ABDURROZAK
ABDURROZAK.MY.ID // WHATWEB SIMULATOR TKJ

WHATWEB LAB

SIMULATOR WEB FINGERPRINTING KALI LINUX - 7 TARGET VIRTUAL LAB - 100% OFFLINE

STATUS: ONLINE XP: 0/480 SITUS DIPEKSA: 0 KUIS TERBAIK: -
MODUL TOOL
ABDURROZAK.MY.ID // WHATWEB SIMULATOR TKJ

FINGERPRINT TERMINAL

ETIKA & LEGAL: WHATWEB MENGIRIM HTTP REQUEST KE TARGET - MESKI "HANYA RECON", PEMERIKSAAN SITUS ORANG LAIN TANPA IZIN MASIH INTERAKSI TANPA HAK (UU ITE). TOOL INI MEMERIKSA SITUS VIRTUAL DI BROWSER - NOL REQUEST KE DUNIA NYATA. LATIH REFLEKS: TARGET SENDIRI ATAU BERIZIN.
TKJ-KALI - WHATWEB 0.5.5 - SANDBOX
tkj@kali:~$
PERINTAH CEPAT (KLIK UNTUK MENGISI)

PANEL MISI

LANGKAH DICEK OTOMATIS SAAT KAMU MENGETIK

DAFTAR TARGET

7 SITUS VIRTUAL LAB - IDENTITAS SEJATI TERUNGKAP SAAT BERHASIL KAMU PEKSA

DAFTAR MISI

8 MISI - TOTAL 480 XP. ALUR: SCAN DASAR -> VERBOSE -> CMS -> AGRESI 3 -> AUDIT PENUH.

KUIS WHATWEB

10 SOAL ACAK - 15 DETIK PER SOAL - TOMBOL 1-4 UNTUK MENJAWAB

UJI OTAK WEB RECON
10 SOAL ACAK DARI 32 BANK SOAL: DASAR, OUTPUT, AGGRESSION, PLUGIN, TEKNOLOGI WEB, ETIKA. TIMER 15 DETIK - HABIS WAKTU DIHITUNG SALAH.
SKOR TERBAIK: - RONDE DIMAINKAN: 0
GELAR: -REKOR BARU!
0
DARI 10 SOAL
BENAR-
SALAH-
STREAK TERBAIK-
REKOR-
-

MATERI WEB FINGERPRINTING

8 MODUL - DARI KONSEP RECON SAMPAI ETIKA. KLIK UNTUK MEMBUKA.

WhatWeb adalah alat web fingerprinting open-source (Andrew Horton) yang mengidentifikasi teknologi yang menjalankan sebuah situs: CMS (WordPress, Joomla, Drupal), web server (nginx, Apache, IIS), bahasa (PHP, ASP.NET), framework, library JavaScript, CDN, sampai alamat email yang tertulis di halaman.

Posisinya dalam fase pengujian: setelah kamu tahu HOST hidup (nmap/ping), WhatWeb menjawab apa yang menjalankan situsnya - data ini menentukan vektor audit berikutnya. Situs WordPress diaudit beda dari Joomla; server nginx punya set kelemahan berbeda dari IIS.

ALATDOMENPERTANYAAN YANG DIJAWAB
nmapJaringan / portHost hidup? Port apa terbuka?
whatwebAplikasi webTeknologi apa di balik situs ini?
wiresharkPaketApakah persis yang dikirim/diterima?

Kenapa ringan: WhatWeb pada agresi 1 hanya mengirim SATU request HTTP GET biasa seperti browser - lalu MENGANALISIS responsnya (header, body HTML, meta tag). Tidak brute force, tidak exploit. Pada agresi lebih tinggi ia menambah probe ke path umum (mis. /wp-content) - tetap membaca, bukan menyerang.

Etika: karena tetap mengirim request ke server orang lain, aturan yang sama berlaku: situs sendiri atau berizin. Simulator ini memeriksa situs virtual - nol request ke dunia nyata.

