CSF // RECONNAISSANCE // COVER LOCALHOST // SECURE NODE  ·  … --, -- --- ---- | --:--:-- WIB
SMKS YASMIDA // TEKNIK KOMPUTER & JARINGAN // CYBER SECURITY FUNDAMENTAL

RECONNAISSANCE

PENGINTAIAN JARINGAN — MATA PERTAMA SEBELUM SERANGAN
FASE F · XI/XII TKJ PBL · DEEP LEARNING · STEAM KEAMANAN SIBER 2 JP · 90 MENIT LAB 172.16.20.0/24 38 SLIDE · v2
CARA MENGGUNAKAN

Navigasi tombol bawah / keyboard / swipe. Tekan untuk daftar isi, untuk screenshot 4K per slide. Slide 08–13 kini memuat fase workflow lengkap dengan analogi, terminal, dan animasi paket.

02

PENYUSUN & KONTAK

INSTRUKTUR
ABDUR ROZAK, S.Kom.

Guru Mata Pelajaran — Cyber Security Fundamental
Alamat: Umbul Baru, RT/RW 008/003, Desa Mada Jaya,
Kec. Way Khilau, Kab. Pesawaran, Prov. Lampung

PENYUSUN MODUL · FASILITATOR LAB KALI/SANA
SMKS YASMIDA

Bidang Keahlian: Teknologi Informasi
Program Keahlian: Teknik Jaringan Komputer & Telekomunikasi
Konsentrasi: Teknik Komputer dan Jaringan

TAHUN AJARAN 2026 / 2027 · FASE F
TERHUBUNG DENGAN SAYA
03

IDENTITAS MATA PELAJARAN

KURIKULUM MERDEKA
KurikulumKurikulum Merdeka
PenyusunABDUR ROZAK, S.Kom.
Satuan PendidikanSMKS YASMIDA
Bidang KeahlianTeknologi Informasi
Program KeahlianTeknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
Konsentrasi KeahlianTeknik Komputer dan Jaringan
Mata PelajaranTeknik Komputer dan Jaringan — Elemen: Keamanan Siber
CourseCyber Security Fundamental
TopikReconnaissance — Pengintaian Jaringan
Fase / KelasF / XI–XII TKJ 1–4
Tahun Ajaran2026 / 2027
ModaTatap Muka / Blended / Hybrid
ModelProblem Based Learning (PBL)
PendekatanDeep Learning · Terintegrasi STEAM
Taksonomi / StrategiSOLO Taxonomy · Diferensiasi
04

CAPAIAN PEMBELAJARAN — FASE F

ELEMEN KEAMANAN SIBER
MURID DAPAT MENERAPKAN SISTEM KEAMANAN SIBER

Capaian tersebut dijabarkan menjadi empat bukti ketercapaian yang seluruhnya diuji dalam topik ini:

CP-1 Memetakan

Murid mampu memetakan permukaan serangan (attack surface) sebuah jaringan lab secara sistematis dan terdokumentasi.

CP-2 Mengoperasikan

Murid mampu mengoperasikan tools pengintaian (whois, dig, nmap, whatweb, gobuster) sesuai fungsi dan tingkat kebisingannya.

CP-3 Menganalisis

Murid mampu membaca jejak pengintaian dari sisi defensif (log, pola trafik) dan mengusulkan deteksi serta hardening.

CP-4 Menaati

Murid mampu membedakan pengujian yang sah dan ilegal, serta bekerja tegas di dalam scope yang diizinkan.

KONTEKS PBL

Seluruh CP dilatih melalui satu masalah nyata: "sebuah scanner asing terdeteksi di log lab — siapa dia, apa yang ia cari, dan bagaimana jawab kita?"

05

TUJUAN PEMBELAJARAN

SMART · 90 MENIT

Setelah mengikuti pembelajaran ini, murid mampu:

  1. Menjelaskan konsep reconnaissance

    Posisinya dalam kill-chain, perbedaan pasif vs aktif, dan mengapa fase ini menentukan 70% keberhasilan pengujian.

  2. Menjalankan recon pasif pada domain lab

    whois, dig, dan crt.sh — tanpa satu paket pun menyentuh target.

  3. Melakukan host discovery & port scan aktif

    nmap -sn dan -sV pada unit yang ditugaskan, lalu membaca status open/closed/filtered.

