RECONNAISSANCE
Navigasi tombol bawah / keyboard / swipe. Tekan untuk daftar isi, untuk screenshot 4K per slide. Slide 08–13 kini memuat fase workflow lengkap dengan analogi, terminal, dan animasi paket.
PENYUSUN & KONTAK
INSTRUKTURGuru Mata Pelajaran — Cyber Security Fundamental
Alamat: Umbul Baru, RT/RW 008/003, Desa Mada Jaya,
Kec. Way Khilau, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung
Bidang Keahlian: Teknologi Informasi
Program Keahlian: Teknik Jaringan Komputer & Telekomunikasi
Konsentrasi: Teknik Komputer dan Jaringan
IDENTITAS MATA PELAJARAN
KURIKULUM MERDEKA| Kurikulum | Kurikulum Merdeka |
| Penyusun | ABDUR ROZAK, S.Kom. |
| Satuan Pendidikan | SMKS YASMIDA |
| Bidang Keahlian | Teknologi Informasi |
| Program Keahlian | Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi |
| Konsentrasi Keahlian | Teknik Komputer dan Jaringan |
| Mata Pelajaran | Teknik Komputer dan Jaringan — Elemen: Keamanan Siber |
| Course | Cyber Security Fundamental |
| Topik | Reconnaissance — Pengintaian Jaringan |
| Fase / Kelas | F / XI–XII TKJ 1–4 |
| Tahun Ajaran | 2026 / 2027 |
| Moda | Tatap Muka / Blended / Hybrid |
| Model | Problem Based Learning (PBL) |
| Pendekatan | Deep Learning · Terintegrasi STEAM |
| Taksonomi / Strategi | SOLO Taxonomy · Diferensiasi |
CAPAIAN PEMBELAJARAN — FASE F
ELEMEN KEAMANAN SIBERCapaian tersebut dijabarkan menjadi empat bukti ketercapaian yang seluruhnya diuji dalam topik ini:
Murid mampu memetakan permukaan serangan (attack surface) sebuah jaringan lab secara sistematis dan terdokumentasi.
Murid mampu mengoperasikan tools pengintaian (whois, dig, nmap, whatweb, gobuster) sesuai fungsi dan tingkat kebisingannya.
Murid mampu membaca jejak pengintaian dari sisi defensif (log, pola trafik) dan mengusulkan deteksi serta hardening.
Murid mampu membedakan pengujian yang sah dan ilegal, serta bekerja tegas di dalam scope yang diizinkan.
Seluruh CP dilatih melalui satu masalah nyata: "sebuah scanner asing terdeteksi di log lab — siapa dia, apa yang ia cari, dan bagaimana jawab kita?"
TUJUAN PEMBELAJARAN
SMART · 90 MENITSetelah mengikuti pembelajaran ini, murid mampu:
- Menjelaskan konsep reconnaissance
Posisinya dalam kill-chain, perbedaan pasif vs aktif, dan mengapa fase ini menentukan 70% keberhasilan pengujian.
- Menjalankan recon pasif pada domain lab
whois, dig, dan crt.sh — tanpa satu paket pun menyentuh target.
- Melakukan host discovery & port scan aktif
nmap -sn dan -sV pada unit yang ditugaskan, lalu membaca status open/closed/filtered.
- Membaca jejak pengintaian dari sisi SOC
Menghubungkan aksi penyerang dengan pola log (access.log, auth.log, NetFlow) dan mengusulkan deteksi.
- Bekerja dalam scope yang sah
Mempraktikkan disiplin otorisasi, dokumentasi bukti (tee/-oA), dan etika pengujian.
8 DIMENSI PROFIL LULUSAN
KURIKULUM MERDEKASetiap dimensi disentuh nyata oleh aktivitas reconnaissance hari ini:
Berdoa sebelum praktik; etika: kemampuan membawa tanggung jawab.
Patuh hukum (UU ITE) & scope — pentester sah vs penyerang ilegal.
Membaca output tools, bukan sekadar menjalankan perintah.
Merangkai pipe & wordlist untuk menemukan yang tersembunyi.
Kerja kelompok: operator, pencatat, analis jejak — role rotation.
Mandiri menyiapkan tools, wordlist, dan struktur arsip bukti.
Higienitas digital: jeda mata 20-20-20, postur, kebersihan area kerja.