Situs web "berbicara" tentang dirinya di banyak tempat. WhatWeb membaca semua sumber ini dari SATU respons:

SUMBERCONTOHMENGUNGKAP
Header ServerServer: nginx/1.18.0Web server + versi
Header X-Powered-ByX-Powered-By: PHP/8.1Bahasa + versi
Header Set-CookieSet-Cookie: wp-settings-1WordPress
Meta generator<meta name="generator" content="Joomla! 5">CMS + versi
Path aset/wp-content/themes/...WordPress + tema
Tag & struktur<script src="jquery.min.js">jQuery, framework JS
Title & teks<title>HP LaserJet</title>Perangkat/aplikasi
mailto di bodymailto:admin@lab.idEmail kontak (osint)

Pelajaran penting: mayoritas informasi ini DIKIRIM SECARA SUKARELA oleh server ke SEMUA pengunjung - termasuk penyerang. Karena itu "security by obscurity" (sembunyikan versi) hanya lapisan tipis: mengganti banner Server mudah, tapi jejak wp-content, cookie, dan struktur HTML jauh lebih sulit disembunyikan tanpa merusak fungsionalitas.

Implikasi defensif: jalankan whatweb ke situsmu sendiri - hasilnya adalah "kata-kata yang situsmu ucapkan ke penyerang". Setiap versi terlihat = CVE yang bisa dicari. Itu target perbaikan: update, atau minimalkan pemaparan.

Format baris default WhatWeb:

http://srv-web.lab [200 OK] Country[INDONESIA][ID], HTTPServer[nginx/1.18.0], IP[192.168.10.10], JQuery[3.7.1], Open-Graph[website], PHP[8.1.2], Title[TKJ Portal], WordPress, X-Frame-Options[SAMEORIGIN]

Anatomi: URL -> [status HTTP] -> daftar plugin ditemukan, diurut abjad, masing-masing dengan nilai dalam kurung siku bila ada.

  • Plugin tanpa nilai (mis. WordPress) = kehadiran terdeteksi, tanpa versi
  • Plugin dengan nilai (mis. PHP[8.1.2]) = detail: versi, string, lokasi
  • Status bukan 200 = [301 Moved Permanently], [404 Not Found] - tetap ber informasi (redirect menunjuk domain asli, 404 bisa berarti path salah)

Dengan -v (verbose), output berubah menjadi laporan per situs: judul situs, IP, ringkasan plugin, lalu satu blok detail per plugin - termasuk buktinya ("String: ...", lokasi di header/body). Ini yang kamu lampirkan di laporan audit karena menunjukkan DASAR kesimpulan.

Kolom yang paling bernilai bagi auditor:

  • HTTPServer + PHP/versi -> cari CVE versi lama
  • WordPress/Joomla/Drupal -> audit plugin & tema CMS
  • Email -> osint kontak, rawan phishing
  • Plugin keamanan header (X-Frame-Options, X-XSS-Protection) -> ada/tidaknya = status hardening

-a N mengatur SEBERAPA JAUH WhatWeb menyelidiki:

LEVELNAMAAKSIRISIKO
-a 1 (default)StealthSatu GET biasa - hanya dari respons halaman utamaSetara satu kunjungan browser
-a 2UnusedDicadangkan (belum dipakai)-
-a 3Aggressive+ Probe path umum per-plugin: /wp-content, /administrator, /robots.txtBeberapa request tambahan - pola mulai terlihat di log
-a 4Heavy+ Semua probe agresif semua pluginPuluhan request - jelas terlihat IDS/log

Trade-off intinya: agresi 1 = senyap tapi info terbatas (headers/title saja); agresi 3+ = jauh lebih lengkap (menemukan CMS yang tidak mengumumkan diri di halaman depan) tapi meninggalkan jejak lebih banyak.

Contoh nyata di lab: whatweb http://srv-web.lab level 1 menemukan nginx + title. Tambahkan -a 3 -> WhatWeb mem-probe /wp-content -> ternyata ada WordPress di dalamnya: CMS tersembunyi terbuka.