  4. Membaca jejak pengintaian dari sisi SOC

    Menghubungkan aksi penyerang dengan pola log (access.log, auth.log, NetFlow) dan mengusulkan deteksi.

  5. Bekerja dalam scope yang sah

    Mempraktikkan disiplin otorisasi, dokumentasi bukti (tee/-oA), dan etika pengujian.

06

8 DIMENSI PROFIL LULUSAN

KURIKULUM MERDEKA

Setiap dimensi disentuh nyata oleh aktivitas reconnaissance hari ini:

KEIMANAN & KETAKWAAN

Berdoa sebelum praktik; etika: kemampuan membawa tanggung jawab.

KEWARGAAN

Patuh hukum (UU ITE) & scope — pentester sah vs penyerang ilegal.

PENALARAN KRITIS

Membaca output tools, bukan sekadar menjalankan perintah.

KREATIVITAS

Merangkai pipe & wordlist untuk menemukan yang tersembunyi.

KOLABORASI

Kerja kelompok: operator, pencatat, analis jejak — role rotation.

KEMANDIRIAN

Mandiri menyiapkan tools, wordlist, dan struktur arsip bukti.

KESEHATAN

Higienitas digital: jeda mata 20-20-20, postur, kebersihan area kerja.

KOMUNIKASI

Melaporkan temuan runtut: bukti → analisis → rekomendasi.

07

PEMANTIK — SIAPA DIA?

PROBLEM TRIGGER

Terminal berikut merekam kejadian nyata di log lab tadi pagi. Baca sampai selesai, lalu jawab tiga pertanyaannya:

MASALAH YANG HARUS DIPECAHKAN HARI INI

Sebelum ganti slide, tiap kelompok menulis satu hipotesis di kertas: siapa pelakunya dan apa tujuannya. Kita uji hipotesis itu sepanjang 38 slide ini.

08

KONSEP RECONNAISSANCE

FASE 1 · DEFINISI
DEFINISI

Reconnaissance (pengintaian) = proses sistematis mengumpulkan informasi tentang target — host, layanan, domain, orang, teknologi — sebelum interaksi lebih lanjut. Output resminya satu: attack surface map.

Kata kuncinya: sebelum. Praktisi menyepakati angka yang mengagetkan: ±70% keberhasilan pengujian ditentukan di fase ini. Eksploitasi hebat di atas pengintaian buruk hanyalah tebakan berisiko.

RED — MATA PENYERANG

Recon = cara termurah menemukan pintu: tak ada yang berjaga ketika kamu hanya membaca.

BLUE — MATA SATPAM

Recon = fase paling awal yang bisa dideteksi — sekaligus paling murah untuk dipatahkan.

3 PERTANYAAN

1) Apa yang ada di sana? 2) Versinya apa? 3) Di mana pintunya?

KONTEKS INDONESIA

Ratusan juta insiden per tahun (data BSSN) diawali pengintaian: pemindaian aset terekspos, pencarian subdomain lupa, pembacaan banner. Kebocoran jutaan data e-KTP (2021) dan ransomware PDN (2024) — semuanya bermula di fase ini.

09

ANALOGI & KASUS NYATA

FASE 1 · MENYELAMI
ANALOGI: PENCURI YANG SABAR

Pencuri rumah tidak menyobek pagar di menit pertama. Ia menghitung kamera CCTV, mencatat jam ganti shift satpam, mengetuk pintu samping untuk tahu siapa yang menjawab, lalu memutuskan titik masuk.

Recon = seluruh aktifitas mengamati itu. Nmap = "mengetuk semua pintu" untuk tahu mana yang berdecak.

ANALOGI: SATPAM YANG MEMBACA

Satpam yang baik tidak menunggu pencuri masuk. Ia memperhatikan jejak ban di gang, lampu taman yang dites, orang yang terlalu sering lewat sambil memotret.

SOC membaca "jejak ban digital": log, trafik, pola — mengenali pengintaian jauh sebelum kejadian.

PELAJARAN DARI LAPANGAN INDONESIA

Sejumlah insiden kebocoran data besar di Indonesia berawal dari hal yang sama: aset yang lupa dicatat — database terbuka ke internet, subdomain lama yang masih hidup, panel admin tanpa autentikasi. Penyerang menemukannya lewat pengintaian pasif.

