MIKROTIK TRAINER
SIMULATOR CLI ROUTEROS + MISI BUILD GATEWAY + KUIS - UNTUK SISWA TKJ
TERMINAL ROUTEROS
PANEL MISI
LANGKAH DICEK OTOMATIS SAAT KAMU MENGETIK
DAFTAR MISI
8 MISI - TOTAL 480 XP. ALUR: BANGUN ROUTER GATEWAY LAB DARI NOL SAMPAI SIAP PAKAI.
KUIS ROUTEROS
10 SOAL ACAK - 15 DETIK PER SOAL - TOMBOL 1-4 UNTUK MENJAWAB
MATERI MIKROTIK
8 MODUL - BACA SEBELUM / SESUDAH MISI & KUIS. KLIK UNTUK MEMBUKA.
MikroTik adalah perangkat keras (RouterBOARD) yang dijalankan sistem operasi RouterOS - OS router lengkap berbasis Linux: routing, firewall, bandwidth, hotspot, VPN, wireless, semua dalam satu box. RouterOS juga bisa dipasang sebagai VM (CHR - Cloud Hosted Router) untuk latihan tanpa hardware.
Kondisi pabrik: username admin tanpa password, IP default 192.168.88.1/24 di ether2, DHCP server aktif membagi 192.168.88.10-254. Langkah pertama setelah beli: ganti password (/password) dan identity (/system identity set name=...).
Tiga pintu akses:
| METODE | PROTOKOL / PORT | CATATAN |
|---|---|---|
| WINBOX | 8291 (atau via MAC) | GUI utama; akses via MAC bekerja TANPA IP - penyelamat saat konfigurasi kacau |
| WEBFIG | HTTP 80 / HTTPS 443 | GUI via browser; fitur sama dengan Winbox |
| CLI | SSH 22, Telnet 23, Serial | Skill inti ujian & dunia kerja; fokus trainer ini |
Winbox Neighbors menemukan router di segmen yang sama lewat MAC address - sebab itu Winbox adalah alat recovery nomor satu: IP salah/salah konfigurasi pun tetap bisa masuk, asal satu broadcast domain.
Untuk lab sekolah: satu RouterBOARD di meja guru bisa dilatih bergantian, atau pakai CHR di VirtualBox tiap siswa - snapshot bebas diutak-atik.
CLI RouterOS berbentuk hirarki menu seperti pohon. Setiap perintah adalah jalur dari akar: /ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2 = menu ip -> address -> aksi add + parameter.
Empat verb inti yang dipakai di hampir semua menu:
| VERB | FUNGSI | CONTOH |
|---|---|---|
| Menampilkan data | /ip address print | |
| add | Membuat entri baru | /ip firewall nat add ... |
| set | Mengubah entri (by number) | /ip address set 0 disabled=yes |
| remove | Menghapus entri (by number) | /queue simple remove 0 |
Ditemani pasangan: enable/disable dan export. Entri yang tampil di print punya nomor (#) - nomor itulah yang dipakai set/remove/remove.
Abbreviasi: RouterOS menerima singkatan asalkan TUNGGAL: /ip add pri = /ip address print; /sys re pr = /system resource print. Kalau ambigu, RouterOS menolak dengan daftar pilihan - ketik satu huruf lagi. Tab melengkapi otomatis, dan ? di level mana pun menampilkan sub-menu yang tersedia - alat belajar paling ampuh.
Parameter ditulis kunci=nilai: name=lab01 target=192.168.10.11/32 max-limit=3M/3M. Nilai ber-spasi dibungkus tanda kutip: comment="blokir siswa".
print dengan filter - hemat layar saat produksi: /ip address print detail (semua properti), /ip address print where interface="ether2", /log print where topics~"error".
Simulator ini meniru semua pola di atas: path absolut, abbreviasi, ?, tab, nomor, dan parameter kunci=nilai.
/interface print menampilkan semua port: ether1-5, wlan1, bridge. Flag penting: X = disabled (mati total), R = running (link hidup). Interface mati tidak bisa dipakai apa pun - saat troubleshoot, ini pemeriksaan pertama.
Bridge menggabungkan beberapa interface menjadi satu segmen Layer-2 - seperti mini-switch di dalam router: /interface bridge add name=bridge-lan lalu /interface bridge port add interface=ether2 bridge=bridge-lan. Praktik umum: ether2-4 + wlan1 dijembatani menjadi satu LAN.
Memberi IP: /ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2. Notasi /24 = subnet mask 255.255.255.0 = 254 host. Network address dihitung otomatis (192.168.10.0) dan tampil di print.
