. Sebelum satu byte pun dicuri, penyerang memetakan domain, menghitung layanan, membaca versi software, dan menandai pintu yang lupa dikunci. Fase itu bernama reconnaissance — dan menguasainya adalah fondasi dari seluruh profesi keamanan siber, baik di sisi merah maupun biru.
Buku interaktif ini dirancang sebagai hacker training simulation: kamu tidak sekadar membaca definisi, tetapi menjalankan perintah di Cyber Terminal, membaca log sisi korban, memahami mengapa pengintaian bisa dideteksi, dan menutupnya dengan hardening. Semua contoh diarahkan ke lab yang diizinkan — 172.16.20.0/24, milik kelompokmu sendiri.
Materi ini membuka matamu melihat kelemahan sistem. Kemampuan itu adalah amanah, bukan lisensi. Memindai atau menembus sistem yang bukan milikmu — walau "cuma iseng" — adalah pelanggaran hukum. Gunakan ilmu ini untuk membangun, bukan merusak; untuk melapor, bukan memamer. Hebat sejati menjaga sistem justru karena paling paham cara merusaknya — dan memilih untuk tidak.
— ABDUR ROZAK, S.Kom. · Way Khilau, Pesawaran · Lampung, 2026
DAFTAR ISI
Membaca halaman materi sampai tuntas: +10 XP · Jawaban kuis benar: +15 XP · Menjalankan perintah terminal baru: +10 s/d +20 XP · Intel note: +10 XP. Naik level, buka badge.
KONSEP RECONNAISSANCE
Reconnaissance (pengintaian) adalah proses sistematis mengumpulkan informasi tentang target — host, layanan, domain, orang, teknologi — sebelum interaksi lebih lanjut dilakukan. Output resminya satu: attack surface map — peta seluruh permukaan yang bisa diserang.
Perhatikan kata kuncinya: sebelum. Penyerang hebat tidak menyobek pagar di menit pertama. Ia menghitung kamera, mencatat jam ganti shift, mengetuk pintu samping untuk tahu siapa yang menjawab — baru memutuskan titik masuk. Praktisi industri menyepakati angka yang mengagetkan: sekitar 70% keberhasilan sebuah pengujian ditentukan di fase ini. Eksploitasi hebat di atas pengintaian buruk hanyalah tebakan yang berisiko.
Dua Wajah yang Sama
Recon adalah cara termurah menemukan pintu: tak ada yang berjaga ketika kamu hanya membaca. Urutannya disiplin — pasif dulu, aktif kemudian — karena setiap langkah naik menaikkan kebisingan.
Bagi SOC, recon adalah fase paling awal yang bisa dideteksi — sekaligus yang paling murah untuk dipatahkan. Menangkap pengintai sebelum ia masuk berarti membatalkan seluruh rencana serangan.
Analogi — Pencuri yang Sabar & Satpam yang Membaca
Pencuri tidak menyerbu; ia mengamati: lampu taman yang dites, jejak ban di gang, orang yang terlalu sering lewat sambil memotret. Satpam yang baik membaca jejak yang sama — dari sisi sebaliknya. Recon adalah ilmu membaca jejak: satu kelompok menulis jejak itu, kelompok lain belajar membacanya. Di buku ini kamu akan bermain kedua peran.
Contoh Nyata di Indonesia
- BSSN mencatat jutaan insiden serangan siber setiap tahun — dan hampir semuanya diawali pengintaian: pemindaian aset yang terekspos internet, pencarian subdomain lupa, pembacaan banner layanan.
- Kebocoran jutaan data e-KTP (2021) yang diperdagangkan di forum gelap — penyerang menemukannya lewat pengintaian aset yang lupa dicatat inventaris, bukan lewat pintu depan yang dijaga.
- Ransomware Pusat Data Nasional (2024) — serangan yang melumpuhkan layanan imigrasi diawali pemetaan permukaan serangan yang telaten sebelumnya.
Recon bukan istilah bebas — ia taktik resmi bernomor dalam kerangka dunia. Selanjutnya: MITRE ATT&CK TA0043.