Organisasi jarang direbobohkan lewat pintu depan yang dijaga — melainkan lewat pintu belakang yang lupa ada. Disiplin industri menanggulanginya: EASM — mengintai diri sendiri lebih dulu.

10

KILL CHAIN & MITRE ATT&CK

FASE 2 · KERANGKA FORMAL

Cyber Kill Chain (Lockheed Martin) dan MITRE ATT&CK sepakat: pengintaian mendahului segalanya. Dalam ATT&CK, recon menjadi taktik resmi bernomor TA0043 dengan teknik T1590–T1598.

RECONmengintai
RESOURCE DEVinfra & payload
DELIVERYkanal serangan
EXPLOITjebol celah
INSTALLpasang implan
C2jalur kendali
ACTIONSdampak
KodeTeknik TA0043Inti
T1595Active ScanningPindai IP block, uji kerentanan, brute wordlist — paling berisik
T1592Gather Victim Host InfoFingerprint OS, software, konfigurasi dari banner
T1590Gather Victim Network InfoDomain, DNS, rentang IP, perangkat keamanan
T1589Gather Victim Identity InfoEmail, nama, kredensial bocor
T1593/94Search Open / Owned WebsitesMemanen mesin pencari & situs target sendiri
T1596/97Search Tech / Closed DatabasesWHOIS, CT log, broker data berbayar
IMPLIKASI DEFENSIF

Jika TA0043 terdeteksi dan direspons sebelum Delivery, seluruh rantai berikutnya batal. Deteksi recon = counter paling awal & termurah: belum ada payload, belum ada kerusakan, hanya pola yang bisa dibaca.

11

PASIF VS AKTIF

FASE 3 · DUA MODE

Perbedaan satu-satunya yang penting bagi defender: apakah paket sampai ke target. Sampai = ada log; tidak sampai = pertahanannya di sisi publikasi data.

AspekRECON PASIFRECON AKTIF
InteraksiKueri ke pihak ketiga (registry, resolver, CT log, mesin pencari)Langsung ke target — paket sampai
Jejak di targetNyaris nol — tidak ada logTercatat di firewall, IDS, access.log
Toolswhois · dig · crt.sh · theHarvester · dorknmap · whatweb · gobuster · wpscan
DataBisa basi (cache/index lama)Real-time & presisi
AturanBoleh ke aset publik sendiri kapan punWajib otorisasi tertulis & scope jelas
ATURAN DISIPLIN

Mulai selalu pasif. Eskalasi ke aktif hanya ketika izin mencakup, dan selalu dari yang paling senyap. Setiap langkah ke bawah menaikkan kebisingan.

12

ALUR KERJA 6 TAHAP

FASE 4 · FOOTPRINTING
1 OSINTwhois · dork
2 DNSdig · axfr
3 DISCOVERYnmap -sn
4 ENUMERASI-sV --open
5 WEB RECONcurl · gobuster
6 KORELASIpeta → laporan
TIGA PERTANYAAN BERTINGKAT

Tahap 1–2 menjawab "siapa dia". Tahap 3–4 menjawab "apa yang hidup". Tahap 5–6 menjawab "apa yang bisa diserang".

JANGAN LOMPATI TAHAP — URUTAN ADALAH SENJATA
OUTPUT RESMI

Hasil akhir selalu satu artefak: attack surface map — tabel layanan → versi → path menarik → hipotesis kerentanan. Itu input resmi fase vulnerability analysis.

BUKAN: DAFTAR PASSWORD. BUKAN: EKSPLOIT.
13

TAHAP 1–2 — WHOIS & DNS

RECON PASIF · TA1590/96

Analogi: membaca KTP gedung dan papan petunjuk lorong dari luar pagar — kamu belum masuk, tapi sudah tahu siapa pemiliknya dan ke mana semua pintu mengarah. Target tidak menerima satu paket pun.

pasif-dasar.sh — jalankan di unit KALI milikmu
whois abdurrozak.my.id
# registrar, nameserver, umur domain, status lock

dig +short dvwa1.abdurrozak.my.id
172.16.20.201              # domain target web → IP unit

dig +noall +answer abdurrozak.my.id NS MX TXT
# NS = siapa otoritatif · MX = mail · TXT = SPF/vendor cloud

dig axfr abdurrozak.my.id @ns1.abdurrozak.my.id
; Transfer failed.
# GAGAL = server dikunci benar (bagus). BERHASIL = temuan berat!
REKAMAN BERHARGA

A → IP target web · NS → target uji AXFR · MX → permukaan mail · TXT → bocoran vendor (SPF/DKIM)

HARDENING-NYA

allow-transfer { none; }; di BIND. Efek samping elegan: setiap percobaan AXFR jadi log rejected yang mencurigakan dengan sendirinya.