IP router = gateway bagi LAN-nya. Klien di 192.168.10.0/24 akan memakai 192.168.10.1 sebagai gateway - sebab itu IP LAN router biasanya dipilih .1.
Jalur keluar internet: butuh default route. Dua cara: /ip dhcp-client add interface=ether1 (IP publik/private dari modem ISP) atau statis /ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1. Verifikasi: /ip route print - baris 0.0.0.0/0 harus ada dan aktif (flag A).
Urutan sanity-check jaringan: interface running? -> IP terpasang? -> ping gateway -> ping 8.8.8.8 -> resolve domain. Berhenti di tahap yang gagal = lokasi masalah.
DHCP server menyerahkan tiga hal ke klien: IP address, gateway, dan DNS. Di RouterOS butuh TIGA komponen yang saling terkait:
| KOMPONEN | MENU | ISI |
|---|---|---|
| POOL | /ip pool | Rentang IP yang boleh dibagikan (mis. .10-.254) |
| NETWORK | /ip dhcp-server network | Subnet, gateway, dan DNS yang dikirim ke klien |
| SERVER | /ip dhcp-server | Mengikat DHCP ke interface + pool |
Cara cepat - wizard setup yang membuat ketiganya sekaligus: /ip dhcp-server setup interface=ether2. Wizard menuntun memilih network, gateway, pool, dan DNS server - setelah selesai, klien yang dicolok ke ether2 langsung dapat IP.
Cara manual (memahami isi wizard):
/ip pool add name=pool-lan ranges=192.168.10.10-192.168.10.254/ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=192.168.10.1/ip dhcp-server add name=dhcp-lan interface=ether2 address-pool=pool-lan disabled=no
Prasyarat yang paling sering dilupakan: interface DHCP harus sudah punya IP address (dan router tidak punya IP ganda di subnet lain yang konflik). Tanpa IP, wizard gagal dan server berstatus invalid.
Verifikasi: /ip dhcp-server print (state running), /ip dhcp-server lease print (klien yang terdaftar), dan dari sisi klien cek dapat IP + ping gateway.
NAT (network address translation) menukar alamat paket di router. Dua kebutuhan berbeda, dua resep:
- LAN -> Internet (berbagi 1 IP publik):
/ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1. Masquerade = ganti sumber paket dengan IP WAN secara otomatis - wajib ada kalau klien ingin internet. - Internet -> Server internal (port forwarding CCTV/NAS/web):
/ip firewall nat add chain=dstnat action=dst-nat protocol=tcp dst-port=8000 in-interface=ether1 to-addresses=192.168.10.50 to-ports=80. Tamu mengakses IP publik:8000, diteruskan ke server internal.
Firewall filter memutus paket dengan tiga chain:
| CHAIN | TRAFFIC YANG DIPROSES | CONTOH PENGGUNAAN |
|---|---|---|
| input | MENUJU router itu sendiri | Batasi Winbox/SSH hanya dari IP guru |
| forward | MELINTASI router (LAN <-> WAN) | Blokir port torrent klien |
| output | DARI router ke luar | Jarang; mis. batasi update router |
Aturan emas rule: diproses dari atas ke bawah, yang cocok PERTAMA menang - makanya urutan rule adalah bagian dari konfigurasi. Rule di bawah rule accept yang cocok tidak pernah dibaca.
Kerangka firewall input yang sehat: 1) accept established/related, 2) drop invalid, 3) accept dari LAN, 4) drop input dari WAN. Dan disiplin yang membedakan teknisi: selalu isi comment="alasan rule".
Uji NAT: dari klien ping 8.8.8.8 dan buka situs. Jika ping IP jalan tapi domain gagal -> DNS klien; jika semua gagal -> NAT/route.
Simple queue adalah pembatas bandwidth per target - materi wajib lab TKJ: /queue simple add name=pc01 target=192.168.10.11/32 max-limit=3M/3M.
Format max-limit = upload/download. 3M/3M = 3 Mbps ke arah internet dan 3 Mbps dari internet. Sufiks: k = kilobit, M = megabit, tanpa sufiks = bit. Target bisa satu IP, satu subnet, atau bahkan interface.
| PARAMETER | ARTI |
|---|---|
| max-limit | Batas maksimal saat link sibuk |
| limit-at | Jaminan minimal bandwidth (dibagi rata saat ramai) |
| burst | Kecepatan ekstra singkat saat link idle - terasa cepat tanpa merusak total |
| priority | 1 tertinggi s/d 8 terendah - antrean penting dilayani dulu |
Urutan queue penting: diproses dari atas ke bawah; target yang sudah tertangkap queue di atas tidak akan diproses queue di bawahnya. Praktik: queue agregat di atas, queue per-PC di bawah.