Melaporkan temuan runtut: bukti → analisis → rekomendasi.
PEMANTIK — SIAPA DIA?
PROBLEM TRIGGERTerminal berikut merekam kejadian nyata di log lab tadi pagi. Baca sampai selesai, lalu jawab tiga pertanyaannya:
Sebelum ganti slide, tiap kelompok menulis satu hipotesis di kertas: siapa pelakunya dan apa tujuannya. Kita uji hipotesis itu sepanjang 38 slide ini.
KONSEP RECONNAISSANCE
FASE 1 · DEFINISIReconnaissance (pengintaian) = proses sistematis mengumpulkan informasi tentang target — host, layanan, domain, orang, teknologi — sebelum interaksi lebih lanjut. Output resminya satu: attack surface map.
Kata kuncinya: sebelum. Praktisi menyepakati angka yang mengagetkan: ±70% keberhasilan pengujian ditentukan di fase ini. Eksploitasi hebat di atas pengintaian buruk hanyalah tebakan berisiko.
Recon = cara termurah menemukan pintu: tak ada yang berjaga ketika kamu hanya membaca.
Recon = fase paling awal yang bisa dideteksi — sekaligus paling murah untuk dipatahkan.
1) Apa yang ada di sana? 2) Versinya apa? 3) Di mana pintunya?
Ratusan juta insiden per tahun (data BSSN) diawali pengintaian: pemindaian aset terekspos, pencarian subdomain lupa, pembacaan banner. Kebocoran jutaan data e-KTP (2021) dan ransomware PDN (2024) — semuanya bermula di fase ini.
ANALOGI & KASUS NYATA
FASE 1 · MENYELAMIPencuri rumah tidak menyobek pagar di menit pertama. Ia menghitung kamera CCTV, mencatat jam ganti shift satpam, mengetuk pintu samping untuk tahu siapa yang menjawab, lalu memutuskan titik masuk.
Recon = seluruh aktifitas mengamati itu. Nmap = "mengetuk semua pintu" untuk tahu mana yang berdecak.
Satpam yang baik tidak menunggu pencuri masuk. Ia memperhatikan jejak ban di gang, lampu taman yang dites, orang yang terlalu sering lewat sambil memotret.
SOC membaca "jejak ban digital": log, trafik, pola — mengenali pengintaian jauh sebelum kejadian.
Sejumlah insiden kebocoran data besar di Indonesia berawal dari hal yang sama: aset yang lupa dicatat — database terbuka ke internet, subdomain lama yang masih hidup, panel admin tanpa autentikasi. Penyerang menemukannya lewat pengintaian pasif.
Organisasi jarang direbobohkan lewat pintu depan yang dijaga — melainkan lewat pintu belakang yang lupa ada. Disiplin industri menanggulanginya: EASM — mengintai diri sendiri lebih dulu.
KILL CHAIN & MITRE ATT&CK
FASE 2 · KERANGKA FORMALCyber Kill Chain (Lockheed Martin) dan MITRE ATT&CK sepakat: pengintaian mendahului segalanya. Dalam ATT&CK, recon menjadi taktik resmi bernomor TA0043 dengan teknik T1590–T1598.
| Kode | Teknik TA0043 | Inti |
|---|---|---|
| T1595 | Active Scanning | Pindai IP block, uji kerentanan, brute wordlist — paling berisik |
| T1592 | Gather Victim Host Info | Fingerprint OS, software, konfigurasi dari banner |
| T1590 | Gather Victim Network Info | Domain, DNS, rentang IP, perangkat keamanan |
| T1589 | Gather Victim Identity Info | Email, nama, kredensial bocor |
| T1593/94 | Search Open / Owned Websites | Memanen mesin pencari & situs target sendiri |
| T1596/97 | Search Tech / Closed Databases | WHOIS, CT log, broker data berbayar |
Jika TA0043 terdeteksi dan direspons sebelum Delivery, seluruh rantai berikutnya batal. Deteksi recon = counter paling awal & termurah: belum ada payload, belum ada kerusakan, hanya pola yang bisa dibaca.