DISIPLIN AXFR

Bila AXFR berhasil, seluruh peta internal DNS bocor — itu temuan berdampak tinggi yang wajib dilaporkan, bukan bahan pamer atau lanjutan enumerasi ke host lain. Catat, screenshot, lapor ke asisten. Titik.

14

TAHAP 1 — CRT.SH & OSINT

RECON PASIF · TA1596.003

Analogi: setiap gedung yang pernah memasang papan nama wajib didaftarkan ke arsip kota — dan arsip itu publik. Kita membaca arsipnya, bukan mengintip gedungnya: setiap sertifikat TLS yang terbit membocorkan keberadaan subdomain.

crt.sh — subdomain dari Certificate Transparency
# butuh jq — setiap sertifikat TLS terbit tercatat publik:
curl -s "https://crt.sh/?q=%25.abdurrozak.my.id&output=json" \
  | jq -r '.[].name_value' | sort -u

%25 = wildcard "%": SEMUA subdomain yang pernah bersertifikat.
Target tidak menerima satu paket pun — ini cara paling senyap.

theHarvester -d abdurrozak.my.id -b bing,duckduckgo -l 100
# panen email, host, IP dari indeks mesin pencari

# dork — operator inti: site: inurl: intitle: filetype:
site:abdurrozak.my.id intitle:"index of"   # directory listing
KEBERANGKATAN UNTUK BLUE

Subdomain lupa (staging, panel admin, berkas backup) adalah pintu belakang yang tak ada di inventaris — karena tak tercatat, tak ada yang mempatch-nya. Defender menjawabnya dengan EASM: memantau CT log atas domain sendiri, rutin.

15

TAHAP 3 — HOST DISCOVERY

RECON AKTIF I · TA1595.001

Analogi: mengetuk pintu satu kompleks perumahan sambil menghitung yang dijawab. Kamu belum masuk ke mana-mun — tetapi pemilik kompleks yang teliti mencatat: "ada yang mengetuk 9 pintu dalam 3 detik." Pertanyaan pertama fase aktif: siapa yang hidup?

discovery.sh — HANYA unit penugasanmu
nmap -sn 172.16.20.201-209
Nmap scan report for 172.16.20.201
Host is up (0.0012s latency).
MAC Address: 08:00:27:AB:CD:EF (Oracle VirtualBox)
↑ baris MAC membocorkan virtualisasi — fingerprint gratis!

arp-scan --localnet      # paling andal di segmen LAN sama
fping -asgq 172.16.20.201 172.16.20.209
JEJAKNYA (BLUE)

Banjir ICMP/ARP satu-sumber ke banyak-tujuan. Host yang memblok ICMP tampak "mati" — jawabannya -Pn atau TCP SYN ping (-PS22,80). Kegagalan discovery adalah salah-konfigurasi pemula terbanyak.

16

ANATOMI PAKET & STATUS PORT

FASE 4 · DI BALIK -sS

Semua logika deteksi berdiri di atas three-way handshake. Perhatikan animasi: koneksi normal menyelesaikan tiga langkah; SYN scan berhenti di tengah jalan — dan itulah mengapa ia senyap di log aplikasi namun teriak di layer jaringan.

KALITARGET
SYN SYN-ACK ACK
1 — KONEKSI NORMAL: handshake penuh → tercatat established di log aplikasi.
KALITARGET
SYN SYN-ACK RST ✗
2 — SYN SCAN (-sS): nmap membatalkan dengan RST — koneksi tak pernah established → log aplikasi HENING, tapi firewall/IDS mencatat pola banyak-SYN.
OPEN

Aplikasi melayani koneksi. Lanjut fingerprint versi.

CLOSED

Host hidup, membalas RST, port kosong. Mengukur perimeter.