KILL CHAIN & MITRE ATT&CK
Cyber Kill Chain (Lockheed Martin) dan MITRE ATT&CK sepakat: pengintaian mendahului segalanya. Dalam ATT&CK, recon menjadi taktik resmi bernomor TA0043 dengan teknik T1590–T1598 — bahasa bersama antara tim merah yang melakukannya dan tim biru yang harus mendeteksinya.
Teknik Teknik TA0043
| Kode | Teknik | Inti |
|---|---|---|
| T1595 | Active Scanning | Pindai blok IP, uji kerentanan, brute wordlist — teknik paling berisik |
| T1592 | Gather Victim Host Info | Fingerprint OS, software, konfigurasi dari banner & perilaku |
| T1590 | Gather Victim Network Info | Domain, DNS, rentang IP, perangkat keamanan di jalur |
| T1589 | Gather Victim Identity Info | Email, nama karyawan, kredensial bocor — amunisi phishing |
| T1593/94 | Search Open / Owned Websites | Memanen mesin pencari & situs target sendiri |
| T1596 | Search Open Tech Databases | WHOIS, log Certificate Transparency, database scanner |
Jika TA0043 terdeteksi dan direspons sebelum Delivery, seluruh rantai berikutnya batal. Deteksi recon adalah counter paling awal — dan paling murah: belum ada payload, belum ada kerusakan, hanya pola yang bisa dibaca.
PASIF VS AKTIF
Perbedaan satu-satunya yang penting bagi defender: apakah paket sampai ke target. Sampai = ada log; tidak sampai = pertahanannya berpindah ke sisi publikasi data.
| Aspek | RECON PASIF | RECON AKTIF |
|---|---|---|
| Interaksi | Kueri ke pihak ketiga: registry, resolver, CT log, mesin pencari | Langsung ke target — paket sampai |
| Jejak di target | Nyaris nol — tidak ada log | Tercatat di firewall, IDS, access.log |
| Tools | whois · dig · crt.sh · theHarvester · dork | nmap · whatweb · gobuster · wpscan |
| Data | Bisa basi (cache/index lama) | Real-time & presisi |
| Aturan | Boleh ke aset publik sendiri kapan pun | Wajib otorisasi tertulis & scope jelas |
Tangga Kebisingan — Naik Hanya Bila Perlu
Setiap anak tangga menaikkan kebisingan dan risiko terdeteksi. Maka aturannya tegas: mulai selalu dari yang paling senyap, naik hanya ketika data yang ada tak cukup, dan naik ke tahap aktif hanya bila target berada di dalam scope yang diizinkan.
WHOIS & DNS
Fase termurah dan tersenyap: kamu bertanya kepada registry dan resolver publik — target tak menerima satu paket pun.
Rekaman Berharga
A/AAAA → menghubungkan target web ke IP unit · NS → target uji AXFR & fingerprint BIND · MX → permukaan mail tambahan · TXT → sering membocorkan vendor cloud (SPF/DKIM) · SOA → email admin zona.
allow-transfer { none; }; di BIND. Efek sampingnya elegan: setiap percobaan AXFR selanjutnya menjadi log "rejected" yang mencurigakan dengan sendirinya — pertahanan yang menghasilkan sensor gratis.
Bila AXFR berhasil, seluruh peta internal DNS bocor — itu temuan berdampak tinggi yang wajib dilaporkan, bukan bahan pamer atau lanjutan enumerasi ke host lain. Catat, screenshot, lapor ke asisten. Titik.
SERTIFIKAT TLS, OSINT & DORKING
Setiap sertifikat TLS yang pernah diterbitkan tercatat di Certificate Transparency log yang publik — menjadikannya cara paling senyap menemukan subdomain yang bahkan adminnya lupa.
| Operator | Fungsi | Temuan Khas |
|---|---|---|
| site: | Batasi ke satu domain | Halaman mana saja yang terindeks |
| inurl: | Kata dalam URL | Path admin, backup, upload |
| intitle: | Kata dalam judul | "index of", panel login tersembunyi |
| filetype: | Ekstensi berkas | xls, sql, log, conf yang bocor |
Subdomain lupa (staging, panel admin, berkas backup) adalah pintu belakang yang tak ada di inventaris — karena tak tercatat, tak ada yang mempatch-nya. Industri menjawabnya dengan EASM: menjalankan kueri yang sama terhadap domain sendiri, rutin, sebelum penyerang menemukannya.