Prinsip memilih level: mulai selalu dari 1. Naik ke 3 hanya bila: target milikmu/berizin DAN info dari level 1 belum cukup. Level 4 hanya untuk lab uji milik sendiri. Naikkan agresi = naikkan jejak = naikkan tanggung jawab.

WhatWeb punya 1800+ plugin. Yang paling sering muncul (dan keluar di ujian):

KATEGORICONTOHARTI BAGI AUDITOR
Web servernginx, Apache, IIS, LiteSpeed, cloudflareConfig hardening, CVE server
BahasaPHP, ASP.NET, JavaCVE runtime, kualitas kode
CMSWordPress, Joomla, DrupalPlugin/tema = permukaan serangan terbesar
Framework JSjQuery, React, Vue, BootstrapVersi jQuery lama = XSS berantai
Panel & perangkatSynology DSM, MikroTik WebFig, HP JetdirectPerangkat default = target favorit
CDN/WAFCloudFlare, SucuriIP asli mungkin tersembunyi - waf aktif
Keamanan headerX-Frame-Options, HSTS, CSPAda = hardening; tidak ada = temuan
OSINTEmail, Google-Analytics, Open-GraphKontak untuk phishing (defensif: kelola pemaparan)

Cara membaca stack secara cerdas: satu situs WordPress + PHP 7.4 + jQuery 1.12 + tanpa HSTS = cerita lengkap: CMS populer, runtime tua (EOL), library berumur dengan XSS diketahui, tanpa header keamanan modern. Empat fakta -> prioritas perbaikan jelas.

Perangkat jaringan di web: menemukan Synology DSM atau WebFig MikroTik ter-expose ke internet adalah temuan tersendiri - panel manajemen seharusnya tidak mencapai WAN (ingat pelajaran MikroTik: batasi winbox/webfig via address list).

Setiap teknologi yang dikenali WhatWeb adalah sebuah plugin - skrip Ruby berisi pola pencocokan:

  • matches: teks/hash di body, header tertentu, meta tag, cookie, path yang harus diprobe
  • versi: regex penangkap nomor versi (mis. dari "PHP/8.1.2" ambil 8.1.2)
  • aggressive path: URL yang diprobe hanya di -a 3+ (mis. WordPress mem-probe /wp-content/)

Perintah pengelolaan plugin:

  • whatweb --list-plugins - daftar semua plugin terpasang
  • whatweb --info-plugins - detail + deskripsi tiap plugin
  • whatweb -p WordPress,PHP target - jalankan HANYA plugin tertentu (cepat, fokus)
  • whatweb -p +plugins-less target - semua kecuali tertentu

Kenapa -p berguna: scan 1800 plugin ke ratusan situs = lambat. Saat audit massal hanya butuh satu pertanyaan ("siapa saja yang pakai PHP 7?"), seleksi plugin mempercepat ribuan kali.

Menulis plugin sendiri adalah langkah lanjutan yang bagus: cari string unik di aplikasi internal sekolah (mis. "SIAKAD TKJ v2") -> buat plugin -> sekarang seluruh instance aplikasi internal bisa ditemukan di jaringan. Itu kontribusi nyata ke proyek open-source.

Kekuatan terbesar WhatWeb bagi murid TKJ: melihat situs sendiri dengan mata penyerang. Checklist pengurangan paparan:

  • Sembunyikan versi detail: nginx: server_tokens off; | Apache: ServerTokens Prod | PHP: expose_php = Off. Hasil: HTTPServer[nginx] tanpa angka versi.
  • Buang meta generator: tema WordPress/Joomla sering menuliskan versi CMS di <head>. Hapus via theme/function - satu baris, satu informasi lebih sedikit untuk penyerang.
  • Kelola header keamanan: targetkan WhatWeb menunjukkan X-Frame-Options, HSTS, CSP - tanda hardening, bukan ketiadaan.
  • Sembunyikan panel perangkat: WebFig/DSM/Jetdirect tidak boleh ter-expose ke WAN - batasi IP (pelajaran MikroTik) atau VPN.
  • Email di halaman publik: pertimbangkan form kontak atau alias - mengurangi panen email untuk phishing.