FILTERED

Firewall menyaring — tak bisa dipastikan. Bukan berarti aman.

PERINTAH STANDAR LAB

nmap -sV -T4 --open 172.16.20.2XX -oA recon/nmap/unit0X — versi + bersih + terarsip tiga format. Scan tanpa -oA = scan yang "tidak pernah terjadi".

17

NMAP — FLAG INTI & TIMING

FASE 4 · TA1595
FlagFungsi
-snDiscovery tanpa port scan
-sSSYN half-open (root) — standar
-sVDeteksi versi layanan
-ODeteksi OS (best-effort)
-sCSkrip NSE kategori default
-p- / -FSemua 65535 / top-100
-PnLewati ping — anggap hidup
--openSembunyikan closed/filtered
-oA fileArsip 3 format (.nmap .gnmap .xml)
TemplatePerilakuJejak
-T1 sneaky15 detik/probeLolos rate rule… tapi
-T3 normalDefault seimbangTerlihat rule standar
-T4 aggrCepat — pilihan labMudah meledak alert
-T5 insaneBrutal, rawan salah bacaLonjakan + data sampah
ANALOGI KECEPATAN

Timing = langkah kaki di rumah orang: -T1 berjalan lutut merangkak (lolos kamera tapi peta basi saat tiba), -T4 jalan cepat (efisien di gedung sendiri), -T5 berlari sambil menabrak meja (cepat, berisik, dan datanya berantakan).

18

TAHAP 4–5 — PERMUKAAN WEB

RECON AKTIF II · TA1595.003

Analogi: membaca etalase toko dari luar — nama toko (banner), merek barang (fingerprint), lalu mencoba membuka setiap pintu samping dengan deretan kunci (brute direktori). Pintu yang "berdecak tapi terkunci" (403) adalah pengakuan bahwa ruangannya ADA.

web-recon.sh — urutan berlapis
# 1. BANNER — header membocorkan versi:
curl -sI http://dvwa1.abdurrozak.my.id
Server: Apache/2.4.57 (Debian)     X-Powered-By: PHP/8.2.7

# 2. FINGERPRINT — seluruh stack satu baris:
whatweb http://dvwa1.abdurrozak.my.id

# 3. DIREKTORI — kamus vs server (berisik!):
gobuster dir -u http://dvwa1… \
  -w /usr/share/wordlists/dirb/common.txt -x php,txt -t 30

/setup.php            (Status: 200)   ← DVWA setup TERBUKA!
/admin                (Status: 403)   ← ADA tapi dipagari
STATUS BERHARGA

403 = pengakuan bahwa path ada. robots.txt sering menyerahkan path rahasia dengan sukarela.

MENGAPA VERSI PENTING

Apache/PHP/WordPress + nomor versi = kandidat CVE terbaca dalam hitungan detik.

KEBISENGAN

curl = 1 baris log · whatweb = 1–2 · gobuster = ratusan 404 — yang paling nyaring bagi SOC.

19

SPESIFIK TARGET LAB

FASE 5 · DVWA · VULN · WORDPRESS
TargetPermukaan KhasTool Pasangan
dvwaN…/setup.php (reset DB) · menu DVWA Security (low–impossible) · /vulnerabilities/…gobuster + cookie sesi
vulnN…Aplikasi latihan dengan "harta karun" yang memang disengaja — petakan path dulucurl + gobuster
wpN…/wp-json/wp/v2/users (user tanpa login) · xmlrpc.php · meta generator versiwpscan --enumerate u,t,p
wp-recon.sh
curl -s http://wp1.abdurrozak.my.id/wp-json/wp/v2/users | jq
wpscan --url http://wp1.abdurrozak.my.id --enumerate u,t,p
# plugin usang = vektor eksploitasi paling umum di dunia nyata
KREDENSIAL LAB

Login DVWA: admin / p@ssw0rd. Kredensial default selalu diperiksa sebelum brute force — itu pemeriksaan termurah dengan tingkat keberhasilan tertinggi.