HOST DISCOVERY
Fase aktif pertama menjawab satu pertanyaan: siapa yang hidup? — tanpa menyentuh port sekalipun. Ini tahap paling senyap dari seluruh recon aktif.
Banyak host menolak ICMP echo namun tetap melayani web di port 80. Bila sweep sepi, jangan simpulkan kosong — ulangi dengan -Pn (anggap semua hidup) atau TCP SYN ping -PS22,80. Kegagalan discovery adalah salah-konfigurasi terbanyak pemula.
Banjir ICMP/ARP satu-sumber → banyak-tujuan dalam detik. Tak bisa disembunyikan oleh scan yang jujur — bentuk rasionya tetap tampak di NetFlow dan conn.log, seberapa pun pelan kecepatannya.
Ping sweep = mengetuk semua pintu di kompleks sambil menghitung mana yang dijawab. Kamu belum masuk ke mana-mun — tetapi pemilik kompleks yang teliti mencatat: "ada yang mengetuk 9 pintu dalam 3 detik."
PORT SCAN, STATUS & TIMING
Semua logika deteksi SOC berdiri di atas pemahaman three-way handshake. Bacalah perbedaan ini pelan-pelan:
| Status | Makna Teknis | Arti bagi Penyerang |
|---|---|---|
| open | Aplikasi melayani koneksi | Layanan hidup — lanjut fingerprint versi |
| closed | Host hidup, membalas RST, port kosong | Mengukur perimeter |
| filtered | Firewall menyaring — nmap tak bisa memastikan | Bukan berarti aman — hanya tak terlihat dari posisi sumber |
| open|filtered | Hening bisa berarti dua hal (UDP / keluarga FIN) | Ambigu — butuh probe spesifik untuk memastikan |
-T1 sneaky (15 dtk/probe — lolos rate rule… tapi lihat Bab 09) · -T3 normal · -T4 aggressive (pilihan LAN lab) · -T5 insane (brutal, rawan salah baca — jangan dipakai untuk laporan).
nmap -sV -T4 --open 172.16.20.2XX -oA recon/nmap/unit0X — versi + bersih + terarsip tiga format. Aturan arsip: scan tanpa -oA adalah scan yang "tidak pernah terjadi".
PERMUKAAN WEB
Port terbuka hanyalah pintu; aplikasi di baliknya yang bercerita. Pola empat lapis: header → fingerprint → direktori → spesifik aplikasi.
403 adalah pengakuan bersalah — path-nya ada, hanya dipagari. Dan robots.txt sering menyerahkan path rahasia secara sukarela.
"Apache/2.4.57 + PHP/8.2.7" = kandidat CVE terbaca dalam hitungan detik. Inilah mengapa ServerTokens Prod adalah hardening termurah.
curl = 1 baris log · whatweb = 1–2 · gobuster = ratusan 404 beruntun — yang paling nyaring bagi SOC. Urutkan dari yang senyap.
Login DVWA: admin / p@ssw0rd. Dalam metodologi yang benar, pemeriksaan kredensial default selalu mendahului brute force — itu uji termurah dengan tingkat keberhasilan tertinggi di dunia nyata.
JEJAK YANG DITINGGALKAN
Setiap aksi merah meninggalkan bukti di sisi biru. Hafalkan pasangan aksi → jejak ini — inilah inti bab ini dari sudut SOC:
| Aksi Penyerang | Jejak di Log/Sensor | Sinyal Kunci |
|---|---|---|
| nmap -sn | Banjir ICMP/ARP satu→banyak (Zeek, NetFlow) | Rasio tujuan unik per sumber |
| nmap -sS | Banyak SYN, nol established (firewall/Suricata) | detection_filter 30/10s |
| nc port 22 | auth.log: "Did not receive identification string" | Banner-grab yang putus |
| dig axfr | named: transfer rejected / NIDS tipe 252 | Satu AXFR = investigasi |
| gobuster | 404/403 beruntun + UA tool (access.log) | Count per IP per menit |
| OSINT / crt.sh | — TIDAK ADA LOG — | Jawab dengan EASM |
Rate bisa disembunyikan, rasio tidak. Slow scan lolos rule kecepatan — tetapi bentuk "1 sumber ke 87 tujuan unik dalam 24 jam" tetap meledak dari baseline di NetFlow. Pola > label.
