WIRESHARK LAB
SIMULATOR ANALISIS PAKET KALI LINUX - TRAFFIC VIRTUAL LAB 192.168.10.0/24 - 100% OFFLINE
PACKET CAPTURE
| # | TIME | SOURCE | DESTINATION | PROTOCOL | LEN | INFO |
|---|---|---|---|---|---|---|
| KLIK MULAI CAPTURE, LALU JALANKAN SKENARIO TRAFIK DI PANEL KANAN | ||||||
GENERATOR TRAFIK
JALANKAN SKENARIO KE CAPTURE AKTIF
PANEL MISI
LANGKAH DICEK OTOMATIS SAAT KAMU BERAKSI
STATISTIK CAPTURE
DIHITUNG LANGSUNG DARI PAKET YANG ADA DI BUFFER
DAFTAR MISI
8 MISI - TOTAL 480 XP. ALUR: CAPTURE -> FILTER -> ANALISIS -> DETEKSI SERANGAN.
KUIS WIRESHARK
10 SOAL ACAK - 15 DETIK PER SOAL - TOMBOL 1-4 UNTUK MENJAWAB
MATERI PACKET ANALYSIS
8 MODUL - DARI ANATOMI PAKET SAMPAI FORENSIK & ETIKA. KLIK UNTUK MEMBUKA.
Wireshark adalah packet analyzer open-source paling populer di dunia: ia "mendengarkan" traffic jaringan yang lewat pada interface, lalu menampilkannya paket demi paket dengan detail penuh - alamat MAC, IP, port, flag TCP, isi HTTP, query DNS, semuanya terbaca.
Posisinya di TKJ: setelah kamu tahu perangkat ada (NMAP) dan layanan berjalan, Wireshark menjawab pertanyaan paling dalam: apa yang SEBENARNYA dikirim dan diterima di kabel? Ini alat utama untuk:
- Troubleshooting: kenapa aplikasi lambat? (retransmission, DNS lambat, timeout?)
- Pembelajaran protokol: teori TCP/DNS/HTTP terasa abstrak - di Wireshark kamu MELIHAT handshake terjadi
- Keamanan: deteksi scan, brute force, trafik aneh - mata analisis SOC
- Forensik: rekonstruksi kejadian dari jejak paket
Turunan command-line-nya bernama tshark - logika filter dan struktur paketnya identik, sering dipakai di server tanpa GUI.
Batas yang wajib dipahami: Wireshark bisa melihat data sensitif (password HTTP tanpa enkripsi, token, isi chat). Karena itu capture hanya sah di jaringan sendiri atau dengan izin tertulis - detail di M08. Simulator ini menganalisis trafik virtual: nol paket dari jaringan sungguhan.
Teori model OSI yang dihafal di kelas menjadi LIRIHAN NYATA di panel detail Wireshark. Satu paket HTTP berisi:
| LAPISAN DETAIL | LAYER OSI | ISI |
|---|---|---|
| Frame N | - | Metadata capture: panjang byte, waktu |
| Ethernet II | L2 Data Link | MAC sumber & tujuan, EtherType 0x0800 |
| Internet Protocol v4 | L3 Network | IP sumber & tujuan, TTL, protocol (6=TCP) |
| Transmission Control Protocol | L4 Transport | Port sumber & tujuan, seq/ack, flag |
| Hypertext Transfer Protocol | L7 Application | GET / HTTP/1.1, Host, User-Agent... |
Insight kunci: setiap lapisan "membungkus" lapisan di bawahnya (enkapsulasi). Paket DNS UDP juga punya Ethernet+IP+UDP; paket ARP berhenti di L2 (tidak punya IP header - makanya filternya berbeda).
Field yang paling sering dibaca analis:
- MAC - identitas perangkat DI SEGMENT LOKAL (berubah tiap hop)
- IP - identitas ujung-ke-ujung (tetap sepanjang jalur)
- TTL - sisa hop; 64 khas Linux, 128 khas Windows, 255 khas network device - petunjuk cepat OS lawan bicara
- Port - pintu aplikasi: 80 HTTP, 443 HTTPS, 53 DNS, 22 SSH
Latih matamu: pilih satu paket di simulator, buka setiap lapisan, dan petakan ke tabel OSI. Setelah itu membaca paket terasa seperti membaca surat berlapis amplop.
Inilah momen "akhirnya paham" bagi murid TKJ: teori three-way handshake yang dihafal ujian, terlihat langsung sebagai 3 baris paket:
| # | FLAGS | ARTI | FILTER |
|---|---|---|---|
| 1 | [SYN] Seq=0 | Klien minta bicara | tcp.flags.syn==1 && tcp.flags.ack==0 |
| 2 | [SYN, ACK] Seq=0 Ack=1 | Server setuju | tcp.flags.syn==1 && tcp.flags.ack==1 |
| 3 | [ACK] Seq=1 Ack=1 | Klien konfirmasi - koneksi siap | tcp.flags.ack==1 && tcp.flags.syn==0 |
Penutupan koneksi memakai FIN (empat langkah: FIN-ACK bolak-balik), dan RST adalah "gantung telepon kasar": koneksi dibatalkan seketika - muncul saat port ditolak, aplikasi crash, atau firewall menolak.