PASIF VS AKTIF
FASE 3 · DUA MODEPerbedaan satu-satunya yang penting bagi defender: apakah paket sampai ke target. Sampai = ada log; tidak sampai = pertahanannya di sisi publikasi data.
| Aspek | RECON PASIF | RECON AKTIF |
|---|---|---|
| Interaksi | Kueri ke pihak ketiga (registry, resolver, CT log, mesin pencari) | Langsung ke target — paket sampai |
| Jejak di target | Nyaris nol — tidak ada log | Tercatat di firewall, IDS, access.log |
| Tools | whois · dig · crt.sh · theHarvester · dork | nmap · whatweb · gobuster · wpscan |
| Data | Bisa basi (cache/index lama) | Real-time & presisi |
| Aturan | Boleh ke aset publik sendiri kapan pun | Wajib otorisasi tertulis & scope jelas |
Mulai selalu pasif. Eskalasi ke aktif hanya ketika izin mencakup, dan selalu dari yang paling senyap. Setiap langkah ke bawah menaikkan kebisingan.
ALUR KERJA 6 TAHAP
FASE 4 · FOOTPRINTINGTahap 1–2 menjawab "siapa dia". Tahap 3–4 menjawab "apa yang hidup". Tahap 5–6 menjawab "apa yang bisa diserang".
JANGAN LOMPATI TAHAP — URUTAN ADALAH SENJATAHasil akhir selalu satu artefak: attack surface map — tabel layanan → versi → path menarik → hipotesis kerentanan. Itu input resmi fase vulnerability analysis.
BUKAN: DAFTAR PASSWORD. BUKAN: EKSPLOIT.TAHAP 1–2 — WHOIS & DNS
RECON PASIF · TA1590/96Analogi: membaca KTP gedung dan papan petunjuk lorong dari luar pagar — kamu belum masuk, tapi sudah tahu siapa pemiliknya dan ke mana semua pintu mengarah. Target tidak menerima satu paket pun.
whois abdurrozak.my.id # registrar, nameserver, umur domain, status lock dig +short dvwa1.abdurrozak.my.id 172.16.20.201 # domain target web → IP unit dig +noall +answer abdurrozak.my.id NS MX TXT # NS = siapa otoritatif · MX = mail · TXT = SPF/vendor cloud dig axfr abdurrozak.my.id @ns1.abdurrozak.my.id ; Transfer failed. # GAGAL = server dikunci benar (bagus). BERHASIL = temuan berat!
A → IP target web · NS → target uji AXFR · MX → permukaan mail · TXT → bocoran vendor (SPF/DKIM)
allow-transfer { none; }; di BIND. Efek samping elegan: setiap percobaan AXFR jadi log rejected yang mencurigakan dengan sendirinya.
Bila AXFR berhasil, seluruh peta internal DNS bocor — itu temuan berdampak tinggi yang wajib dilaporkan, bukan bahan pamer atau lanjutan enumerasi ke host lain. Catat, screenshot, lapor ke asisten. Titik.
TAHAP 1 — CRT.SH & OSINT
RECON PASIF · TA1596.003Analogi: setiap gedung yang pernah memasang papan nama wajib didaftarkan ke arsip kota — dan arsip itu publik. Kita membaca arsipnya, bukan mengintip gedungnya: setiap sertifikat TLS yang terbit membocorkan keberadaan subdomain.
# butuh jq — setiap sertifikat TLS terbit tercatat publik: curl -s "https://crt.sh/?q=%25.abdurrozak.my.id&output=json" \ | jq -r '.[].name_value' | sort -u %25 = wildcard "%": SEMUA subdomain yang pernah bersertifikat. Target tidak menerima satu paket pun — ini cara paling senyap. theHarvester -d abdurrozak.my.id -b bing,duckduckgo -l 100 # panen email, host, IP dari indeks mesin pencari # dork — operator inti: site: inurl: intitle: filetype: site:abdurrozak.my.id intitle:"index of" # directory listing
Subdomain lupa (staging, panel admin, berkas backup) adalah pintu belakang yang tak ada di inventaris — karena tak tercatat, tak ada yang mempatch-nya. Defender menjawabnya dengan EASM: memantau CT log atas domain sendiri, rutin.