Diagram — Loop Purple Team
access.log: 54 request 404 dalam 12 detik dari satu IP, UA "gobuster/3.6". Menit yang sama di auth.log: "Did not receive identification string". Pertanyaan: scanner sah atau musuh — data apa yang membedakan, dan tiga tindakan pertamamu? (Petunjuk: UA mudah dipalsukan; pola distribusi status tidak.)
EVASION VS DETEKSI
Penyerang yang baik membaca buku yang sama — dan bermain di bawah ambang. Bab ini disajikan dua arah: memahami tekniknya dan mengapa setiap teknik tetap meninggalkan bentuk jejak lain.
| Teknik Senyap | Flag | Kenapa Bisa Lolos | Jawaban Blue |
|---|---|---|---|
| Low & Slow | -T1 --scan-delay | Volume/detik di bawah ambang rule | NetFlow: rasio 1→banyak tetap tampak di jendela panjang |
| Decoy | -D RND:5 | 5 IP palsu ikut membanjir | IP palsu tak pernah menerima balasan — korelasi flow menyingkap sumber asli |
| Fragmentasi | -f --mtu 24 | Flag TCP terpecah antar fragmen | IDS modern reassembly — malah jadi anomali |
| Idle Scan | -sI zombie | IP asli tak muncul sama sekali | Pola polling IP-ID aneh di host zombie — temuan tersendiri |
| UA Palsu | -a / header | Label tool dipalsukan | Pola 404 tetap — pola > label |
Scan lambat menghasilkan peta basi — pindaian selesai ketika infrastruktur sudah berubah. Idle scan butuh zombie dengan sekuens IP yang pas — makin langka di jaringan modern. Distributed scanning mengalahkan rate per-IP, tetapi jejak koordinasinya juga data. Kesimpulan jujurnya: kebisingan bisa dipindahkan, sulit dihilangkan.
Di lab, teknik senyap diuji hanya ke unit yang ditugaskan — idealnya bersama asisten sebagai latihan purple. Evasion terhadap sistem pihak lain tanpa izin adalah tindakan ilegal, bukan "skill lanjutan".
HARDENING — MENGECILKAN TARGET
Deteksi adalah jaring pengaman; hardening menghilangkan sasaran sebelum ditembak. Filosofinya: setiap bit yang tak perlu diekspos adalah bit yang tak perlu dideteksi.
ServerTokens Prod · ServerSignature Off · expose_php = Off · server_tokens off; — hasilnya Server: Apache. Tanpa versi, pemilih CVE dipaksa menebak — dan menebak memakan waktu sekaligus menaikkan noise yang bisa dilihat sensor-mu.
allow-transfer { none; }; · version "unknown"; · recursion no; untuk server publik. Setiap percobaan AXFR otomatis jadi log "rejected" yang mencurigakan.
fail2ban: jail sshd (maxretry 4) + jail custom apache-404 (40 gagal/menit → ban 30 menit). nginx limit_req. Reaktif per-host, murah, efektif.
Endlessh di port 22 palsu — scanner terseret di pre-banner bermenit-menit. Canary path — siapa pun yang GET /backup-canary.zip dipastikan scanner (false positive ≈ 0).
Setiap bit yang tak perlu diekspos adalah bit yang tak perlu dideteksi. Permukaan mengecil → log lebih bersih → alert yang tersisa benar-benar penting. Inilah siklus yang menghubungkan bab ini dengan seluruh keamanan siber: temukan lubangmu lebih dulu.
SCOPE, ETIKA & HUKUM
Unit penugasan kelompokmu: 172.16.20.2XX · target web indeks sama (dvwaN / vulnN / wpN .abdurrozak.my.id) · kueri pasif ke sumber publik atas domain lab.