Seq dan Ack adalah penomoran byte: klien mengirim mulai byte Seq=X, server menjawab Ack=X+1 ("saya sudah terima sampai sini"). Naik-turunnya angka ini menunjukkan siapa mengirim data ke siapa - kunci membaca arus percakapan.
Tanda bahaya yang dicari analis:
- TCP Retransmission - paket dikirim ulang: tanda loss atau jalur lambat
- RST beruntun ke satu tujuan - indikasi scan atau port ditolak
- SYN tanpa penyelesaian berulang ke satu port dari satu sumber - SYNFlood atau scan
- Satu IP -> banyak port dengan SYN beruntun - port scan klasik (lihat M06)
Di simulator: jalankan skenario WEB BROWSING, filter tcp, dan temukan ketiga paket handshake. Klik paket SYN, lalu paket SYN-ACK - bandingkan angka Seq/Ack-nya.
Empat protokol yang paling sering kamu lihat (dan ujikan):
DNS (UDP 53) - penerjemah nama ke IP. Query: "siapa google.com?" (Standard query 0x1a2b A google.com). Response: "google.com A 142.250.4.100" (Answer RRs: 1). Analisis penting: resolusi lambat di sini = semua browsing terasa lambat; domain aneh yang sering ditanya = indikasi malware beaconing.
HTTP (TCP 80) - teks polos dan telanjang. Request: GET / HTTP/1.1 Host: .... Response: HTTP/1.1 200 OK Server: nginx. Karena plaintext, password form tanpa HTTPS TERBACA UTUH di paket - pelajaran keamanan paling menggigit: itulah kenapa HTTPS wajib. HTTPS (TCP 443) hanya tampak sebagai TLS: isi terenkripsi, tapi SNI di Client Hello masih membocorkan domain yang dituju.
ARP (Layer 2) - pencari MAC di LAN: "Who has 192.168.10.1? Tell 192.168.10.50" dijawab "192.168.10.1 is-at 0c:5b:8f:1a:2b:01". ARP bekerja tanpa IP header. Deteksi keamanan: JIKA SATU MAC menjawab who-has untuk BANYAK IP (atau untuk IP gateway), itu indikasi ARP spoofing / man-in-the-middle.
ICMP - Echo request/reply (ping), Destination unreachable, Time exceeded (traceroute). Berguna untuk diagnosa; ICMP flood beruntun = DoS sederhana.
| PROTOKOL | TRANSPORT | PORT | FILTER DISPLAY |
|---|---|---|---|
| DNS | UDP | 53 | dns |
| HTTP | TCP | 80 | http |
| HTTPS/TLS | TCP | 443 | tls |
| ARP | (L2) | - | arp |
| ICMP | (L3) | - | icmp |
Display filter menyaring PAKET YANG SUDAH TERCAPTURE (berbeda dari capture filter yang menyaring saat perekaman - lihat FAQ). Sintaksnya adalah skill inti yang membedakan pengguna kasual dan analis:
| FILTER | EFEK |
|---|---|
| http | Hanya paket HTTP |
| dns || arp | DNS ATAU ARP (|| = atau) |
| tcp && !arp | TCP DAN BUKAN ARP (&& = dan, ! = bukan) |
| ip.addr==192.168.10.10 | IP sumber ATAU tujuan = host itu |
| ip.src==192.168.10.50 | Hanya yang DIKIRIM dari host itu |
| tcp.port==80 | Port sumber atau tujuan 80 |
| tcp.flags.syn==1 && tcp.flags.ack==0 | Semua SYN murni (permulaan koneksi) |
| tcp.flags.reset==1 | Semua RST (koneksi ditolak/dibatalkan) |
| icmp | Semua ping & pesan ICMP |
Operator: == sama, != tidak sama, > < untuk angka; logika && (and), || (or), ! (not). Nama field otomatis lengkap dengan Tab di Wireshark asli - dan bilah filter berwarna HIJAU jika sintaks valid, MERAH jika salah.
Resep praktis harian:
- Traffic satu host:
ip.addr==192.168.10.10 - Cari awal koneksi:
tcp.flags.syn==1 && tcp.flags.ack==0 - Cari penolakan:
tcp.flags.reset==1 - Semua HTTP kecuali dari admin:
http && ip.src!=192.168.10.5
Simulator ini memakai parser filter yang sama aturannya: bilah berubah hijau saat valid, merah + pesan saat tidak dikenal. Latih sampai filter jadi refleks, bukan hafalan.