TAHAP 3 — HOST DISCOVERY
RECON AKTIF I · TA1595.001Analogi: mengetuk pintu satu kompleks perumahan sambil menghitung yang dijawab. Kamu belum masuk ke mana-mun — tetapi pemilik kompleks yang teliti mencatat: "ada yang mengetuk 9 pintu dalam 3 detik." Pertanyaan pertama fase aktif: siapa yang hidup?
nmap -sn 172.16.20.201-209 Nmap scan report for 172.16.20.201 Host is up (0.0012s latency). MAC Address: 08:00:27:AB:CD:EF (Oracle VirtualBox) ↑ baris MAC membocorkan virtualisasi — fingerprint gratis! arp-scan --localnet # paling andal di segmen LAN sama fping -asgq 172.16.20.201 172.16.20.209
Banjir ICMP/ARP satu-sumber ke banyak-tujuan. Host yang memblok ICMP tampak "mati" — jawabannya -Pn atau TCP SYN ping (-PS22,80). Kegagalan discovery adalah salah-konfigurasi pemula terbanyak.
ANATOMI PAKET & STATUS PORT
FASE 4 · DI BALIK -sSSemua logika deteksi berdiri di atas three-way handshake. Perhatikan animasi: koneksi normal menyelesaikan tiga langkah; SYN scan berhenti di tengah jalan — dan itulah mengapa ia senyap di log aplikasi namun teriak di layer jaringan.
Aplikasi melayani koneksi. Lanjut fingerprint versi.
Host hidup, membalas RST, port kosong. Mengukur perimeter.
Firewall menyaring — tak bisa dipastikan. Bukan berarti aman.
nmap -sV -T4 --open 172.16.20.2XX -oA recon/nmap/unit0X — versi + bersih + terarsip tiga format. Scan tanpa -oA = scan yang "tidak pernah terjadi".
NMAP — FLAG INTI & TIMING
FASE 4 · TA1595| Flag | Fungsi |
|---|---|
| -sn | Discovery tanpa port scan |
| -sS | SYN half-open (root) — standar |
| -sV | Deteksi versi layanan |
| -O | Deteksi OS (best-effort) |
| -sC | Skrip NSE kategori default |
| -p- / -F | Semua 65535 / top-100 |
| -Pn | Lewati ping — anggap hidup |
| --open | Sembunyikan closed/filtered |
| -oA file | Arsip 3 format (.nmap .gnmap .xml) |
| Template | Perilaku | Jejak |
|---|---|---|
| -T1 sneaky | 15 detik/probe | Lolos rate rule… tapi |
| -T3 normal | Default seimbang | Terlihat rule standar |
| -T4 aggr | Cepat — pilihan lab | Mudah meledak alert |
| -T5 insane | Brutal, rawan salah baca | Lonjakan + data sampah |
Timing = langkah kaki di rumah orang: -T1 berjalan lutut merangkak (lolos kamera tapi peta basi saat tiba), -T4 jalan cepat (efisien di gedung sendiri), -T5 berlari sambil menabrak meja (cepat, berisik, dan datanya berantakan).
TAHAP 4–5 — PERMUKAAN WEB
RECON AKTIF II · TA1595.003Analogi: membaca etalase toko dari luar — nama toko (banner), merek barang (fingerprint), lalu mencoba membuka setiap pintu samping dengan deretan kunci (brute direktori). Pintu yang "berdecak tapi terkunci" (403) adalah pengakuan bahwa ruangannya ADA.
# 1. BANNER — header membocorkan versi: curl -sI http://dvwa1.abdurrozak.my.id Server: Apache/2.4.57 (Debian) X-Powered-By: PHP/8.2.7 # 2. FINGERPRINT — seluruh stack satu baris: whatweb http://dvwa1.abdurrozak.my.id # 3. DIREKTORI — kamus vs server (berisik!): gobuster dir -u http://dvwa1… \ -w /usr/share/wordlists/dirb/common.txt -x php,txt -t 30 /setup.php (Status: 200) ← DVWA setup TERBUKA! /admin (Status: 403) ← ADA tapi dipagari
403 = pengakuan bahwa path ada. robots.txt sering menyerahkan path rahasia dengan sukarela.
Apache/PHP/WordPress + nomor versi = kandidat CVE terbaca dalam hitungan detik.
curl = 1 baris log · whatweb = 1–2 · gobuster = ratusan 404 — yang paling nyaring bagi SOC.