PCQ (per connection queue) untuk membagi bandwidth RATA otomatis ke semua klien tanpa membuat queue satu-satu: satu PCQ type per arah + satu queue dengan PCQ classifier - standar hotspot lab 30 PC.
Level lanjutan: queue tree + mangle (penandaan paket) untuk pembagian per-layanan (game diprioritaskan, download diantrekan). Hati-hati FastTrack: rule fasttrack-connection di filter membuat paket established melewati queue - queue terlihat "tidak jalan". Saat belajar/ menguji queue, disable dulu rule fasttrack.
Router adalah gerbang jaringan - router bocor = jaringan bocor. Checklist hardening yang diujikan dan dipraktikkan:
- Password admin:
/password- langkah pertama setelah router nyala. Tidak ada password = admin tanpa password default. - User & group: buat akun khusus per teknisi dengan group read untuk monitoring, full hanya untuk yang berhak:
/user add name=tech01 group=full password=***. Lihat dengan/user print. - Matikan layanan tidak aman: telnet (23) dan ftp (21) mengirim data termasuk password dalam TEKS POLos:
/ip service disable telnetdan/ip service disable ftp. Sisakan winbox + ssh (juga www jika perlu WebFig). - Batasi akses service bila perlu:
/ip service set winbox address=192.168.10.0/24- Winbox hanya dari LAN. - Firewall input dari WAN: drop semua koneksi masuk dari interface publik ke router (chain=input) kecuali yang diperlukan.
Safe Mode - jaring pengaman saat konfigurasi jarak jauh: tekan Ctrl+X sebelum mengedit. Semua perubahan ditandai; jika koneksi terputus sebelum keluar Safe Mode, seluruh perubahan DIBATALKAN otomatis dan router kembali ke kondisi semula. Keluar dengan commit: Ctrl+X lagi. Ini fitur yang menyelamatkan teknisi dari "mengunci diri sendiri".
Undo: perintah /undo membatalkan konfigurasi terakhir. Audit: /log print mencatat aksi-aksi penting.
Dua alat penyelamat konfigurasi yang WAJIB dibedakan:
| ALAT | PERINTAH | FORMAT | PAKAI UNTUK |
|---|---|---|---|
| BACKUP | /system backup save name=x | .backup (binary, terenkripsi, termasuk password) | Restore cepat di unit & versi RouterOS yang SAMA |
| EXPORT | /export | .rsc (teks perintah, tanpa password) | Review, edit, migrasi antar unit/versi, dokumentasi |
Export menghasilkan daftar perintah lengkap yang bisa dibaca manusia - inilah sebabnya export menjadi media dokumentasi dan media belajar terbaik: export router yang sudah jalan, pelajari baris demi baris.
Backup terjadwal (produksi): /system scheduler add name=backup-harian interval=1d on-event="/system backup save name=auto" start-time=02:00:00.
Workflow lab gateway TKJ - pola yang ditiru 8 misi di simulator:
- 1. Identity + password:
/system identity set name=gw-lab - 2. IP WAN: dhcp-client di ether1 (atau statis + route default)
- 3. IP LAN:
/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=ether2 - 4. DHCP server LAN: setup wizard
- 5. NAT: masquerade out-interface WAN
- 6. Firewall: bersihkan telnet/ftp, drop input WAN
- 7. Queue: batasi klien sesuai kebutuhan lab
- 8. Uji end-to-end dari klien, lalu /system backup save name=final - router "disegel"
Troubleshoot berlapis saat gateway bermasalah: interface running? -> IP ada? -> klien dapat lease DHCP? -> klien ping gateway? -> gateway ping 8.8.8.8? -> resolve domain? -> browsing jalan? Berhenti di lapisan yang gagal.
TIPS ROUTER
10 TIPS BERJENJANG: BASIC -> INTER -> PRO. URUTAN MENGIKUTI ALUR KERJA TEKNISI.
FAQ TRAINER
10 PERTANYAAN YANG PALING SERING MUNCUL DI KELAS & LAB TKJ.
Format print dipermudah namun struktur datanya meniru RouterOS: path hirarki, abbreviasi, flag X/D, nomor entri, dan parameter kunci=nilai. Yang dilatih di sini adalah POLA PIKIR dan urutan konfigurasi; di router asli akan ada detail tambahan (validasi lebih ketat, properti lebih banyak). Setelah lancar di simulator, pindah ke Winbox/CHR untuk pengalaman penuh.