Nilai terbesar Wireshark bagi keamanan: serangan selalu MENINGGALKAN JEJAK PAKET. Tiga pola yang wajib kamu kenali:
1. PORT SCAN - satu sumber mengirim SYN ke BANYAK PORT tujuan dalam waktu singkat:
- Filter:
tcp.flags.syn==1 && tcp.flags.ack==0, lalu perhatikan satu IP sumber dengan tujuan port bervariasi (21,22,23,25,80,...) - Balasannya bercerita: SYN-ACK = port terbuka; RST = tertutup; diam = filtered
- Setelah scan, sering disusul koneksi ke port yang ditemukan terbuka - itulah fase berikutnya
2. BRUTE FORCE SSH/RDP - banyak percobaan autentikasi ke satu port:
- Pola: banyak koneksi TCP port 22/3389 dari SATU sumber, beruntun dalam detik-menit
- Di paket SSH terlihat pesan auth gagal berulang (users berbeda-beda: root, admin, test)
- Filter:
tcp.port==22lalu cek kepadatan dari satu ip.src
3. ARP SPOOFING / MITM - pencurian arus di LAN:
- Filter:
arp; cari gratuitous/unusual ARP reply: SATU MAC menjawab is-at untuk IP gateway - Gejala lanjutan: semua traffic klien tiba-tiba melewati MAC yang sama sebelum keluar
Metodologi deteksi 4 langkah: 1) lihat STATISTIK protocol/conversations - apa yang tidak normal? (satu IP dominan?); 2) filter ke penyerang: ip.addr==x.x.x.x; 3) baca pola waktunya (teratur = scan/brute; acak = human); 4) dokumentasikan: IP sumber, target, waktu, jenis, bukti screenshot.
Jalankan skenario SERANGAN di simulator (SSH BRUTE FORCE & PORT SCAN), lalu cobalah menemukan polanya dengan filter - misi M7 dan M8 menuntut persis ini.
Capture tanpa metode = arsip noise. Dua workflow yang dipakai profesional:
A. TROUBLESHOOTING "INTERNET LAMBAT":
- 1. Capture saat masalah TERJADI (bukan sesudah)
- 2. Filter percakapan bermasalah:
ip.addr==192.168.10.50 && tcp.port==80 - 3. Cari tanda klasik: Retransmission banyak = loss/jalur jelek; DNS lambat (jarak antara query dan response > 500ms) = DNS bermasalah; Zero Window = penerima kewalahan; TCP RST mendadak = aplikasi/firewall menutup
- 4. Kesimpulan berbasis bukti: "70% waktu terbuang di 3 retransmission ke server X" - bukan tebakan
B. FORENSIK INSIDEN:
- 1. Amankan bukti: simpan capture ke file (.pcapng) SEBELUM diutak-atik
- 2. Gambaran besar dulu: Statistics -> Conversations: siapa bicara dengan siapa, volume berapa
- 3. Persempit: filter waktu (
frame.time >= "..."), host, protokol - 4. Follow Stream percakapan penting; dokumentasikan nomor paket sebagai kutipan bukti
- 5. Timeline: kaitkan paket dengan log server (auth.log, access.log)
Kebiasaan emas: catat filter yang dipakai + jam + interface untuk SETIAP temuan. Analisis tanpa dokumentasi = opini; dengan dokumentasi = bukti.
Wireshark adalah alat paling transparan sekaligus paling sensitif di toolbox: ia melihat segalanya, termasuk yang bukan urusanmu.
Apa yang bocor di paket:
- HTTP tanpa enkripsi: password form, cookie sesi, isi pesan - TERBACA MENTAH
- FTP/Telnet/SMTP tanpa TLS: kredensial plaintext
- DNS: semua domain yang dikunjungi (profil aktivitas seseorang)
- TLS: isi terenkripsi, tapi SNI/SAN di handshake masih membocorkan nama domain
Aturan legal & etis:
- Capture di jaringan SENDIRI (rumah, lab pribadi, VM) - bebas
- Jaringan sekolah/kantor - izin pengelola, tujuan pembelajaran/audit, tanpa menyalahgunakan kredensial yang tersingkap
- Jaringan orang lain TANPA IZIN = intersepsi tanpa hak (UU ITE Pasal 29 & 30) - pidana
- Data pribadi yang tersingkap saat audit WAJIB dijaga kerahasiaannya - tidak dibagikan, tidak dipamerkan
Hygiene analis: simpan capture yang berisi data sensitif terenkripsi; anonimkan sebelum dibagikan (Wireshark punya fitur anonymize di versi baru, atau edit manual); hapus saat tak lagi diperlukan.