SPESIFIK TARGET LAB
FASE 5 · DVWA · VULN · WORDPRESS| Target | Permukaan Khas | Tool Pasangan |
|---|---|---|
| dvwaN… | /setup.php (reset DB) · menu DVWA Security (low–impossible) · /vulnerabilities/… | gobuster + cookie sesi |
| vulnN… | Aplikasi latihan dengan "harta karun" yang memang disengaja — petakan path dulu | curl + gobuster |
| wpN… | /wp-json/wp/v2/users (user tanpa login) · xmlrpc.php · meta generator versi | wpscan --enumerate u,t,p |
curl -s http://wp1.abdurrozak.my.id/wp-json/wp/v2/users | jq wpscan --url http://wp1.abdurrozak.my.id --enumerate u,t,p # plugin usang = vektor eksploitasi paling umum di dunia nyata
Login DVWA: admin / p@ssw0rd. Kredensial default selalu diperiksa sebelum brute force — itu pemeriksaan termurah dengan tingkat keberhasilan tertinggi.
JEJAK YANG DITINGGALKAN — BLUE VIEW
TA0043 × SENSORSetiap aksi merah meninggalkan bukti di sisi biru. Hafalkan pasangan aksi → jejak:
| Aksi Penyerang | Jejak di Log/Sensor | Sinyal Kunci |
|---|---|---|
| nmap -sn | Banjir ICMP/ARP 1→banyak (Zeek, NetFlow) | Rasio tujuan unik per sumber |
| nmap -sS | Banyak SYN, nol established (firewall/Suricata) | detection_filter 30/10s |
| nc port 22 | auth.log: "Did not receive identification string" | Banner-grab yang putus |
| dig axfr | named: transfer rejected / NIDS type 252 | Satu AXFR = investigasi |
| gobuster | 404/403 beruntun + UA tool (access.log) | Count per IP per menit |
| OSINT/crt.sh | — TIDAK ADA LOG — | Jawab dengan EASM |
Rate bisa disembunyikan, rasio tidak. Slow scan lolos rule kecepatan — tapi bentuk "1 sumber ke 87 tujuan unik" tetap meledak di NetFlow jendela 24 jam.
EVASION VS DETEKSI
PERMAINAN DUA KURSI| Teknik Senyap | Flag | Kenapa Bisa Lolos | Jawaban Blue |
|---|---|---|---|
| Low & Slow | -T1 --scan-delay | Volume/detik di bawah ambang | NetFlow: rasio tetap tampak |
| Decoy | -D RND:5 | 5 IP palsu ikut membanjir | IP palsu tak menerima balasan — korelasi flow menyingkap |
| Fragmentasi | -f --mtu 24 | Flag terpecah antar fragmen | IDS modern reassembly — malah anomali |
| Idle Scan | -sI zombie | IP asli tak muncul sama sekali | Pola polling IP-ID aneh di zombie |
| UA Palsu | -a / header | Label tool dipalsukan | Pola 404 tetap — pola > label |
Di lab, teknik senyap diuji hanya ke unit yang ditugaskan — sering bersama asisten sebagai latihan purple. Evasion ke sistem orang lain tanpa izin adalah tindakan ilegal, bukan "skill lanjutan".
HARDENING — MENGECILKAN TARGET
JAWABAN DEFENSIFDeteksi adalah jaring pengaman; hardening menghilangkan sasaran sebelum ditembak:
ServerTokens Prod · ServerSignature Off · expose_php = Off · server_tokens off;
Hasil: Server: Apache — tanpa versi, pemilih CVE dipaksa menebak.
allow-transfer { none; }; · version "unknown"; · recursion no; untuk server publik.
fail2ban: jail sshd (maxretry 4) + jail apache-404 (40 gagal/menit → ban 30 menit). nginx limit_req.
Endlessh di port 22 palsu (scanner terseret), canary path — siapa pun yang GET /backup-canary.zip pasti scanner (FP = 0).
Setiap bit yang tak perlu diekspos adalah bit yang tak perlu dideteksi. Permukaan mengecil = log lebih bersih = alert yang tersisa benar-benar penting.
SCOPE, ETIKA & HUKUM
GARIS MERAHUnit penugasan kelompokmu: 172.16.20.2XX · target web indeks sama (dvwaN/vulnN/wpN) · kueri pasif ke sumber publik atas domain lab.
Unit kelompok lain (walau "cuma -sn") · infrastruktur kampus/internet publik · probe destruktif: DoS, brute masif, eksploit prematur.