Ada dua jalur. 1) Masih bisa login: buat/benahi user lewat user lain yang punya hak full, atau langsung /password. 2) Tidak bisa login sama sekali: reset fisik - matikan router, tahan tombol reset, nyalakan sambil tombol ditahan sampai LED berkedip, pilih opsi reset (RouterOS terbaik: konfigurasi dihapus, kembali ke admin tanpa password + IP 192.168.88.1). PERINGATAN: reset menghapus SEMUA konfigurasi - sebab itu backup rutin adalah disiplin wajib, bukan opsi.
Tiga penyebab umum: 1) path salah atau terbalik - ingat urutannya /ip address, bukan /address ip; 2) abbreviasi ambigu - singkatan cocok dua kata (mis. "pr" bisa print atau profile) sehingga RouterOS menolak; tambahkan satu huruf; 3) salah level menu - perintah set hanya ada di menu yang punya entri. Alatnya: ketik ? di level itu, dan Tab untuk melengkapi. Simulator ini menampilkan daftar sub-perintah bila perintahmu terlalu pendek.
Urutan cek: 1) /ip dhcp-server print - state harus running, bukan disabled/invalid; 2) interface DHCP sudah punya IP address dan kabel klien masuk interface yang benar; 3) /ip pool - rentang pool SATU SUBNET dengan IP interface (pool 192.168.10.x untuk interface 192.168.10.1); 4) /ip dhcp-server network - gateway dan address benar; 5) /ip dhcp-server lease print - muncul request klien? Tidak ada lease sama sekali biasanya fisik/kabel; lease muncul tapi klien bingung = konfigurasi network.
Checklist lima langkah dari dalam: 1) /ip route print - ada baris 0.0.0.0/0 aktif? (gateway WAN); 2) dari router: /ping 8.8.8.8 - jalan? kalau tidak, WAN/router bermasalah; 3) NAT: /ip firewall nat print - ada chain=srcnat action=masquerade out-interface=WAN?; 4) dari klien: ping gateway, lalu ping 8.8.8.8 - kalau gateway jalan tapi 8.8.8.8 tidak, NAT/route; 5) DNS: ping google.com gagal padahal 8.8.8.8 jalan = DNS klien/router. Berhenti di langkah yang gagal = lokasi masalah.
Empat tersangka utama: 1) FASTTRACK - rule fasttrack-connection di firewall filter mem-bypass queue untuk koneksi established; disable sementara saat menguji; 2) TARGET salah - tulis IP klien lengkap dengan mask (/32 untuk satu host); 3) max-limit terbalik atau salah format - ingat up/down, sufiks M; 4) URUTAN - queue di atas sudah menangkap traffic target itu. Uji dari klien dengan speedtest, bukan dari router.
Backup (.backup) = snapshot binary lengkap termasuk password user - restore tercepat, tapi idealnya di unit dan versi RouterOS yang sama. Export (.rsc) = teks berisi perintah konfigurasi tanpa password - cocok untuk dokumentasi, dibandingkan antar versi, diedit tangan, atau dipasang ke unit berbeda. Praktik profesional: keduanya. Backup untuk pemulihan cepat, export untuk arsip yang bisa dibaca 5 tahun lagi.
Gunakan dstnat: /ip firewall nat add chain=dstnat action=dst-nat protocol=tcp dst-port=8000 in-interface=ether1 to-addresses=192.168.10.50 to-ports=80 - tamu membuka IP publik:8000 dan diteruskan ke server internal. Syarat: IP publik benar-benar publik (bukan CGNAT ISP), dan jangan lupa rule firewall forward mengizinkan traffic tersebut. Keamanan: batasi src-address bila hanya akses dari lokasi tertentu, dan hindari membuka port manajemen (Winbox) ke internet.
Router lab sekolah adalah infrastruktur bersama - salah konfigurasi berarti koneksi satu lab mati dan kamu jadi orang yang dicari. Etika latihan: 1) sandbox/CHR untuk eksperimen bebas; 2) router lab hanya untuk konfigurasi yang SUDAH diuji dan disetujui guru; 3) selalu backup/export sebelum menyentuh; 4) pakai Safe Mode saat remote; 5) dokumentasikan perubahan. Reputasi teknisi dibangun dari perubahan yang aman dan tercatat.
Ya - semua tersimpan di localStorage perangkat ini (prefix abr_mtk_): misi selesai, XP, jumlah perintah diketik, skor kuis terbaik, jumlah ronde. Tidak terkirim ke server mana pun. Catatan: clear site data akan menghapus progres; gunakan browser yang sama. Tombol RESET ROUTER hanya mengembalikan virtual router ke kondisi pabrik - XP dan misi tidak ikut hilang.