Kariernya: kemampuan packet analysis adalah inti peran NOC/SOC Analyst, Network Engineer senior, dan pentester. Jalan sertifikasi: CompTIA Network+ -> Security+ -> Wireshark Certified Network Analyst (WCNA) -> eJPT/OSCP.
TIPS ANALISIS
10 TIPS BERJENJANG: BASIC -> INTER -> PRO.
FAQ WIRESHARK
10 PERTANYAAN YANG PALING SERING MUNCUL DI KELAS & LAB TKJ.
Capture filter menyaring SAAT perekaman (sintaks BPF: host 192.168.10.10, port 80) - paket yang tidak cocok tidak pernah terekam, menghemat resource tapi buktinya hilang. Display filter menyaring HASIL rekaman (sintaks Wireshark: ip.addr==192.168.10.10, http) - semua paket tetap tersimpan, tampilan saja yang difilter. Praktik aman: capture seluas mungkin, analisis dengan display filter.
Karena TLS mengenkripsi payload aplikasi: isi request/response tersembunyi. Yang tetap terlihat: IP sumber/tujuan, port 443, handshake TLS, dan SNI (Server Name Indication) di Client Hello yang masih membocorkan domain yang dituju. Dekripsi hanya mungkin dengan kunci sesi (SSLKEYLOGFILE dari browser yang kamu kendalikan) - untuk debugging aplikasi milik sendiri, bukan milik orang lain.
Mode di mana NIC memproses SEMUA paket yang lewat di segmen, bukan hanya yang ditujukan ke MAC-nya. Di jaringan modern (switch), kamu tetap hanya menerima traffic broadcast + milikmu kecuali port mirroring diaktifkan - jadi "mata-mata" di switch tidak semudah dulu, tetapi di WiFi (monitor mode) atau hub lama, promiscuous menangkap banyak. Etisanya: mode ini untuk analisis jaringanmu sendiri.
WiFi menambah lapisan 802.11 (beacon, probe request, ACK radio, retransmission udara), channel hopping, dan trafik tetangga di channel sama. Paket rusak/terduplikasi lebih sering. Untuk pembelajaran protokol, mulailah di kabel (eth0) atau loopback (lo) yang bersih - persis seperti lab virtual ini.
RST = koneksi ditolak/dibatalkan seketika. Penyebab umum: port tidak ada aplikasinya (dijawab RST oleh OS), firewall menolak, aplikasi crash, atau klien membatalkan. Banyak RST beruntun ke satu target dari satu sumber = indikasi port scan; RST dari server saat koneksi hidup = aplikasi bermasalah. Filter: tcp.flags.reset==1.
Retransmission = paket yang sama dikirim ulang karena ACK balasan tidak sampai tepat waktu (loss atau delay). Sedikit itu normal; banyak dan terus-menerus = jalur bermasalah (kabel jelek, WiFi padat, link satupun penuh). Ini alat bukti nomor satu untuk komplain "internet lambat" - bukan rasa, tapi angka: filter tcp.analysis.retransmission.
Capture WiFi publik berarti melihat lalu-lalang data ORANG LAIN - secara hukum itu wilayah abu-abu yang mudah jatuh ke intersepsi tanpa hak, dan secara etika jelas salah. Selain itu banyak jaringan memakai client isolation sehingga kamu tak melihat traffic orang lain. Gunakan jaringan sendiri/lab untuk latihan; di WiFi publik, posisimu adalah pengguna yang melindungi diri (HTTPS, VPN), bukan pengamat.
TCPdump adalah versi command-line: ringan, tersedia di semua server, cocok untuk capture jarak jauh via SSH (tcpdump -i eth0 -w file.pcap). Wireshark adalah GUI analisisnya: filter interaktif, detail berlapis, follow stream, statistik. Alur profesional: capture di server pakai tcpdump -> bawa file .pcap -> analisis di Wireshark. Tshark = tcpdump dengan kekuatan filter Wireshark.
Boleh DENGAN IZIN pengelola jaringan (guru/tkementeri lab) - idealnya tertulis, mencantumkan waktu dan tujuan, dan di luar jam penting (ujian online). Yang WAJIB dijaga: data yang tersingkap (email, chat, kredensial aplikasi lama) tidak dibuka-ulang, tidak dibagikan, tidak dipakai. Tampilkan hasilnya sebagai laporan pembelajaran, bukan gosip. Izin + etika itulah yang membedakan analis dari pemanda.
Ya - misi selesai, XP, jumlah paket yang pernah kamu capture, dan skor kuis tersimpan di localStorage perangkat ini (prefix abr_wsh_). Tidak ada data yang dikirim ke mana pun. Catatan: isi capture itu sendiri sengaja tidak disimpan permanen (buffer hilang saat refresh) - layaknya capture sungguhan, bukti harus diekspor/Didokumentasikan saat masih ada.