Ritual audit berkala: whatweb situs sendiri (1x bulan) -> bandingkan dengan sebelumnya -> setiap informasi BARU yang muncul (versi, plugin, path) masuk daftar evaluasi. Situs yang "berbicara" makin sedikit = permukaan serangan makin kecil.

Batas jujur: menyembunyikan versi bukan perbaikan kerentanan - hanya menurunkan kebisingan. Update tetap raja; obscurity adalah bonus.

Seberapa "berat" WhatWeb bagi hukum? Agresi 1 setara satu kunjungan browser - informasinya memang publik bagi siapa pun yang membuka situs. TETAPI: otomatisasi pemindaian + menyimpan hasil + niat pengujian keamanan membuatnya masuk wilayah "pengujian tanpa izin" bila ditujukan ke situs orang lain. Aturannya sama dengan semua tool di seri ini: situse sendiri atau izin tertulis.

Tiga tingkat target yang sah:

  • Situs/VM milikmu (lab VirtualBox, hosting pribadi) - bebas semua level agresi
  • Situs lab sekolah - izin guru, jadwal yang disetujui, level pelan
  • Target pihak ketiga - hanya dalam kontrak audit dengan Rules of Engagement

Praktik terukur saat audit resmi:

  • 1. Kumpulkan URL dalam file list: whatweb -i daftar.txt (input batch)
  • 2. Jalankan level 1 dulu ke semua -> ringkasan cepat
  • 3. Pilih target menarik -> naikkan ke -a 3 -> verbose untuk bukti
  • 4. Simpan output: --log-brief hasil.txt dan --log-verbose detail.txt
  • 5. Laporkan: temuan + bukti (-v) + rekomendasi perbaikan

Jalan carier: web fingerprinting adalah langkah pertama setiap web pentest. Skill + disiplin dokumentasi di sini = fondasi eJPT/OSCP dan peran junior pentester/SOC.

TIPS RECON

10 TIPS BERJENJANG: BASIC -> INTER -> PRO.

BASICMULAI DARI LEVEL 1whatweb tanpa -a adalah stealth: satu request seperti browser. Lengkapi info dulu dari sini, baru naikkan agresi bila perlu.
BASICBACA URUTAN PLUGINOutput terurut abjad - HTTPServer dan PHP biasanya paling informatif di awal, CMS di tengah, header keamanan di akhir.
BASICPERHATIKAN STATUS KODE[301] berarti redirect - ikuti alamat barunya. [404] berarti path salah. [200] baru berarti halaman hidup.
BASICTARGET LIST DI SATU FILETulis semua URL lab di target.txt, jalankan sekaligus dengan whatweb -i target.txt - hasil rapi per baris.
INTER-V UNTUK BUKTI AUDITLaporan verbose menunjukkan DASAR tiap kesimpulan (string, header). Lampirkan di laporan - kesimpulan tanpa bukti gampang dibantah.
INTER-a 3 UNTUK CMS TERSEMBUNYILevel 1 tak melihat WordPress yang senyap - probe /wp-content di agresi 3 mengungkapnya. Naikkan hanya pada target berizin.
INTERCARI VERSI, CATAT EOLPHP 7.x, jQuery 1.x, CMS tanpa versi = cek status EOL. Versi tua yang masih didukung itu info; yang EOL itu temuan.
INTER-p UNTUK SCAN FOKUSbutuh satu jawaban cepat? whatweb -p PHP,WordPress target - puluhan kali lebih cepat dari full scan.
PROWHATWEB SITUSMU SENDIRI BULANANHasil whatweb situsmu = kata-kata yang situsmu ucapkan ke penyerang. Bandingkan antar bulan - informasi baru = evaluasi.
PROGABUNGKAN DENGAN NMAPAlur lengkap: nmap (host/port) -> whatweb (teknologi web) -> analisis versi/CVE. Tiga alat, satu cerita audit utuh.