Unit kelompok lain (walau "cuma -sn") · infrastruktur kampus & internet publik · probe destruktif: DoS, brute masif, eksploit prematur.
1) Akses ilegal adalah akses ilegal — memindai atau menembus sistem orang lain tanpa izin tertulis melanggar hukum (di Indonesia: ketentuan pidana akses tidak sah dalam UU ITE), terlepas dari niat "iseng" atau "belajar". 2) Yang membedakan pentester dari penyerang bukan kemampuan — melainkan izin tertulis, scope terbatas, dan jangka waktu yang disepakati.
Dokumentasi = Alibi
1) Tulis scope sebelum perintah pertama. 2) Pipa semua perintah ke tee / -oA — log milikmu adalah bukti bahwa yang kamu lakukan benar-benar di dalam scope. 3) Timing maksimal -T4, tanpa probe destruktif. 4) Berhenti & lapor bila menyentuh host di luar batas — bukan diam-diam "menjelaskan".
WORKFLOW LAB KALI/SANA
Rangkuman seluruh buku menjadi satu sesi kerja nyata pada unit yang ditugaskan. Struktur arsip dulu — recon tanpa arsip adalah recon yang hilang:
- SSH masuk unit-mu.
ssh [email protected]— ganti X sesuai penugasan kelompok (lihat ROSTER-01). - Pasif dulu.
whois + dig + crt.sh atas domain lab, semua ke
tee. Catat rentang IP yang terkonfirmasi. - Discovery.
nmap -sn— konfirmasi unitmu hidup, baca fingerprint MAC. - Enumerasi.
nmap -sV -T4 --open -oA. Baca kolom VERSION perlahan — inilah kandidat CVE. - Web recon.
curl → whatweb → gobuster (→ wpscan bila target wp). Tiga subdomain indeks-mu, satu per satu.
- Korelasikan.
Susun tabel: layanan → versi → path menarik → hipotesis kerentanan. Serahkan sebagai attack surface map unit-mu.
RANGKUMAN & BEST PRACTICES
Poin-Poin Penting
- Recon mendahului segalanya — sekitar 70% keberhasilan pengujian ditentukan di fase ini.
- Pasif dulu, aktif kemudian — urutan adalah disiplin; setiap langkah naik menaikkan kebisingan.
- open / closed / filtered punya makna berbeda — dan filtered bukan berarti aman, hanya tak terlihat dari posisi sumber.
- Versi yang bocor di banner = kandidat CVE terpilih dalam hitungan detik.
- Setiap aksi merah ada jejak birunya — kecuali OSINT, yang jawabannya adalah EASM.
- Rate bisa disembunyikan, rasio tidak — prinsip deteksi yang tidak bisa dibohongi scan jujur.
- Scope adalah garis hidup-mati — izin tertulis dan dokumentasi membedakan pentester dari penyerang.
Best Practices — Cheatsheet
| Domain | Lakukan | Hindari |
|---|---|---|
| Urutan | OSINT → DNS → discovery → enumerasi → web | Langsung gobuster ke target yang belum dipetakan |
| Arsip | tee semua output, -oA semua scan | Hasil hanya di layar terminal |
| Timing | -T4 maksimal di LAN andal | -T5 — data sampah + noise maksimal |
| Keamanan diri | Scope tertulis, log pribadi lengkap | Sekali "iseng" ke host luar |
| Defender mindset | Jalankan recon yang sama ke dirimu (EASM) | Asumsi tak ada yang mengintai |
REKON YANG BURUK TERDENGAR DI LOG ORANG LAIN.
INTERACTIVE CYBER TERMINAL
Latih seluruh konsep buku ini lewat simulator — tanpa risiko, berjalan lokal di browser. Ketik help untuk daftar perintah. Setiap perintah baru memberimu XP.
whois <domain> · dig <host> · crt <domain> · nmap -sn <range> · nmap -sV <ip> · gobuster <url> · status <open|closed|filtered> · trail <aksi> — lihat jejak dari sisi SOC.
scope — tampilkan aturan lab · trail — korelasikan aksi ke jejak log. Bonus badge TRAIL READER bila kamu memahami minimal satu pasangan aksi→jejak.