20

JEJAK YANG DITINGGALKAN — BLUE VIEW

TA0043 × SENSOR

Setiap aksi merah meninggalkan bukti di sisi biru. Hafalkan pasangan aksi → jejak:

Aksi PenyerangJejak di Log/SensorSinyal Kunci
nmap -snBanjir ICMP/ARP 1→banyak (Zeek, NetFlow)Rasio tujuan unik per sumber
nmap -sSBanyak SYN, nol established (firewall/Suricata)detection_filter 30/10s
nc port 22auth.log: "Did not receive identification string"Banner-grab yang putus
dig axfrnamed: transfer rejected / NIDS type 252Satu AXFR = investigasi
gobuster404/403 beruntun + UA tool (access.log)Count per IP per menit
OSINT/crt.sh— TIDAK ADA LOG —Jawab dengan EASM
PRINSIP EMAS DETEKSI

Rate bisa disembunyikan, rasio tidak. Slow scan lolos rule kecepatan — tapi bentuk "1 sumber ke 87 tujuan unik" tetap meledak di NetFlow jendela 24 jam.

21

EVASION VS DETEKSI

PERMAINAN DUA KURSI
Teknik SenyapFlagKenapa Bisa LolosJawaban Blue
Low & Slow-T1 --scan-delayVolume/detik di bawah ambangNetFlow: rasio tetap tampak
Decoy-D RND:55 IP palsu ikut membanjirIP palsu tak menerima balasan — korelasi flow menyingkap
Fragmentasi-f --mtu 24Flag terpecah antar fragmenIDS modern reassembly — malah anomali
Idle Scan-sI zombieIP asli tak muncul sama sekaliPola polling IP-ID aneh di zombie
UA Palsu-a / headerLabel tool dipalsukanPola 404 tetap — pola > label
ETIKA EVASION

Di lab, teknik senyap diuji hanya ke unit yang ditugaskan — sering bersama asisten sebagai latihan purple. Evasion ke sistem orang lain tanpa izin adalah tindakan ilegal, bukan "skill lanjutan".

22

HARDENING — MENGECILKAN TARGET

JAWABAN DEFENSIF

Deteksi adalah jaring pengaman; hardening menghilangkan sasaran sebelum ditembak:

RAPIKAN BANNER

ServerTokens Prod · ServerSignature Off · expose_php = Off · server_tokens off;

Hasil: Server: Apache — tanpa versi, pemilih CVE dipaksa menebak.

KUNCI DNS

allow-transfer { none; }; · version "unknown"; · recursion no; untuk server publik.

BAN OTOMATIS

fail2ban: jail sshd (maxretry 4) + jail apache-404 (40 gagal/menit → ban 30 menit). nginx limit_req.

PERANGKAP MURAH

Endlessh di port 22 palsu (scanner terseret), canary path — siapa pun yang GET /backup-canary.zip pasti scanner (FP = 0).

FILOSOFI

Setiap bit yang tak perlu diekspos adalah bit yang tak perlu dideteksi. Permukaan mengecil = log lebih bersih = alert yang tersisa benar-benar penting.

23

SCOPE, ETIKA & HUKUM

GARIS MERAH
IN SCOPE — BOLEH

Unit penugasan kelompokmu: 172.16.20.2XX · target web indeks sama (dvwaN/vulnN/wpN) · kueri pasif ke sumber publik atas domain lab.

OUT OF SCOPE — JANGAN

Unit kelompok lain (walau "cuma -sn") · infrastruktur kampus/internet publik · probe destruktif: DoS, brute masif, eksploit prematur.

DUA ATURAN HUKUM

1) Akses ilegal adalah akses ilegal — memindai sistem orang lain tanpa izin tertulis melanggar hukum (ketentuan pidana akses tidak sah, UU ITE), terlepas dari niat "iseng" atau "belajar".  2) Izin tertulis & terbatas waktu adalah yang membedakan pentester dari penyerang — bukan kemampuan teknis.

DOKUMENTASI = ALIBI

Pipa semua perintah ke tee / -oA. Log milikmu adalah bukti bahwa yang kamu lakukan benar-benar di dalam scope dan pada waktunya.