FAQ WHATWEB

10 PERTANYAAN YANG PALING SERING MUNCUL DI KELAS & LAB TKJ.

nmap bekerja di lapisan jaringan/port: host hidup, port terbuka, versi layanan. WhatWeb bekerja di lapisan aplikasi web: CMS, framework, library, header HTTP, isi HTML. Saling melengkapi - nmap menemukan port 80 terbuka, whatweb mengungkap situsnya dijalankan WordPress 6 + PHP 8.1 di belakang nginx.

Karena banyak CMS tidak mengumumkan diri di halaman depan: meta generator dihapus tema, cookie khas tidak muncul untuk tamu. Identitasnya bocor lewat PATH (wp-content, /administrator) - dan path baru di-probe di aggression 3. Itulah kenapa hasil level 1 "bersih" belum berarti CMS tidak ada; naikkan agresi pada target berizin.

Karena versi + nama teknologi = kunci pencarian CVE. "nginx 1.18.0" bisa dicari di database kerentanan publik dalam 10 detik. Versi lama/EOL dengan celah diketahui adalah pintu masuk favorit. Bagi pemilik situs: versi yang terlihat = daftar tugas update; bagi auditor: versi tua = temuan terdokumentasi.

301 = Moved Permanently - situs pindah alamat (ikutkan ke URL baru untuk hasil lengkap). 404 = Not Found - path salah atau konten dihapus, tapi servernya tetap hidup dan identitasnya kadang tetap terbaca dari header. 403 = dilarang - sering menandakan ada sesuatu yang dilindungi di situ (menarik untuk dicatat, bukan dipaksa).

Cloudflare adalah CDN/proxy: request-mu diterima server Cloudflare, bukan server asli. IP yang terlihat adalah IP Cloudflare - IP asli origin disembunyikan (itulah salah satu manfaatnya bagi pemilik situs). Bagi auditor: waf/CDN aktif berarti pengujian harus memperhitungkan proteksi itu; pemindaian agresi bisa memicu blokir.

Tidak - itu hanya mengurangi kenyamanan penyerang mencari CVE. Kerentanan tetap ada meski versinya disembunyikan; penyerang tetap bisa memicunya dengan payload khas versi. Urutan yang benar: UPDATE dulu (menghilangkan kerentanan), sembunyikan versi sebagai bonus (menghilangkan petunjuk). Security by obscurity adalah lapisan tipis, bukan tembok.

WhatWeb membaca pola mailto: dan format email di body HTML - sering ada di halaman kontak/impressum. Risiko: daftar email adalah bahan utama kampanye phishing yang terarah. Bagi pemilik situs: pertimbangkan form kontak atau alias (info@), dan edukasi pengguna. Bagi auditor: catat sebagai pemaparan OSINT.

Level 1: hanya dari satu respons halaman utama - header (HTTPServer, X-Powered-By), title, cookie, meta, string di body. Level 3: ditambah probe path khas per plugin (/wp-content, /administrator, /misc/drupal.js, /robots.txt) - mengungkap CMS yang senyap, direktori yang ada, dan file khas. Naik dari 1 ke 3 sering menambah 3-10 plugin baru.

1) Situs latihan milikmu: pasang WordPress/Joomla di VM lalu whatweb -a 3 localhost; 2) situs pribadimu di hosting; 3) situs lab sekolah dengan izin guru; 4) aplikasi uji publik yang memang disediakan untuk latihan. Jangan memindai massal domain orang lain - volume + otomatisasi + niat audit membuatnya pelanggaran meski tiap request "ringan".

Ya - misi selesai, XP, jumlah situs yang pernah kamu periksa, dan skor kuis tersimpan di localStorage perangkat ini (prefix abr_wwb_). Tidak ada data yang dikirim ke mana pun - semua target, plugin, dan output adalah simulasi lokal di browser.

SOSIAL MEDIA