1) Akses ilegal adalah akses ilegal — memindai sistem orang lain tanpa izin tertulis melanggar hukum (ketentuan pidana akses tidak sah, UU ITE), terlepas dari niat "iseng" atau "belajar". 2) Izin tertulis & terbatas waktu adalah yang membedakan pentester dari penyerang — bukan kemampuan teknis.
Pipa semua perintah ke tee / -oA. Log milikmu adalah bukti bahwa yang kamu lakukan benar-benar di dalam scope dan pada waktunya.
WORKFLOW LAB KALI/SANA
A → Z · 90 MENITmkdir -p recon/{osint,dns,scans,web,shots} ssh [email protected].2XX # masuk unit kelompokmu # PASIF whois abdurrozak.my.id | tee recon/osint/whois.txt dig +short dvwaX.abdurrozak.my.id | tee recon/dns/a.txt # DISCOVERY → ENUMERASI nmap -sn 172.16.20.2XX nmap -sV -T4 --open 172.16.20.2XX -oA recon/nmap/unit0X # WEB RECON curl -sI http://dvwaX.abdurrozak.my.id | tee recon/web/headers.txt whatweb http://dvwaX.abdurrozak.my.id gobuster dir -u http://dvwaX… -w /usr/share/wordlists/dirb/common.txt -t 30
Folder recon/ dibuat sebelum perintah pertama. Setiap stdout yang penting dipipa tee. Bukti yang tak tersimpan = temuan yang tak pernah terjadi.
STUDI KASUS — MEMBACA LOG
PBL · DISKUSI KELOMPOK172.16.20.50 - - [06/Feb/2026:10:02:11 +0700] "GET /backup.zip HTTP/1.1" 404 452 "-" "gobuster/3.6" 172.16.20.50 - - [06/Feb/2026:10:02:11 +0700] "GET /wp-admin/setup-config.php" 404 452 "-" "gobuster/3.6" … berlanjut: total 54 request 404 dalam 12 detik dari IP yang sama # dan di auth.log menit yang sama: Did not receive identification string from 172.16.20.50
1) Apa yang sedang dilakukan 172.16.20.50? 2) Scanner sah atau musuh — data apa yang membedakan? 3) Tiga tindakan pertama seorang SOC?
Ini directory brute-force + banner-grab. Bedakan via jadwal scan internal terdokumentasi. Tindakan: korelasi sumber → aktifkan fail2ban apache-404 → pertimbangkan canary path → harden banner.
User-Agent "gobuster" mudah dipalsukan. Yang tak bisa dipalsukan tanpa mengubah perilaku: distribusi status per sumber per waktu. Pola > label.
KUIS INTERAKTIF
7 SOAL · 15 POIN/SOALJawab ketujuh soal — feedback dan penjelasan muncul seketika. Skor akhir tampil setelah soal terakhir.
RANGKUMAN DUA SISI
RED × BLUE CHEATSHEET1) Pasif dulu (whois/dig/crt.sh) sebelum paket pertama.
2) Arsip semua bukti: tee & -oA — alibi & bahan laporan.
3) Timing maksimal -T4 di LAN; -T5 = data sampah.
4) Membaca status open/closed/filtered dengan benar = setengah ilmu.
5) Stop & lapor begitu keluar scope.
1) Baseline trafik per sumber — deviasi adalah sinyal.
2) Rule rate (SYN, ICMP) + fail2ban (sshd, apache-404).
3) NetFlow jendela-24-jam — jawaban atas slow scan.
4) Hardening banner & AXFR — target mengecil sendiri.
5) EASM: jalankan recon yang sama ke dirimu, rutin.
REKON YANG BURUK TERDENGAR DI LOG ORANG LAIN.