24

WORKFLOW LAB KALI/SANA

A → Z · 90 MENIT
rangkaian lengkap pada unit milikmu (ganti X)
mkdir -p recon/{osint,dns,scans,web,shots}
ssh [email protected].2XX                       # masuk unit kelompokmu

# PASIF
whois abdurrozak.my.id | tee recon/osint/whois.txt
dig +short dvwaX.abdurrozak.my.id | tee recon/dns/a.txt

# DISCOVERY → ENUMERASI
nmap -sn 172.16.20.2XX
nmap -sV -T4 --open 172.16.20.2XX -oA recon/nmap/unit0X

# WEB RECON
curl -sI http://dvwaX.abdurrozak.my.id | tee recon/web/headers.txt
whatweb http://dvwaX.abdurrozak.my.id
gobuster dir -u http://dvwaX… -w /usr/share/wordlists/dirb/common.txt -t 30
DISIPLIN ARSIP

Folder recon/ dibuat sebelum perintah pertama. Setiap stdout yang penting dipipa tee. Bukti yang tak tersimpan = temuan yang tak pernah terjadi.

25

STUDI KASUS — MEMBACA LOG

PBL · DISKUSI KELOMPOK
/var/log/apache2/access.log — dvwa unit 1, 10:02 pagi
172.16.20.50 - - [06/Feb/2026:10:02:11 +0700] "GET /backup.zip HTTP/1.1" 404 452 "-" "gobuster/3.6"
172.16.20.50 - - [06/Feb/2026:10:02:11 +0700] "GET /wp-admin/setup-config.php" 404 452 "-" "gobuster/3.6"
… berlanjut: total 54 request 404 dalam 12 detik dari IP yang sama

# dan di auth.log menit yang sama:
Did not receive identification string from 172.16.20.50
DISKUSIKAN (5 MENIT)

1) Apa yang sedang dilakukan 172.16.20.50?  2) Scanner sah atau musuh — data apa yang membedakan?  3) Tiga tindakan pertama seorang SOC?

ARAH JAWABAN

Ini directory brute-force + banner-grab. Bedakan via jadwal scan internal terdokumentasi. Tindakan: korelasi sumber → aktifkan fail2ban apache-404 → pertimbangkan canary path → harden banner.

PESAN

User-Agent "gobuster" mudah dipalsukan. Yang tak bisa dipalsukan tanpa mengubah perilaku: distribusi status per sumber per waktu. Pola > label.

26

KUIS INTERAKTIF

7 SOAL · 15 POIN/SOAL

Jawab ketujuh soal — feedback dan penjelasan muncul seketika. Skor akhir tampil setelah soal terakhir.

—
27

RANGKUMAN DUA SISI

RED × BLUE CHEATSHEET
RED — BIKIN JEJAK MINIMAL

1) Pasif dulu (whois/dig/crt.sh) sebelum paket pertama.
2) Arsip semua bukti: tee & -oA — alibi & bahan laporan.
3) Timing maksimal -T4 di LAN; -T5 = data sampah.
4) Membaca status open/closed/filtered dengan benar = setengah ilmu.
5) Stop & lapor begitu keluar scope.

BLUE — BACA JEJAK & TUTUP PINTU

1) Baseline trafik per sumber — deviasi adalah sinyal.
2) Rule rate (SYN, ICMP) + fail2ban (sshd, apache-404).
3) NetFlow jendela-24-jam — jawaban atas slow scan.
4) Hardening banner & AXFR — target mengecil sendiri.
5) EASM: jalankan recon yang sama ke dirimu, rutin.

TAKEAWAY MESSAGE
REKON YANG BAIK TIDAK TERLIHAT.
REKON YANG BURUK TERDENGAR DI LOG ORANG LAIN.
28

GLOSARIUM ISTILAH

REFERENSI CEPAT
IstilahDefinisi
ReconnaissancePengumpulan informasi sistematis tentang target sebelum interaksi lebih lanjut; taktik ATT&CK TA0043.
OSINTOpen-Source Intelligence — intelijen dari sumber publik tanpa interaksi ke target.
Attack SurfaceSeluruh titik yang dapat diserang: port, aplikasi, path, akun, API.
AXFRZone transfer DNS; bila tak dibatasi, seluruh isi zona bocor ke siapa pun yang bertanya.
FingerprintingIdentifikasi versi layanan/teknologi dari banner, header, dan perilaku.
TOFUTrust On First Use — prinsip penerimaan host key SSH pada koneksi pertama.
FilteredStatus port yang tak dapat dipastikan nmap karena firewall menyaring paket.
NSENmap Scripting Engine — 600+ skrip Lua untuk enumerasi & deteksi per layanan.
EASMExternal Attack Surface Management — mengintai aset eksternal sendiri dengan cara penyerang.
Canary TokenUmpan (berkas/port/kredensial) yang membunyikan alert pasti saat disentuh.
Low-and-SlowScan yang kecepatannya dibatalkan agar lolos rate-based — dilawan NetFlow jendela panjang.
29