KNOWLEDGE CHECK
Delapan soal mencakup seluruh buku. Feedback langsung — penjelasan terbuka setelah memilih. XP diberikan sekali per soal.
GLOSARIUM ISTILAH
| Reconnaissance | Pengumpulan informasi sistematis tentang target sebelum interaksi; taktik ATT&CK TA0043. |
| OSINT | Open-Source Intelligence — intelijen dari sumber publik tanpa interaksi ke target. |
| Attack Surface | Seluruh titik yang dapat diserang: port, aplikasi, path, akun, API. |
| AXFR | Zone transfer DNS; bila tak dibatasi, seluruh isi zona bocor ke siapa pun yang bertanya. |
| Fingerprinting | Identifikasi versi layanan/teknologi dari banner, header, dan perilaku. |
| TOFU | Trust On First Use — penerimaan host key SSH pada koneksi pertama. |
| Filtered | Status port yang tak dapat dipastikan nmap karena firewall menyaring paket. |
| NSE | Nmap Scripting Engine — 600+ skrip Lua untuk enumerasi & deteksi per layanan. |
| EASM | External Attack Surface Management — mengintai aset eksternal sendiri dengan cara penyerang. |
| Canary Token | Umpan (berkas/port/kredensial) yang membunyikan alert pasti saat disentuh. |
| Low-and-Slow | Scan yang kecepatannya dibatalkan agar lolos rate-based — dilawan NetFlow jendela panjang. |
| Banner Grabbing | Membaca teks sambutan layanan (SSH/HTTP) untuk mengetahui versi. |
| Scope | Batas resmi apa yang boleh diuji — melebihi scope adalah pelanggaran. |
| Evidence | Bukti dapat direproduksi: perintah, timestamp, file output, tangkapan layar. |
DAFTAR PUSTAKA & REFERENSI
| Sumber | Deskripsi | Bentuk |
|---|---|---|
| nmap.org/book | Dokumentasi resmi Nmap — referensi flag, NSE, teknik scan | Online |
| Lyon, G.F. — Nmap Network Scanning | Buku induk pemindaian jaringan oleh pencipta Nmap | Buku |
| ptesframework | Penetration Testing Execution Standard — metodologi & fase recon | Online |
| attack.mitre.org | MITRE ATT&CK — taktik TA0043 & teknik T1590–T1598 | Online |
| owasp WSTG | Web Security Testing Guide — kategori pengujian aplikasi web | Online |
| OSINT Framework | Kumpulan sumber OSINT terklasifikasi per jenis data | Online |
| crt.sh & CT Log docs | Certificate Transparency — basis enumerasi subdomain pasif | Online |
| Suite KALI/SANA internal | ROSTER-01 · RECON-01 · CHEATSHT-01 · NMAP-01 · NMAP-NSE-01 · tools.html (9 tool) · INFO-RECON | File lokal |
Buku ini (paham konsep) → RECON-01 (manual 10 bab) → lab terbimbing → NMAP-01/NMAP-NSE-01 (workbench) → RECON/ED-02 (sudut pandang SOC lengkap) → INFO-RECON (poster ringkas untuk review).
TENTANG PENULIS
Guru Cyber Security Fundamental · SMKS YASMIDA, Teknik Jaringan Komputer & Telekomunikasi.
Alamat: Umbul Baru, RT/RW 008/003, Desa Mada Jaya, Kec. Way Khilau, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung.
Penyusun suite pembelajaran KALI/SANA & modul keamanan siber Kurikulum Merdeka.
Kurikulum Merdeka · Fase F · Kelas XI/XII TKJ 1-4 · TA 2026/2027
Model: Problem Based Learning · Pendekatan: Deep Learning, STEAM
Taksonomi: SOLO · Strategi: Diferensiasi · Tahun Terbit: 2026
CP: Murid dapat menerapkan sistem keamanan siber.
STAY ETHICAL, STAY LEGAL, AND STAY COFFEE."