GLOSARIUM ISTILAH
REFERENSI CEPAT| Istilah | Definisi |
|---|---|
| Reconnaissance | Pengumpulan informasi sistematis tentang target sebelum interaksi lebih lanjut; taktik ATT&CK TA0043. |
| OSINT | Open-Source Intelligence — intelijen dari sumber publik tanpa interaksi ke target. |
| Attack Surface | Seluruh titik yang dapat diserang: port, aplikasi, path, akun, API. |
| AXFR | Zone transfer DNS; bila tak dibatasi, seluruh isi zona bocor ke siapa pun yang bertanya. |
| Fingerprinting | Identifikasi versi layanan/teknologi dari banner, header, dan perilaku. |
| TOFU | Trust On First Use — prinsip penerimaan host key SSH pada koneksi pertama. |
| Filtered | Status port yang tak dapat dipastikan nmap karena firewall menyaring paket. |
| NSE | Nmap Scripting Engine — 600+ skrip Lua untuk enumerasi & deteksi per layanan. |
| EASM | External Attack Surface Management — mengintai aset eksternal sendiri dengan cara penyerang. |
| Canary Token | Umpan (berkas/port/kredensial) yang membunyikan alert pasti saat disentuh. |
| Low-and-Slow | Scan yang kecepatannya dibatalkan agar lolos rate-based — dilawan NetFlow jendela panjang. |
DAFTAR PUSTAKA & REFERENSI
BELAJAR LEBIH DALAM| Sumber | Deskripsi | Akses |
|---|---|---|
| nmap.org/book | Dokumentasi resmi Nmap — referensi flag, NSE, teknik scan | Online |
| Lyon, G.F. — Nmap Network Scanning | Buku induk pemindaian jaringan oleh pencipta Nmap | Buku |
| ptesframework | Penetration Testing Execution Standard — metodologi & fase recon | Online |
| attack.mitre.org | MITRE ATT&CK — taktik TA0043 & teknik T1590–T1598 | Online |
| owasp WSTG | Web Security Testing Guide — kategori pengujian aplikasi web | Online |
| OSINT Framework | Kumpulan sumber OSINT terklasifikasi per jenis data | Online |
| crt.sh & CT Log docs | Certificate Transparency — basis enumerasi subdomain pasif | Online |
| Suite KALI/SANA internal | RECON-01 · CHEATSHT-01 · RECON/ED-02 · INFO-RECON · NMAP-01 · NMAP-NSE-01 · tools.html (9 tool) | File lokal |
Slide ini (paham konsep) → RECON-01 (manual) → lab terbimbing → NMAP-01/NSE-01 (workbench) → RECON/ED-02 (sudut pandang SOC).
PERTANYAAN REFLEKSI
PIKIRKAN & CATAT- Konsep mana yang paling mengubah cara pandangmu?
Pasif vs aktif? "Filtered bukan aman"? Atau fakta bahwa crt.sh mengetahui subdomain yang bahkan adminnya lupa?
- Jika kamu menjadi admin jaringan sekolah, apa TIGA hal pertama yang kamu lakukan?
Petunjuk: pikirkan inventaris aset, banner, dan siapa yang boleh meminta zona transfer.
- Di mana garis antara "peneliti yang penasaran" dan "penyerang yang melanggar hukum"?
Tepatnya di izin dan scope — bukan di kemampuan. Bagaimana kamu memastikan dirimu selalu di sisi yang benar?
Jawaban refleksi dimasukkan ke LKM-01 dan dibahas terbuka di awal pertemuan berikutnya — perspektif berbeda justru materi paling kaya.
PESAN DARI PAK ROZAK
TUTUP SESIAnak-anak, hari ini kalian belajar melihat dunia seperti penyerang — demi menjadi orang yang menjaganya. Itu bukan ironi; itu justru inti profesi ini. Orang yang paling paham cara membobol rumah adalah orang terbaik untuk merancang gemboknya.
Tapi ingat: kecurangan pada izin adalah dosa besar profesi ini. Satu kali menembus sistem yang bukan milikmu "cuma iseng", dan seluruh kepercayaan — kepadamu, ke lab ini, ke profesi — runtuh. Kemampuan tanpa etika hanyalah ancaman yang punya sertifikat.
Kalian baru melihat fase pertama dari sepuluh fase. Depan masih panjang: eksploitasi, forensik, monitoring. Tapi fondasi kalian hari ini lebih kokoh dari kebanyakan orang yang mengaku ahli — karena kalian belajar membaca, bukan sekadar menyalin perintah.
Uji hanya yang diizinkan. Dokumentasikan semuanya. Laporkan, jangan pamer. Dan jadilah orang pertama yang menemukan lubang — sebelum orang yang salah menemukannya.
THANK YOU
STAY ETHICAL, STAY LEGAL, AND STAY COFFEE."