DAFTAR PUSTAKA & REFERENSI

BELAJAR LEBIH DALAM
SumberDeskripsiAkses
nmap.org/bookDokumentasi resmi Nmap — referensi flag, NSE, teknik scanOnline
Lyon, G.F. — Nmap Network ScanningBuku induk pemindaian jaringan oleh pencipta NmapBuku
ptesframeworkPenetration Testing Execution Standard — metodologi & fase reconOnline
attack.mitre.orgMITRE ATT&CK — taktik TA0043 & teknik T1590–T1598Online
owasp WSTGWeb Security Testing Guide — kategori pengujian aplikasi webOnline
OSINT FrameworkKumpulan sumber OSINT terklasifikasi per jenis dataOnline
crt.sh & CT Log docsCertificate Transparency — basis enumerasi subdomain pasifOnline
Suite KALI/SANA internalRECON-01 · CHEATSHT-01 · RECON/ED-02 · INFO-RECON · NMAP-01 · NMAP-NSE-01 · tools.html (9 tool)File lokal
URUTAN BELAJAR YANG DISARANKAN

Slide ini (paham konsep) → RECON-01 (manual) → lab terbimbing → NMAP-01/NSE-01 (workbench) → RECON/ED-02 (sudut pandang SOC).

30

PERTANYAAN REFLEKSI

PIKIRKAN & CATAT
  1. Konsep mana yang paling mengubah cara pandangmu?

    Pasif vs aktif? "Filtered bukan aman"? Atau fakta bahwa crt.sh mengetahui subdomain yang bahkan adminnya lupa?

  2. Jika kamu menjadi admin jaringan sekolah, apa TIGA hal pertama yang kamu lakukan?

    Petunjuk: pikirkan inventaris aset, banner, dan siapa yang boleh meminta zona transfer.

  3. Di mana garis antara "peneliti yang penasaran" dan "penyerang yang melanggar hukum"?

    Tepatnya di izin dan scope — bukan di kemampuan. Bagaimana kamu memastikan dirimu selalu di sisi yang benar?

TULIS JAWABANMU

Jawaban refleksi dimasukkan ke LKM-01 dan dibahas terbuka di awal pertemuan berikutnya — perspektif berbeda justru materi paling kaya.

31

PESAN DARI PAK ROZAK

TUTUP SESI

Anak-anak, hari ini kalian belajar melihat dunia seperti penyerang — demi menjadi orang yang menjaganya. Itu bukan ironi; itu justru inti profesi ini. Orang yang paling paham cara membobol rumah adalah orang terbaik untuk merancang gemboknya.

Tapi ingat: kecurangan pada izin adalah dosa besar profesi ini. Satu kali menembus sistem yang bukan milikmu "cuma iseng", dan seluruh kepercayaan — kepadamu, ke lab ini, ke profesi — runtuh. Kemampuan tanpa etika hanyalah ancaman yang punya sertifikat.

Kalian baru melihat fase pertama dari sepuluh fase. Depan masih panjang: eksploitasi, forensik, monitoring. Tapi fondasi kalian hari ini lebih kokoh dari kebanyakan orang yang mengaku ahli — karena kalian belajar membaca, bukan sekadar menyalin perintah.

KOMITMEN KITA

Uji hanya yang diizinkan. Dokumentasikan semuanya. Laporkan, jangan pamer. Dan jadilah orang pertama yang menemukan lubang — sebelum orang yang salah menemukannya.

THANK YOU

MATERI RECONNAISSANCE · CYBER SECURITY FUNDAMENTAL · SMKS YASMIDA
CLOSING QUOTE
"JUST RELAX A LITTLE, STAY SAFE, STAY CURIOUS,
STAY ETHICAL, STAY LEGAL, AND STAY COFFEE."
— ABDUR ROZAK, S.Kom.
LANJUT: SCANNING & ENUMERASI KERJAKAN: LKM-01 & JOBSHEET-01 s.id/abdurrozakskom